Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Lembaran Emas Bertulisan Kuno Hasil Wangsit Banyak Ditawarkan ke Kolektor

29 Maret 2022   13:16 Diperbarui: 31 Maret 2022   05:30 324 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prasasti emas/kiri dan prasasti asli/kanan. Ternyata aksaranya terbalik, perhatikan tanda panah merah (Sumber: IG warjadul/kiri dan Musnas/kanan)

Pada 25 Maret 2022 ada unggahan dari seseorang di Instagram soal prasasti kuno pada lembaran emas. Disebut-sebut di dalamnya tentang riset di Universitas Hamburg, Jerman dan sebuah laboratorium di Surabaya. Ia menyertakan pula hasil pembacaan seorang dosen UGM dari Sastra Jawa.

Lembaran emas tersebut sungguh 'luar biasa'. Ada hiasan dua arca pada bagian atas. Berat lembaran tersebut 34,18 gram sebagaimana terlihat pada angka timbangan.

Ada 10 postingan di akun tersebut, termasuk video singkat di laboratorium. "Amazing results, dari riset bahasa kuno sansekerta...bla bla bla...".

Ia melanjutkan, dari riset bahan by x-ray & microscope zoom system ratio 1:6, standard objective magnification 0,75x to 4,5X...bla bla bla...".

Banyak komentar memuji koleksinya itu. Pasti yang tidak tahu prasasti. Namun ada pula yang mengoreksi tapi tidak ditanggapi. "Aslinya dari batu," kata seseorang. Saya tahu ia seorang aktivis komunitas yang giat belajar bahasa Jawa Kuno. Sejak lama banyak komunitas memang menyelenggarakan Sinau Aksara Jawa Kuno di beberapa daerah. Tujuannya untuk melestarikan bahasa Nusantara.

Prasasti dari emas, ternyata duplikasi dari Prasasti Gajah Mada (Sumber: IG warjadul)
Prasasti dari emas, ternyata duplikasi dari Prasasti Gajah Mada (Sumber: IG warjadul)

Media sosial

Adanya media sosial membuat postingan itu cepat tersebar. Di Facebook malah timbul guyonan. Maklum banyak dari mereka mengerti aksara Jawa Kuno. Mereka pun geleng-geleng kepala karena lembaran emas seperti itu dikatakan hasil wangsit, nemu di hutan, atau hasil 'menarik' dari dalam tanah. Ceritanya super mistik, tentu supaya orang percaya dan berharga mahal. Ada beberapa lembaran seperti itu sudah diketahui para arkeolog.

Banyak arkeolog pun ikut berkomentar. Apalagi mereka tergabung dalam organisasi profesi Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia dan Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia. Epigrafi adalah pengetahuan yang mempelajari aksara dan bahasa kuno. Para anggotanya terdiri atas arkeolog, sejarawan, dan peminat dari berbagai kalangan.

Kembali ke lembaran emas bertulis atau prasasti emas. Sebenarnya sudah lama fenomena duplikasi prasasti terjadi di Indonesia. Saya sendiri pernah tahu dari seorang kolektor yang dihubungi oleh penjual. Mungkin karena teknologi semakin berkembang, banyak perlengkapan untuk melakukan duplikasi tersedia di pasaran.

Saya pernah lihat di tayangan video di media sosial, seseorang sedang membuat duplikasi terhadap koin kuno. Hasilnya rapi sekali. Hanya pakar berpengalaman yang mampu membedakan koin asli dan koin hasil duplikasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan