Mohon tunggu...
Dorothea Rahardani
Dorothea Rahardani Mohon Tunggu... Guru - writing for sharing

Guru SD di kabupaten Wonosobo

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid-19

14 Oktober 2021   20:10 Diperbarui: 15 Oktober 2021   18:43 451
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto merupakan dokumen pribadi

Kuatnya arus perubahan global yang terjadi memiliki dampak yang besar pada perilaku, nilai dan kebiasaan masyarakat. Nilai budaya lokal dan kearifan lokalnya merupakan nilai positif bangsa Indonesia yang harus tetap dijaga serta dilakukan.

Pendidikan karakter merupakan sebuah sarana mewujudkan karakter dan nilai tersebut. Permasalahan krisis moral yang berdampak pada perilaku dan kehidupan sehari - hari seiring dengan laju perkembangan jaman menjadi salah satu latar belakang betapa perlunya pendidikan karakter di masa sekarang ini. Kemajuan teknologi membantu manusia dalam banyak hal namun di sisi lain juga memberikan dampak negatif yang luar biasa. Adanya gadget canggih keluaran terbaru membuat yang dekat malah menjadi jauh. Sebagai contoh sebuah keluarga yang berkumpul bersama untuk makan di restaurant sambil menunggu makanan pesanan mereka datang bukannya mengobrol atau sharing satu dengan yang lainnya mereka malah sibuk bermain gadget masing - masing. Tentunya hal ini akan menurunkan quality time dari keluarga tersebut. Perkembangan media sosial yang semakin beragam dimana semua orang dapat mengakses dengan mudah menimbulkan banyaknya hoax dan bullying bahkan pada anak di bawah umur. Semakin sulitnya akses pengawasan orang tua tentang dunia luar anak tentunya juga memberikan dampak yang cukup besar juga.

Oleh sebab itu pendidikan karakter harus dimulai semenjak dini. Penanaman nilai - nilai moral, etika, tata krama, sopan santun, pengawasan pergaulan anak harus dimulai semenjak dini. Dua lingkungan yang paling berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak adalah sekolah dan keluarga. 

Sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pendidikan karakter. Sekolah memiliki peran yang penting untuk mewujudkan pemberdayaan kepada para peserta didik menjadi warga sekolah yang memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan nilai - nilai karakter bangsa (Murniyetti, dkk. 2016: 163).

Namun pada masa pandemi Covid-19 sekolah mengalami kendala karena diharuskannya dilakukan pembelajaran jarak jauh yang dirasa banyak pihak kurang efektif. 

Di masa pandemi Covid-19 ini guru dan siswa tidak dapat bertemu secara langsung, tentunya hal ini mengharuskan adanya strategi yang lebih efektif dan inovatif. Permainan yang edukatif sebagai pola pendidikan yang menyenangkan dapat menjadi salah satu alternatif proses pendidikan karakter yang dapat merubah perilaku.

Pembiasaan - pembiasaan yang dilakukan oleh seorang guru dalam penanaman nilai - nilai karakter menjadi hal yang penting dari sebuah pendidikan karakter. 

Dalam pembelajaran jarak jauh, guru dapat menyelipkan pada materi pelajaran melalui metode pelajaran yang diberikan ataupun pembiasaan - pembiasaan di dalam kelas online. Seperti membuka dan menutup kelas online dengan doa, salam, beberapa peraturan yang tetap diberikan oleh guru walaupun di dalam kelas online.

Terbatasnya waktu tatap muka secara daring maupun tatap muka secara terbatas menjadi kendala lain bagi efektivitas pendidikan karakter. Harus ada kelanjutan dari kegiatan penanaman karakter di lingkungan keluarga karena keluarga juga memainkan peranan yang sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan penanaman karakter pada siswa. Orang tua dapat bekerjasama dan membangun komunikasi dua arah dengan sekolah dalam penanaman nilai - nilai karakter dan moral siswa.

Guru dapat memberikan tindak lanjut yang dapat dilakukan siswa di rumah dengan bantuan dan kerjasama orang tua seperti contoh mengumpulkan tugas tepat waktu, melaporkan apa saja perilaku dan tindakan baik yang sudah mereka lakukan di rumah melalui sebuah jurnal yang juga diketahui oleh orang tua dan materi offline lain yang dapat menumbuhkan dan menanamkan karakter baik siswa di rumah atau lingkungan masyarakat. Sehingga hal - hal kecil tersebut mampu memberi kontribusi yang besar bagi pembentukan karakter siswa.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun