Mohon tunggu...
Doni Bastian
Doni Bastian Mohon Tunggu... www.donibastian.com

menulis sebisanya..

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Cara Memelihara Ikan Koi Agar Cepat Besar

17 Maret 2020   14:11 Diperbarui: 17 Maret 2020   15:53 1139 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cara Memelihara Ikan Koi Agar Cepat Besar
Sumber gambar : www.gilakoi.com

Seringkali terdengar keluhan dari para pemelihara koi, mengapa koi-koi mereka tak bisa besar meski sudah diberi pakan yang cukup dan dipelihara di dalam kolam dengan benar. Namun demikian yang dimaksud dengan koi besar tentu relatip, tergantung dari kebiasaan yang mereka lihat.

Pada umumnya untuk koi lokal, ukuran 50 - 60 cm itu sudah termasuk koi besar. Namun jika dibandingkan dengan koi import, maka koi import relatif lebih cepat pertumbuhannya dan tentu bisa jauh lebih besar dibandingkan koi lokal. Panjang Koi import bahkan bisa mencapai lebih dari 100 cm!

Mengapa Koi Import Tumbuh Lebih Cepat

Sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu, bahwa yang dimaksud Koi Lokal dalam artikel ini adalah koi yang dibudidayakan di dalam negeri dan  biasanya diproduksi oleh para petani koi di daerah Blitar, Sukabumi dan beberapa daerah lainnya. Sedangkan Koi Import adalah Koi yang langsung didatangkan dari Jepang. Lalu apa bedanya, terkait dengan pertumbuhan koi?

Jika  koi masih kecil (ukuran dibawah 10 cm), baik koi import maupun lokal, bentuk badannya mirip dan  kualitas warnanyapun juga tak beda jauh. Namun demikian, bagi yang sudah berpengalaman, akan dengan mudah membedakan mana yang koi lokal, dan mana yang koi import meski tubuhnya sama-sama kecil.

Untuk koi ukuran kecil dibawah 10 cm, Koi Import dan Koi Lokal sepintas tampak sama. Namun dalam perkembangannya, pertumbuhan Koi import relatif lebih cepat dibandingkan koi lokal.

Hal yang membedakan koi asli import dan koi lokal ketika sudah sama-sama dewasa, terutama adalah pada bagian kepala yaitu bentuk mulut dan badan secara keseluruhan, selain kualitas warnanya.

Meski demikian, tidak semua Koi Lokal lambat dalam pertumbuhannya dan tak bisa tumbuh besar. Demikian juga sebaliknya untuk Koi Import, ada pula yang tetap kuntet (bogel) dan tak bisa tumbuh besar meski telah dirawat dan diberi pakan bagus sekalipun.

Tingkat kecepatan dalam pertumbuhan badan koi terutama sangat dipengaruhi oleh faktor genetika yang diwariskan dari pasangan induknya, selain mutu pakan dan proses pemeliharaannya.

sumber gambar : www.gilakoi.com
sumber gambar : www.gilakoi.com
Kondisi Koi di Jepang

Sebagaimana diketahui, budidaya koi  di Jepang telah dikembangkan sejak 200 tahun lalu dan kini telah menjadi industri pertanian besar dan modern. Koi asal negeri Sakura juga telah dipasarkan  hingga ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, sangatlah wajar jika Koi Breeder di Jepang telah mampu memproduksi koi dengan kualitas yang lebih baik daripada  petani koi lokal di dalam negeri kita.

Karena di Jepang mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi, maka para pembudidaya koi disana harus memanfaatkan musim dengan sebaik-baiknya, sebab mereka tak bisa memijahkan koi di sembarang waktu. Tidak seperti kondisi iklim di Indonesia, yang mana para pembudidaya koi lokal kita bisa memijahkan koi kapanpun sesuai yang mereka inginkan.

Para petani koi di Jepang hanya bisa memijahkan koi pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu ketika menjelang musim panas atau mulai sekitar bulan April sampai dengan Juni setiap tahunnya. Setelah itu, jika musim dingin tiba, maka air sungai dan danau membeku dan semua koi dipindahkan kedalam kolam indoor dengan menggunakan sistem pemanas air (water heater), untuk menjaga agar koi mereka tetap bertahan hidup.

