Politik

Paolus Hadi dan Yohanes Ontot Memenangkan Pilkada Sanggau, Sekali Putaran

27 September 2013   05:16 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:20 1083 0 0

Paolus Hadi dan Yohanes Ontot memenangkan Pilkada Sanggau, sekali putaran

"Ini bukan pertempuran untuk menang atau kalah, tapi pertempuran yang menentukan bagaimana cara kita mati?"...(Mouna Rudo)

Walaupun belum ditetapkan secara resmi, pasangan Paolus Hadi dan Yohanes Ontot tidak terbendung memimpin perolehan suara dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sanggau yang dilaksanakan 19 September 2013 yang lalu.

Pasangan mantan aktifis, politikus serta birokrat generasi baru ini memimpin jauh dan diluar perkiraan banyak kalangan.

Berikut daftar perolehan suara versi Sabang Merah ,PH-YO Center:

1.Nasri Alisan-Losianus21.371(9,15%)

2.Lambok- Gusti Yusri43.349(18,57%)

3.Munsin-Supardi27.808(11,91%)

4.Paolus- Yohanes 127.333(54,55%)

5.Abang- Khironoto 13.575(5,82%)

Versi KPUD Sanggau :

1.Nasri Alisan-Losianus21,368 (9,15%)

2.Lambok- Gusti Yusri43,348 ( 18,57%)

3.Munsin-Supardi27,817( 11,91%)

4.Paolus- Yohanes 127,334( 54,55%)

5.Abang- Khironoto13,571(5,82%)

·Suara Sah 233.438. ·Suara Tidak Sah 4.929·Total suara 238.367.

Diseluruh 1141 TPS yang disediakan dan ditetapkan.

Hasil perhitungan Sabang Merah Center (PH dan YO), tak berbeda jauh dengan hasil sementara publikasi KPUD Kabupaten Sanggau.



Dengan angka-angka yang beredar seperti diatas, bisa dipastikan pasangan no 4 adalah suara mayoritas masyarakat pemilih di Sanggau. Jarak yang cukup signifikan membuat Pilkada ini akan terjadi satu putaran saja, jika tak ada aral menghalangi.

Pagi hari setelah pemilihan, Paolus Hadi sedikit tampak tegang, namun mencair ketika jam 1 siang 1141 TPS di seluruh wilayah menghentikan kegiatan pemilihan dan memulai hitung manual. Berbeda dengan pak Yohanes Ontot yang memang selalu tak terbaca ekspresinya.

Sebenarnya ini tidak terlepas dari berbagai beban psikologis yang datang sekaligus seperti gelombang, karena beberapa hari di masa akhir kampanye terbuka ibunda Paolus Hadi menurun kondisi kesehatannya dan dipindahkan dari ruang perawatan biasa ke ruang ICU RSUD Sanggau.

Almarhumah memang sudah lama mengalami sakit di usia senjanya. Tepat jam 9.45 WIB, ketika penghitungan suara versi Sabang Merah menunjukan keunggulan di seluruh 15 kecamatan, berita wafatnya ibunda datang dan merubah situasi Posko besar. Banyak yang terdiam dan bingung bersuara, gamang dan tak menyangka. Namun pekerjaan penghitungan dan kesibukan posko tetap berlangsung, sementara Bapak Paolus Hadi dan keluarga didampingi bapak Yohanes Ontot berserta pendampingnya segera menuju RSUD Sanggau.

Ya, tepat saat kemenangan itu datang Ibunda tercinta berpamitan menghadap Sang Pencipta. Sementara rombongan bapak Gubernur bergerak menuju Sanggau sejak pukul 7 malam, bermaksud menyambut kemenangan kedua tokoh Sanggau ini. Rombongan KB 1 itu tiba di Sanggau sekitar pukul 11.40, beristirahat sejenak di kediaman Paolus Hadi dan segera menuju penginapan. Setelah mendatangi rumah duka pagi hari, Bapak Cornelis dan ibu, keluarga, serta pendamping bertolak menuju Kabupaten Landak.

Malam itu, sebagai manusia biasa, saya (bahkan mungkin siapapun) hampir tak dapat memilah dan bingung harus bereaksi, namun inilah kenyataan yang harus dihadapi dengan kepala tegak.

