Mohon tunggu...
PMPKL
PMPKL Mohon Tunggu... Buruh - Persatuan Mahasiswa Pemuda Kristen Loloda

Manulis untuk keabadian

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Jalankan Program Perdana, Bidang SDM Adahkan Diskusi Asal Usul Penindasan Perempuan

12 November 2023   04:09 Diperbarui: 12 November 2023   04:11 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

MINAHASA, PMPKL Tondano Sulut -- Organisasi Persatuan Mahasiswa Pemuda Kristen Loloda (PMPKL) kembali mengadakan kegiatan diskusi sebagai program untuk. mengembangkan Sumber Daya Manusia di dalam organisasi.
Diketahui, kegiatan diskusi tersebut dispongsori oleh Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan KADERISASI, yang di laksanakan pada hari Sabtu, (11/11/2023) di Sekretariat PMPKL Perum Unima Bloc A.

Dalam diskusi tersebut, Ekaristi Kaya selaku ketua bidang SDM dan KADERISASi  sekaligus pembawah materi menjelaskan, penindasan terjadi ketika muncul patriarki dan kepemilikan pribadi yang dimana laki-laki lebih berkuasa di banding perempuan.
"Penindasan terjadi bukan hanya laki-laki yang menindas perempuan saja melainkan sesama perempuan juga saling menindas." Ucapnya


Selain itu Eka juga menjelaskan tentang pendidikan seks, menurutnya pendidikan seks perlu diajarkan pada setiap generasi, hanya saja kadangkala hal demikian menjadi hal yang negatif bagi pemikiran masyarakat.


"Pendidikan seks perlu di ajarkan pada setiap generasi kita, akan tetapi jika kita mengajarkan soal pendidikan seks pada anak-anak yang masih dalam ketegori di bawah umur tetap saja ada pandangan-pandangan dari masyarakat bawah kita mengajarkan hal demikian adalah hal yang berbaur negatif."  Ucapnya

Selain itu, Kordinator Bidang Pengembangan Organisasi dan Daerah Arfiston Mudja yang juga hadir pada saat diskusi tersebut ikut menambahkan tentang faktor-faktor penindasan pada perempuan.



"Penindasan terjadi karena adanya faktor ekonomi dan juga berdasarkan pengalaman saya yang saya lihat secara kasat mata waktu magang di salah satu Bank Suasta, ada terjadi sebuah pelecehan yang di lakukan oleh pegawai-pegawai bank karena melihat pegawai bank yang sangat cantik. Jadi kecantikan juga sangat mempengaruhi seseorang dalam berpikiran negatif atau melecehkan." Tutur Arfiston

Lainpulah, Falldo Mandiangan juga ikut merespon diskusi tersebut.  Menurutnya, dalam berbicara sebuah penindasan terhadap perempuan berarti tidak terlepas dari yang namanya gender  kerena kedua hal saling berkaitan.


"Semisalnya kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari atau dalam kehidupan keluarga, terkadang kerja-kerja domestik sering di titik beratkan pada perempuan, padahal pekerjaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh perempuan saja akan tetapi bisa juga di kerjakan oleh seorang lelaki." Tutur Mandiangan


 Mandiangan juga menambahkan bahwa perempuan yang tinggal di rumah dan mengerjakan segala urusan  rumah tangga baik itu menjaga anak, mencuci, masak dan lain-lain itu bukan Kodrat perempuan melainkan adanya sebuah kesepakatan.
Menurutnya, Kodrat seorang perempuan itu hanya tiga yaitu menstruasi, menyusui dan melahirkan bukan untuk di tempatkan pada rana domestik, atau yang sering di kenal dengan istilah tiga-R yakni Kasur, Dapur, Sumur" Tandasnya

Selain itu, Ketua Umum PMPKL Elsaday juga turut serta aktif dalam diskusi tersebut.
Menurut El, penindasan itu terjadi karena faktor  budaya dan minimnya kesadaran yang dimana  seorang yang kemudian terlahir sebagai laki-laki maupun perempuan harus mengitu fam atau marga dari bapaknya, hal demikian turun temurun hingga hari ini.

Yuan Owe, yang hadir pada saat diskusi juga berpendapat bahwa Penindasan Perempuan sudah dari dulu terjadi hingga hari ini. Baik penindasan itu terjadi di kampus maupun sesama kawan.


"Penindasan itu terjadi karena salah satunya kurangnya kesadaran setiap laki-laki dan perempuan,  maka dari itu menurut saya pemerintah maupun negara harus untuk lebih ketat sosialisasi tentang Penindasan atau kekerasan seksual. Dan Komnas HAM berpera untuk menyelesaikan kasus-kasus pelecehan dan kekerasan seksual." Ucap Yuan

Adapulah ketua Pembebasan Wilayah Minahasa Oktoriko Sero yang berkesempatan hadir,  berpendapat bahwa Penindasan Perempuan banyak terjadi di negara ini.
Ia bahkan menjelaskan salah satu kasus yang di alami oleh seorang perempuan di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (HALUT) Provinsi Maluku Utara (MALUT) yang mengalami pelecehan seksual.
Menurutnya perempuan itu mau untuk mengangkat isu terkait dengan pelecehan yang dialami, hanya saja dia merasa keberatan karena dalam proses untuk mengangkat kasus itu membutuhkan biaya yang sangat besar.


Selain itu Riko menjelaskan soal kesetaraan gender dimana kesetaraan gender dilihat dari pada satu hal yang mempengaruhi semisalnya dalam kajian sejarah, ketika di temukannya pertanian, alat-alat pertanian maka dominasai perempuan sudah di disingkirkan.

Diskusi yang berjalan sangat luar biasa tersebut dihadiri oleh Badan Pengurus inti, Pengurus Bidang dan Anggota PMPKL serta sejumblah sahabat-sahabat PMPKL yang ikut serta hadir pada pelaksanaan diskusi.

Namun, dari pantauan admin diskusi yang menarik tersebut sayang sekali laki-laki lebih banyak hadir dari pada kaum perempuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun