Mohon tunggu...
Dwi Isnaini
Dwi Isnaini Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mompreneur yang menyukai dunia tulis menulis

Owner CV Rizki Barokah perusahaan dalam bidang makanan ringan. Penulis buku "Karakter Ayah Pebisnis untuk Sang Anak Gadis"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kisah Semut dan Pelajaran tentang Kepemimpinan

16 September 2021   07:43 Diperbarui: 16 September 2021   07:48 167 8 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kisah Semut dan Pelajaran tentang Kepemimpinan
foto : kaskus.co.id

"Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib." (Q.S. An-Naml ayat 17).

Ayat di atas membahas tentang raja yang agung dengan segenap kebesaran yang dianugerahkan Allah kepadanya. Inilah suatu peristiwa ketika Sulaiman a.s. keluar bersama pasukannya yang sangat besar dalam sebuah rombongan kerajaan yang besar. Pasukannya terdiri dari tiga divisi utama yaitu divisi manusia, jin, dan burung.

Al-Hafiz Ibnu Katsir mendeskripsikan pengaturan divisi-divisi Nabi Sulaiman a.s. ini, dan berkata, "Pasukan manusia berada di belakang Nabi Sulaiman a.s. secara langsung, pasukan jin berada di tempat setelah manusia, dan pasukan burung berada di atas mereka. Apabila terik matahari membakar, maka burung-burung tersebut menaunginya dengan sayap-sayapnya."

Baca juga: Mukjizat Nabi Sulaiman, Raja Segala Makhluk

Kita juga tidak memahami mengapa Nabi Sulaiman a.s. berjalan dengan pasukannya yang besar. Apakah hendak pergi menuju medan perang atau kembali dari medan perng? Atau hanya memparadekan pasukannya? Wallahua'lam. Al-Qur'an tidak membicarakan masalah ini dan tidak terdapat dalil apapun yang bisa dipertanggungjawabkan.

Meskipun pasukan Nabi Sulaiman a.s. ini terdiri dari berbagai bangsa dan berbagai divisi dengan jumlah yang besar, mereka tetap terorganisir secara sistematis tanpa menimbulkan huru-hara dan kekacauan dimanapun.

Mobilitas tentara yang besar dalam sebuah pasukan militer yang tangguh dan kokoh menimbulkan asumsi pasukan akan kacau dan tidak teratur. Akan tetapi dalam kenyataannya pasukan Sulaiman a.s. tidak memberikan ruang sekecil apa pun terhadap kekacauan.

Tidak satupun tentaranya yang terabaikan dan terlupakan, pasukan Nabi Sulaiman a.s. sangat teratur, tertib, dan terorganisir serta saling terkoordinasi satu sama lain. Realita ini menunjukkan ketegasan Nabi Sulaiman a.s. dan kemampuan yang baik dalam mengelola kerajaannya, membagi tugas dan kewenangan masing-masing pejabat.

Imam Al-Qurthubi berkara," Dalam ayat ini terkandung bukti bahwa pemimpin negara harus senantiasa mengontrol dan membagi tugas dan tanggungjawab dalam pemerintahannya, melindungi masyarakat, dan menghindarkan mereka agar tidak saling mengganggu satu sama lain. Karena pemimpin negara tidak dapat melakukan tugasnya seorang diri."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan