Dody Kasman
Dody Kasman pegawai negeri

Orang Indonesia yang tinggal di daerah. \r\n \r\n\r\nTwitter : @Dody_Kasman

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Sabyan Gambus, Dari Ramadan ke Syawal dan Selanjutnya

14 Juni 2018   07:52 Diperbarui: 16 Juni 2018   02:02 2752 4 2
Sabyan Gambus, Dari Ramadan ke Syawal dan Selanjutnya
bangka.tribunnews.com

Bagi penikmat dan pemerhati musik tanah air, Ramadhan tahun ini menjadi semakin indah dengan kehadiran grup musik Sabyan Gambus. Bisa dibilang Ramadhan kali ini Sabyan Gambus sukses mendominasi dunia hiburan tanah air dengan lagu-lagu mereka yang kental nuansa religi nan menyejukkan.

Mulai dari ruang pribadi, perkantoran hingga pusat perbelanjaan nyaris tak absen memutar lagu-lagu mereka, demikian halnya di daerah saya Probolinggo. Setiap hari saat melintas wilayah kota, selalu terdengar lagu-lagu Sabyan Gambus diputar di beberapa pusat pertokoan. Demikian juga lapak VCD dan DVD yang selalu saya lewati, hampir semuanya memutar video musik Sabyan Gambus berulang-ulang.

Sampai-sampai Nia putri saya selalu "nyletuk" tiap kali akan melintasi kawasan pelapak tersebut "yak... yak... yak... Sabyan. Kan... bener, Sabyan semua lagunya." Begitu pula ketika kami singgah ke gerai ayam goreng cepat saji untuk belanja santapan buka puasa. Lagi-lagi Nia tersenyum sambil menyapa saya, "Yah, Sabyan Gambus lagi..."

Sabyan Gambus berhasil memesona penikmat musik tanah air dengan lagu-lagu mereka yang mudah dicerna dan menyejukkan. Meski mengusung genre musik yang anti mainstream, tapi aransemennya dibuat kekinian sehingga mudah diterima. Sebagai grup musik yang terbilang baru, popularitas mereka melesat dengan cepat.Tak hanya remaja dan orang dewasa, anak-anak juga suka bahkan hafal lagu-lagu yang mereka bawakan.

Salah satunya ketika mereka tampil di Mal Kota Kasablanka Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018). Seorang anak kecil yang kemudian diketahui bernama Qhisya (Icha) menangis di samping panggung sambil memanggil-manggil Sabyan dan "kakak" berulang-ulang. 

Rupanya ia ingin sekali naik panggung bertemu idolanya itu. Alhasil tangisan Icha didengar Kamal, salah satu personel Sabyan Gambus yang kemudian menggendongnya ke atas panggung dan mempertemukannya dengan sang vokalis, Nissa yang oleh Icha dipanggil "kakak."

Terjadilah pertemuan mengharukan antara penggemar cilik dengan sang idola. Nissa yang belum selesai menyanyikan lagu "Deen Assalam" dengan spontan langsung memeluk dan mencium pipi Icha. Demikian pula Icha yang juga memeluk erat idolanya itu. Tak cukup hanya dengan peluk dan cium, Nissa mengajak Icha ikut menyanyi di atas panggung. Momen indah tersebut sempat diabadikan oleh beberapa penonton yang hadir. Berbagai versi videonya juga mulai menyebar di YouTube dan jadi trending.

Betapa dicintainya Sabyan oleh penggemar bisa dibuktikan dari sosok anak sekecil Icha yang masih polos. Ketulusan kasih sayang penggemar dan idolanya sangat nampak jelas dari sosok Nissa dan Qhisya. Hal ini juga patut disyukuri, ketika belakangan banyak kita temui anak-anak di bawah umur yang lebih hafal lagu orang dewasa, masih ada anak kecil seperti icha yang suka lagu bernuansa religi dan solawat ala Sabyan Gambus.

