dudun parwanto
dudun parwanto penulis

Owner bianglala publishing, penuilis, komika sosial media dan motivator/ trainer penulisan, Bacaleg Dapil 2 Kabupaten Bogor.

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Pemimpin Bukan Boneka

4 Juli 2018   06:43 Diperbarui: 4 Juli 2018   07:19 259 0 0
Pemimpin Bukan Boneka
Foto Pribadi

Boneka adalah mainan yang disukai anak-anak. Namun sekarang boneka sudah merambah dengan berbagai variant yang mulai disukai orang dewasa.Bahan boneka yang empuk kini sudah dibuat menjadi bantal, sandaran dan sebagainya.

Boneka merupakan identitas yang diam, hanya bergerak jika digerakkan. Ia tak punya kekuatan apa-apa, kumaha majikan wae. Maka orang suka memainkannya karena boneka itu penurut nggak pernah protes.

Bung Karno sangat benci pada boneka. Ketika ketegangan politik antara Indonesia-Malaysia memuncak, Pemimpin revolusi ini menuding negeri jiran sebagai negara boneka Inggris. Negara yang hanya mengikuti ketua persemakmuran Britania Raya.

Boneka yang dibenci bung Karno ialah boneka metafora, Sebagai gambaran kekuatan yang cuma bergerak bagaikan bayangan. Ia bergerak karena digerakkan, ia bicara karena sudah disetel apa yang akan dikatakan.

Ada pemimpin atau Presiden yang hanya menjadi simbol atau boneka. Pemimpin yang menjadi bayangan dari kekuatan yang ada di belakangnya. Pemimpin yang hanya ditonjolkan ketokohannya, tapi tidak punya kekuatan, kekuasaan dan karakter. Kepemimpinannya lemah, tidak tegas dan sering menunggu petunjuk . Padahal seorang pemimpin harus punya visi yang jelas. pemimpin adalah orang yang punya pengaruh dan tidak mudah dipengaruhi, Pemimpin menjadi navigator dari tujuan yang hendak dicapai yakni visi. Seorang pemimpin harus melihat lebih banyak dan lebih jauh dari yang dilihat orang lain. 

Karena pemimin dinilai bukan darimana ia mulai tapi kemana tujuan akhirnya. Pemimpin harus kuat, tidak menjadi bayang bayang kekuatan di belakangnya.pemimpin harus dipercaya oleh pengikutnya dan untuk membangun kepercayaan pemimpin harus memberikan teladan, kemampuan, koneksi dan karakter, Pemimpin harus mengambil keputusan yang mantap , mengakui kekeliruan dan mendahulukan kepentingan pengikutnya, bangsanya ketimbang kepentingan diri sendiri.

Potensi seorang pemimpin ditentukan oleh orang orang yang dekat dengannya. Jika ia punya staf yang tepat maka potensinya akan meroket. Karena di puncak itu sepi maka ajaklah orang yang tepat untuk membersamai.