Ketika tiba musim dingin (winter) di Jepang, koi dipindahkan ke dalam ruangan khusus

Sumber gambar dainichikoifarm.com
Sumber gambar dainichikoifarm.com
Oyagoi

Dalam rangka pemijahan koi,  mereka benar-benar memilih Induk Koi (Oyagoi) terbaik dengan sangat selektif. Induk Koi yang digunakan hanyalah koi yang sudah cukup dewasa dengan ukuran panjang badan setidaknya berukuran 70 cm dan berumur 3 tahun atau lebih. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan anakan koi yang baik dan dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi besar. Berbeda kondisinya dengan para petani koi lokal, yang mana induk koi yang digunakan dalam pemijahan rata-rata panjangnya tak lebih dari 60 cm.

Secara genetika, induk betina akan menurunkan sifat-sfat fisiologis kepada anak-anaknya. Jika induknya besar, maka anak-anaknya juga sangat berpotensi nantinya menjadi koi yang besar pula. Demikian juga sebaliknya, jika induk koi lokal kita rata-rata panjang badannya maksimal hanya 60 cm, maka tentu kita juga sangat sulit untuk mendapatkan keturunan koi jumbo dengan panjang diatas 80 cm.

Contoh koi induk (Oyagoi) yang digunakan oleh pembudidaya koi di Dainichi Koi Farm Jepang untuk menghasilkan keturunan berkualitas yang sangat berpotensi menjadi koi cepat besar (jumbo).

Jika seekor koi bukan merupakan keturunan dari induk yang besar (jumbo) maka meskipun dirawat dengan menggunakan pakan terbaikpun, tetap saja badannya tak bisa besar. Oleh karena itu, jika dilakukan perbandingan terkait pertumbuhan badan antara koi lokal dan koi import yang dipelihara pada kolam yang sama, dimulai dengan ukuran dan kualitas pakan yang sama, maka sudah barang tentu, koi import relatip lebih cepat pertumbuhannya.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kita bisa mengetahui mana koi yang berasal dari keturunan Koi Jumbo dan mana yang tidak? Tentu saja yang dapat mengetahui secara pasti hanya Tuhan dan petani koi yang membudidayakannya. Meski demikian, biasanya Koi yang berpotensi jumbo dapat diamati pada bagian pangkal ekornya yang tampak tebal dengan struktur tulang tertentu.

Terlepas dari manapun keturunan induknya, yang terpenting dalam memelihara koi adalah anda dapat memperoleh koi yang sehat dengan warna-warna indah sebagai penghias kolam.

Jika anda ingin memiliki koi yang bisa tumbuh besar (koi Jumbo), maka anda dapat membeli koi import, namun tentu dengan harga yang jauh lebih mahal. Namun demikian yang pasti adalah bahwa kondisi kolam anda harus benar-benar baik agar dapat memaksimalkan pertumbuhan koi sesuai yang diharapkan.

Oyagoi. Induk koi di Jepang badannya besar dan panjang. Sumber gambar nishikigoi.life
Oyagoi. Induk koi di Jepang badannya besar dan panjang. Sumber gambar nishikigoi.life
8 FAKTOR PENGARUH PERTUMBUHAN BADAN KOI

Mengapa koi yang anda pelihara tidak bisa besar atau lambat sekali pertumbuhan badannya? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan badan koi antara lain sebagai berikut :

1.Genetika

Faktor utama sebagai penyebab koi tak bisa besar adalah faktor keturunan atau genetika. Secara umum, karakter yang dimiliki pasangan induk koi (terutama induk betina) akan menurun kepada anak-anaknya. Di dalam suatu proses pemijahan, jika induk Koi yang digunakan memiliki bentuk badan yang pendek, tentu saja akan sulit menghasilkan anak-anak koi yang bisa tumbuh cepat dan besar.

Oleh sebab itulah, maka para pembudidaya (breeder) koi  di Jepang selalu mempersiapkan induk-induk koi dengan ukuran di atas 70 atau 80 cm. Induk koi yang memiliki bentuk badan yang panjang dan besar, sangat berpotensi menghasilkan keturunan yang cepat besar pula.

Berbeda dengan yang dilakukan oleh para breeder koi lokal yang mana secara umum, menggunakan induk seadanya. Bahkan koi betina yang baru berukuran 30 cm saja, sudah dipijahkan. Mungkin alasannya sederhana, yang penting bisa jadi anakan koi dan bisa segara dijual, tanpa memperhitungkan kualitas koi yang dihasilkannya.

Dengan demikian, jika anda memiliki koi yang pertumbuhannya lambat, bisa jadi itu adalah keturunan dari induk koi yang badannya pendek.

2. Ruang Pemeliharaan

Yang dimaksud ruang pemeliharaan disini tentu adalah kolam dimana koi dipelihara. Kolam yang terlalu sempit dengan air yang dangkal akan membatasi ruang gerak koi. Koi juga perlu ruang gerak yang cukup untuk memberi kesempatan organ tubuhnya tumbuh secara normal. Oleh sebab itulah, jika anda memelihara koi di dalam kolam minimalis, maka pertumbuhan koi anda juga tak bisa maksimal.

Untuk menghasilkan koi dengan pertumbuhan yang cepat, para breeder koi di Jepang menggunakan kolam-kolam dengan ukuran yang luas untuk mempercepat pertumbuhan burayak koi atau dengan menempatkan koi pada danau sebuah yang dalam untuk menghasilkan koi berukuran sangat besar atau jumbo.

3. Populasi Koi

Jumlah koi yang dipelihara di dalam sebuah kolam juga mempengaruhi tingkat pertumbuhan koi. Semakin banyak jumlah koi yang ada, tentu akan mengurangi laju pertumbuhannya. Koi yang masih berukuran di bawah 20 cm (tosai) sedang barada pada masa pertumbuhan. Oleh sebab itu sebaiknya dipelihara di dalam kolam yang tidak terlalu padat populasinya. Untuk mengetahui jumlah koi yang ideal di kolam anda bisa di baca pada artikel "BERAPA JUMLAH KOI YANG IDEAL"

4. Pakan

Kualitas pakan yang diberikan kepada koi juga sangat penting diperhatikan. Koi dalam masa pertumbuhan (umur dibawah 1 tahun) memerlukan pakan dengan kadar protein yang tinggi. Oleh sebab itu, pilihlah pakan yang sesuai kebutuhan koi anda terutama untuk mempercepat pertumbuhannya. Gunakan pakan bermutu tinggi, agar koi anda dapat tumbuh maksimal.

5. Kualitas Air

Memelihara koi sejatinya adalah merawat air kolam. Mengapa demikian? Sebab koi hanya dapat hidup dengan baik jika berada di dalam air yang terjaga kualitasnya. Oleh sebab itu, sering-seeringlah mengukur parameter air kolam anda. Koi dapat tumbuh secara maksimal jika berada di dalam air dengan tingkat TDS yang rendah (dibawah 100). Informasi tentang kualitas air bisa dibaca pada artikel "KUALITAS AIR KOLAM (WATER QUALITY)"

6. Oksigen

Koi memerlukan oksigen yang cukup di dalam air kolam agar dapat tumbuh secara normal. Oleh sebab itu, jika kolam anda cukup dalam, maka diperlukan tambahan aerasi. Rendahnya kadar oksigen yang larut dalam air akan membuat koi lemas dan tak bertenaga.  Bahkan jika kadar oksigen dibawah minimal, maka membuat koi kesulitan bernafas dan bisa mengakibatkan kematian. Air kolam dengan kadar oksigen yang tinggi membuat koi lebih aktif bergerak dan dapat tumbuh dengan baik.

7. Gender

Tingkat pertumbuhan koi betina dan koi jantan berbeda. Pada umumnya, koi betina lebih cepat tumbuh besar dibanding koi jantan. Namun demikian hal ini juga tak lepas dari faktor genetikanya. Jadi, jika anda koi yang tumbuh lambat, bisa saja itu adalah koi jantan.