Harus diakui kehadiran Sabyan Gambus dengan lagu-lagunya yang sarat pesan dan makna mampu menggugah kesadaran emosional kita sebagai mahluk Tuhan yang punya kewajiban menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta kebutuhan hidup bertoleransi sebagai mahluk sosial.

Meskipun sudah terlebih dulu populer di YouTube lewat beberapa video musik covernya yang sudah ditonton hingga jutaan kali, namun nama Sabyan Gambus semakin viral dan menjadi booming bertepatan dengan momentum Ramadhan tahun ini.

Bisa dibilang bulan Ramadhan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi Sabyan Gambus. Selain sukses merilis lagu karya mereka sendiri, pencapaian luar biasa atau bahkan rekor, berhasil ditorehkan Ayus dan kawan-kawan.

Video musik cover lagu "Deen Assalam" yang rilis di awal Ramadhan bertahan selama sepekan di puncak trending YouTube, disusul kemudian single perdana mereka berjudul "Ya Maulana" yang juga sukses memuncaki trending YouTube menggantikan "Deen Assalam." Andai tak terbentur regulasi YouTube, bisa jadi "Ya Maulana" dan "Deen Assalam" bersamaan menguasai posisi pertama dan kedua trending.

Boomingnya "Deen Assalam" disusul "Ya Maulana" berimbas pada video musik Sabyan Gambus sebelumnya yang ditandai dengan kenaikan signifikan pada jumlah viewers dan like. 

Lewat artikel yang saya tulis sebelumnya, saya sempat mencatat jumlah viewers video-video tersebut ketika itu. Sebagai pembanding saya pakai acuan artikel berjudul "Sabyan, Ketika Musik Gambus Puncaki "Trending" YouTube" yang saya publish tanggal 21 Mei 2018, belum genap sebulan saat artikel ini saya tulis.

Video musik cover pertama mereka "Qomarun" ketika itu ditonton sebanyak 16 juta kali, saat artikel ini diunggah sudah ditonton sebanyak 22 juta kali. Video berikutnya "Ahmad ya Habibi" yang ketika itu mengumpulkan 14 juta viewers, saat artikel ini dipublish sudah ditonton lebih dari 19 juta kali.    

Video musik cover yang terbanyak viewersnya, "Ya Habibal Qolbi" saat itu ditonton sebanyak 97 juta kali, kini belum genap sebulan kemudian jumlah viewersnya melonjak ke angka 150 juta. 

Tak hanya rekor video musik Sabyan dengan jumlah viewers terbanyak, "Ya Habibal Qolbi" konon merupakan video musik Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan like terbanyak hanya dalam waktu lima bulan saja, yakni1 juta like.  

Selanjutnya video musik "Rohman Ya Rohman" yang saat itu sudah ditonton sebanyak 41 juta kali, saat artikel ini ditulis sudah ditonton lebih dari 63 juta kali. Berikutnya "Ya Asyiqol" ketika itu mengumpulkan 30 juta viewers, saat ini sudah ditonton sebanyak 67 juta kali. Sementara "Ya Jamalu" yang ketika itu baru seminggu dirilis sudah ditonton sebanyak 5,5 juta kali, saat ini sudah ditonton lebih dari 24 juta kali.

Video musik cover "Deen Assalam" adalah yang paling pesat pertambahan jumlah viewersnya. Tanggal 21 Mei 2018 jumlah viewersnya masih 4,8 juta, kini tiga minggu kemudian tepat di hari terakhir Ramadhan 1439 H, video tersebut sudah ditonton lebih dari 72 juta kali. 

Sementara single perdana mereka, "Ya Maulana" tak sampai sehari setelah dirilis jumlah viewersnya ketika itu sudah mencapai 1 juta, kini saat artikel ini diunggah sudah ditonton lebih dari 35 juta kali.

