Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Akankah Antonio Conte Menaklukan Sang Mantan, Si Nyonya Tua?

5 Oktober 2019   12:08 Diperbarui: 5 Oktober 2019   12:23 54 4 1 Mohon Tunggu...
Akankah Antonio Conte Menaklukan Sang Mantan, Si Nyonya Tua?
Antonio Conte. Foto by Bleacher Report Football

Laga ketujuh seri A pekan ini akan mempertemukan dua tim besar. Di Guiseppe Meazza, Inter Milan akan menjamu Juventus (7/10/2019). Pertandingan ini akan terbilang sengit.
Hemat saya, tiga faktor yang bisa menjadikan pertandingan ini akan berlangsung seru.

Faktor pertama, Figur Antonio Conte.
Antonio Conte bukanlah wajah baru bagi Juventus. Dia pernah melatih si Nyonya Tua selama tiga musim (2011-2014). Kedatangannya di Juve pada musim 2011/12 membuka puasa gelar Juve selama beberapa tahun. Kehadirannya seolah membangun kembali fondasi pada kekuatan Juve yang pernah terlempar ke Seri B karena skandal yang dimelibatkan klub ini.

Sejak musim 2011/12 hingga musim lalu, mahkota Scudetto selalu berlabuh di Turin. Selama melatih Juventus, Conte berhasil mengantarkan si Nyonya Tua meraih tiga gelar Scudetto.

Bersama Juventus pula, Conte membangun tim yang kuat di seri A dan Eropa. Tambahan pula, Conte sangat familiar dengan iklim Liga italia. Karenanya, Antonio Conte tidak merasa kesulitan beradaptasi di Liga Italia.

Merekrut Conte adalah solusi tepat untuk Inter Milan guna mendongkrak prestasi tim musim ini. Seperti yang dikutip dari detiksport (5/10/19), gelandang Juventus Aaron Ramsey bahkan mengakui pengaruh Conte pada Inter Milan.

Dia mengatakan kalau berkat Conte di musim ini Inter tidak pernah kehilangan poin dan permainan Inter Milan semakin terorganisir.

Di kubu Juventus, beberapa mantan anak-anak asuh Conte bisa menjadi bahan masukan bagi Sarri, pelatih Juventus dalam membendung strategi Conte. Mungkin saja, Conte masih meninggalkan kekhasan yang masih membekas di Juventus. Bekas itu bisa menjadi acuan bagi Juventus bertandang ke markas Inter Milan.

Faktor kedua, Konsistensi kedua tim.
Kedua tim mempunyai konsistensi yang relatif sama setelah pekan keenem Liga seri A Italia. Kedua tim belum pernah kalah. Perbedaannya, Inter berhasil meraih kemenangan sempurna dari enem laga, sementara Juventus pernah sekali seri (0-0) saat melawan Fiorentina (14/9/19) . Karenanya hasil dari laga ini akan mempengaruhi rekor tak pernah kalah yang sedang dipegang oleh kedua tim ini.

Selain itu, Antonio Conte mulai memperlihatkan tanda-tanda positif pada tubuh Inter. Dia membangun tim yang solid di lini belakang dan efektif di lini depan. Sejauh ini, di Seri A Inter hanya kebobolan dua gol  dan mencetak 13 gol ke gawang lawan.

Kekuatan ini bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh Juventus. Dalam laga ini, C. Ronaldo cs. akan berupaya ekstra untuk menghancurkan tembok yang sedang dibangun oleh Inter. Kali ini, Juventus kelihatannya akan tidak mudah memborbardir lini belakang Inter.

Sebaliknya juga, Inter mesti waspada pada para punggawa yang dimiliki Juventus. Bukan lagi rahasia, kalau Juventus mempunyai skuad yang tidak hanya berharga mahal tetapi juga talenta-talenta yang cukup menakutkan di seri A dan Eropa.

Faktor ketiga, Motivasi tim.
Juventus sudah berhasil meraih gelar seri A delapan musim berturut-turut (2011/12 -- 2018/19). Sementara Inter Milan meraih scudetto terakhir di musim 2010/2011. Bisa dikatakan Inter mempunyai motivasi lebih dalam laga ini.

Motivasi mengalahkan Juventus adalah kesempatan untuk mengukur sejauh mana kekuatan Inter Milan musim ini di seri A. Meraih kemenangan adalah motif utama karena itu bisa mempengaruhi perjalanan Inter dalam menebus puasa gelar di seri A yang hampir sedekade.

Kali ini, Inter Milan berasa pada Conte untuk menghancurkan puasa gelar di seri A dan membangun Inter laiknya dia membangun fondasi Juventus di tahun 2011.

Akankah Antonio Conte membungkam mantannya, si Nyonya Tua? Kelihatannya, Inter Milan berpeluang membungkam Juventus karena Inter Milan memiliki Antonio Conte. Conte mempunyai sejarah bersama Juventus dan seri A.

Kisah sejarah ini bisa menjadi modal untuk membangun motivasi timnya saat menyambut Juventus. Lebih jauh, sang pelatih asal Italia ini pastinya mempunyai formula bagaimana menekan mantan tim asuhannya dan menghadirkan kemenangan di Giuseppe Mezza.

Gobin Dd

VIDEO PILIHAN