8. Arus air


Pergerakan air kolam juga mempengaruhi tingkat pertumbuhan koi. Jika air kolam anda tampak diam (tenang), hal ini membuat koi kurang aktif bergerak. Oleh sebab itu, tambahkan pompa (ekstra pump) untuk membuat arus air yang cukup sehingga koi menjadi lebih aktif bergerak. Koi yang bergerak aktif, akan mempercepat pertumbuhannya.

TIPS MEMELIHARA IKAN KOI AGAR CEPAT BESAR

Berikut ini beberapa tips untuk mempercepat pertumbuhan koi  :

1. Mutu Pakan

Ini adalah faktor dominan yang sangat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan koi anda. Bila anda ingin agar koi anda cepat tumbuh besar, pilihlah pakan yang mengandung zat-zat yang diperlukan koi dalam pertumbuhannya. Koi membutuhkan makanan yang mengandung protein tinggi untuk pertumbuhan badannya.

Oleh sebab itu, gunakan jenis pakan yang memiliki kadar protein tinggi atau yang biasa dikenal dengan pakan hi gro. Pakan jenis ini yang mengandung protein lebih dari 40 % dan banyak dijual dengan berbagai merk, tapi tentu harganya jauh lebih mahal daripada pakan pelet biasa apalagi yang termasuk jenis pakan impor.

Contoh komposisi pakan koi bermutu tinggi (HI GRO). Mengandung protein lebih dari 42 %

2.Pola Makan

Untuk diketahui bahwa, koi tidak memiliki lambung di dalam susunan organ pencernaannya. Oleh sebab itu, bila koi  makan dalam jumlah yang banyak, maka tentu banyak pula yang terbuang sia-sia sebagai kotoran. Agar pemberian pakan dapat efektip diserap oleh tubuh koi sehingga koi cepat besar, maka berilah pakan secukupnya saja, yaitu  2 % dari berat tubuhnya per hari. Anda tentu bisa memperkirakan sendiri, berapa jumlah koi yang ada dan berapa total berat mereka. Ambil kalkulator, kemudian kalikan dengan 2 %. Itulah berat maksimum pakan yang bisa anda berikan per hari.

Cara pemberian pakan agar koi cepat besar, sebaiknya sesering mungkin, tapi dalam jumlah yang sesedikit mungkin. Jangan memberikan pakan dalam jumlah banyak sekaligus. Sebab selain terbuang sia-sia, juga akan mencemari kolam anda. Berikan pakan setidaknya dalam frekuensi 3 kali sehari (pagi, siang, sore) dan jangan dibiasakan pemberian pakan pada malam hari. Sebab pada malam hari, metabolisme koi tidak bekerja secara maksimal.

3. Intensitas Sinar Matahari

Bila kolam anda berada di dalam rumah (indoor ponds), yang sama sekali tidak terkena sinar matahari, atau intensitas sinar matahari relatip rendah, maka pertumbuhan koi anda juga tidak bisa maksimal, jika dibandingkan dengan koi yang berada di luar rumah (outdoor ponds) Sebagaimana kita ketahui, sinar matahari sangat dibutuhkan oleh semua makhluk  hidup, termasuk koi untuk pertimbuhannya dan juga dalam rangka  mengganti sel-sel yang rusak.

Oleh sebab itu, bila masih memungkinkan, usahakan untuk menambah intensitas matahari agar dapat masuk ke kolam anda.  Bisa juga dengan cara membangun atap yang fleksible, yang dapat dibuka-tutup sesuai keperluan. Atap seperti ini sangat praktis digunakan. terutama jika anda ingin mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam kolam. Dan ketika musim hujan tiba, juga berfungsi untuk menahan curah hujan yang berlebihan.

4. Suara gemericik air

Kolam yang tenang atau tidak banyak terdapat suara percikan air, membuat koi juga berenang dengan tenang. Bila kolam koi anda terlalu tenang airnya, maka koi anda juga kurang agresif. Koi yang bergerak agresif, memiliki nafsu makan yang besar,

Oleh sebab itu, jika air kolam anda relatif tenang/diam, maka yang dapat dilakukan adalah membuat semacam percikan air tambahan yatu dengan menambah pompa atau membuat aliran air dari dalam filter dan menyemprotkannya di atas permukaan air kolam anda. Tujuannya adalah untuk menambah gerakan air atau arus dan bunyi gemericik air. Cara ini terbukti efektip untuk membuat koi anda bergerak lebih lincah.