Bukan hanya video musik dari channel resmi mereka saja yang sukses jadi trending. Video dari channel resmi lain bahkan video tak resmi bikinan YouTuber yang mengkompilasi lagu-lagu coveran Sabyan Gambus terdampak ikut menjadi trending. Harus diakui, nama Sabyan Gambus sudah menjadi daya tarik yang kuat di kalangan netizen saat ini.

Selain makin populer di jagat maya terutama YouTube, undangan untuk tampil di berbagai program televisi terus mengalir sepanjang Ramadhan kali ini. Demikian pula pertunjukan off air di berbagai tempat baik di Jakarta maupun beberapa daerah lainnya. Dari yang semula tampil di acara pesta pernikahan dan sejenisnya kini panggung mereka semakin "luas" dan berkelas.

Sepanjang Ramadhan ini, nyaris tiada hari tanpa alunan musik apik Sabyan Gambus yang mengiringi suara teduh nan merdu sang vokalis, Nissa. Berbagai stasiun TV dengan beragam program unggulannya seolah berlomba-lomba menjadikan mereka bintang tamu. Sebagaimana lagu-lagu yang mereka mainkan, kehadiran Sabyan Gambus menjadi penyejuk sekaligus memberikan pencerahan kepada pemirsa TV tanah air di tengah maraknya program TV yang hanya menjual sensasi diselingi gimmick tak lucu.

Dengan mengusung musik gambus timur tengah dan solawat yang diaransemen kekinian, Sabyan Gambus melaju mulus dijalurnya. Kemampuan mengaransemen lagu yang mereka cover menjadi lebih fresh dan mudah diterima menjadi salah satu sebab mengapa mereka begitu disuka. 

Sabyan Gambus sukses menggubah lagu yang mereka cover seolah-olah lagu mereka sendiri. Tak hanya mengcover lagu penyanyi lain, kini mereka mampu membuktikan bahwa Sabyan Gambus juga bisa sukses berkarya membawakan lagu ciptaan mereka sendiri.

Selain faktor aransemen musik kekinian dan mudah dicerna, faktor lain mengapa Sabyan Gambus sangat menarik perhatian dan mudah bikin jatuh cinta adalah keberadaan sang vokalis Khoirunissa alias Nissa Sabyan dan partnernya Anisa Rahman. Keduanya sama-sama cantik dan memiliki kekhasan karakter suaranya masing-masing. Karakter suara Nissa yang teduh dan merdu lebih ngepop, sementara Anisa lebih kental cengkok timur tengahnya yang meliuk-liuk.

Di penghujung Ramadhan ini mungkin muncul pertanyaan, masih mampukah Sabyan Gambus mempertahankan eksistensi dan dominasinya ke depan? Meski masih butuh pembuktian, namun bisa diprediksi Sabyan Gambus masih akan terus eksis dan bukan tidak mungkin akan semakin berjaya. Bisa jadi Ramadhan adalah momentum kebangkitan dan pembuktian  eksitensi mereka, tak hanya di bidang musik tapi juga syi'ar lewat solawat yang mereka kumandangkan.  

Seiring makin matangnya anak-anak Sabyan Gambus dengan tambahan ilmu dan berbagai pengalaman yang mereka dapat selama ini, boleh jadi bulan Syawal adalah momentum pengukuhan eksistensi mereka. Bisa dipastikan lagu-lagu mereka akan semakin sering diputar mewarnai berbagai event sepanjang bulan Syawal, seperti halal bihalal dan resepsi pernikahan. 

Terlebih jika single terbaru mereka benar-benar jadi dirilis usai lebaran tahun ini yang bukan tidak mungkin akan kembali menjadi hits dan booming. Dan eksistensi mereka akan semakin kokoh jika rencana menggelar konser tunggal yang konon bertajuk "Konser Kemenangan Sabyan" benar-benar terealisasi dalam waktu dekat ini. Kita tunggu saja..