Mengenai hal ini pernah dilakukan penelitian di Jepang, dan hasilnya bahwa kolam yang ada gemericik air, membuat koi bergerak lebih lincah dibandingkan dengan kolam tanpa adanya suara gemericik air.

Secara naluriah,  mungkin koi menganggap percikan air yang ada adalah sebagai tempat dimana banyak tersedia makanan disana.

Cara membuat arus pada kolam koi. Sumber gambar : www.gilakoi.com
Cara membuat arus pada kolam koi. Sumber gambar : www.gilakoi.com
Penambahan arus kolam, selain menambah suara gemericik air, juga berfungsi sebagai aerator untuk menambah pasokan oksigen dalam air kolam.

5. Kedalaman air kolam.

Bagi anda yang memiliki kolam dangkal atau cetek, membuat pertumbuhan koi anda relatif lambat. Bahkan seringkali ditemui koi yang tampak bogel (pendek) dan hanya besar di bagian perutnya saja., sedangkan badannya tidak bertambah panjang.

Namun demikian, hal ini kemungkinan juga sangat dipengaruhi faktor genetik dari masing-masing koi. Bila ada koi hasil keturunan dari induk yang panjang, meski ditempatkan di kolam cetek sekalipun, juga akan cepat besar dan panjang.

Oleh sebab itu, untuk membuat koi anda cepat besar dan panjang secara normal. maka usahakan kedalaman koi anda tidak kurang dari 50 cm, atau idealnya 1,2 meter.

Koi yang ditempatkan di dalam kolam yang lebih dalam, maka tentu akan lebih bisa tumbuh secara normal, dibandingkan bila berada di dalam kolam yang dangkal atau cetek.

6.Populasi Koi

Koi yang terlalu banyak dipelihara di dalam satu kolam, menyebabkan persaingan yang sangat ketat dalam perebutan pakan. Oleh sebab itu, dalam memelihara koi sebaiknya tidak perlu terlalu banyak, tetapi lebih mengutamakan kualitasnya.

Mengapa? Sebab bila koi anda terlampau banyak, maka tentu ada sebagian koi yang tidak memperoleh pakan yang sesuai dengan kebutuhannya. Dan sebagian lagi terlalu banyak makan. Sedangkan  koi yang berkualitas, biasanya justru yang susah makan.

Jumlah Koi yang terlalu padat, dapat menghambat pertumbuhan sebagian koi yang ada

Bila anda menggunakan pakan berkualitas tinggi dan mahal harganya, maka anda harus benar-benar selektip dalam memilih koi yang dipelihara, sebab koi yang bagus dan yang kurang baik mutunya, jumlah kebutuhan pakannya adalah sama.

Jadi, efektifitas pemberian pakan yang anda berikan dapat memberi manfaat yang maksimal untuk perkembangan koi yang berkualitas saja. Dengan demikian maka pertumbuhan koi anda akan optimal.

Berikut ini adalah contoh kolam ideal dalam memelihara koi.  Tidak perlu terlalu luas, tapi cukup baik untuk melihara beberapa koi kelas juara kontes.

Foto kolam milik Mr. Yohanes Yusuf Jakarta
Foto kolam milik Mr. Yohanes Yusuf Jakarta
Kondisi kolam mini memberi kesempatan pada cahaya matahari masuk ke dalam kolam pada jam-jam tertentu, sehingga kebutuhan koi akan cahaya matahari tercukupi.

Ini adalah sebuah contoh kolam koi milik Yohanes Yusuf. Jumlah koi yang ada tidak banyak dan hanya koi yang berkualitas tinggi saja (koi juara kontes) yang dipelihara. Kolam seperti ini sangat mendukung pertumbuhan koi anda dan koi cepat besar.

Demikianlah ulasan mengapa koi tak bisa besar,  semoga bermanfaat

Doni Bastian @ gilakoi.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x