Politik itu cair dan bisa memanfaatkan apa saja sebagai senjata. Di media sosial Facebook profil dengan nama Kristina Ivon sempat mengomentari peristiwa ini dengan tajam. Wafatnya ibunda Paolus Hadi, segera dijadikan topik pembicaraan yang agak tidak pada tempatnya. Gosip yang beredar bahwa almarhumah menjadi tumbal kesepakatan dalam kekuatan klenik dan mistis dalam usaha pemenangan. Issu yang beredar ini tak benar dan mengabaikan kemanusiaan. Soal hidup mati adalah kuasa Tuhan, Allah SWT, sang pencipta.

Kemenangan Paolus Hadi dan Yohanes Ontot adalah kemenangan masyarakat Sanggau dalam menentukan pemimpinnya 5 tahun kedepan. Ditengah begitu hebatnya politik uang dan konspirasi berapa tokoh yang menggabungkan kekuatannya untuk menggagalkan mereka menduduki tampuk pemerintahan di Sanggau.



Jika harus jujur, Sabang Merah-pun sebenarnya tak berjalan 100% lancar, banyak terjadi kendala. Namun didalamnya tergabung berbagai elemen yang mesinnya semua berjalan dan bergerak dengan target audience berbeda. Sehingga kekurangan satu tim tertutupi tim kerja yang lain. Posko lebih mirip sebuah rumah yang penuh dengan keluarga yang datang menghadiri pesta atau hajatan keluarga. Jabatan tangan, salam, sapa menyapa, canda, lebih banyak mewarnai dinamika didalamnya, bahkan reuni aktifis, teman dan saudara terjadi disini. Sinergi keluarga besar ini memberi warna dan membuat kerja berat ini terlihat lancar dan mudah.



Paolus Hadi muncul sebagai representasi pemimpin muda. Chris Fill ( 1999 ) menyatakan differentiation product and service sangat dibutuhkan dalam pemasaran yang akan membedakan produk yang ditawarkan dari produk saingan agar pelanggan mudah mengingatnya, tertarik, lalu memilihnya. Dengan membuat perbedaan yang jelas, terbukti mempermudah pemasaran pasangan PH-YO. Kematangan pemahaman birokrasi bapak Yohanes Ontot saling melengkapi dengan semangat muda Paolus Hadi, diharapkan akan membawa Sanggau energik dan tangkas untuk bekerja, berkarakteristik, responsif terhadap aspirasi rakyat, mampu mengartikulasikan isu-isu, program, dan janji-janji dalam kampanye menjadi sebuah kebijakan publik yang akuntabel.

Sebelum pasangan PH-YO mendeklarasikan dan mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Sanggau, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) telah memutuskan untuk mengusung pasangan berjargon SABANG MERAH ini. Di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau, PDI Perjuangan merupakan basis loyal pendukung partai berlambang Banteng dengan moncong putih yang telah terbukti berhasil memenangkan pemilu tahun 2009 di kabupaten Sanggau dan mendapatkan kursi terbanyak di legislative (6 kursi). Kedekatan emosional PDI Perjuangan dengan masyarakat Dayak sejak jaman presiden Soekarno (dinasti JC. Oevaang Oeray-M.Th Djaman) - Orde Baru-hingga Reformasi menjadi peluang cukup besar bagi kemenangan PH-YO. Terlebih segmen pemilih tradisional PDI Perjuangan di Kalimantan Barat (Sanggau) yang dipastikan akan mendukung dan memilih pasangan PH-YO. Selain itu, PDI Perjuangan juga dikenal sebagai partai yang sangat solid di Kalimantan Barat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pemilukada di beberapa kabupaten/kota dan pemilihan gubernur pada tahun 2007 dan 2012 lalu yang berhasil memenangkan bapak Drs. Cornelis MH ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Barat sebagai gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 dan 2013-2018. Diwaktu yang bersamaan Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak juga melksanakan Pilkada, dan sampai tulisan ini disampaikan sepertinya PDIP menyapu bersih seluruh pemenang perhelatan ini.

Dari lima pasang cabup dan cawabup yang bertarung, pasangan PH-YO mendapat dukungan partai politik paling banyak dibanding kandidat lain. Terdapat 11 partai politik dengan total 16 kursi di DPRD kabupaten Sanggau yang telah mendukung pasangan PH-YO. Dukungan dan kekuatan dari gabungan partai politik ini terbukti menjadi mesin politik yang diharapkan mendongkrak suara pasangan PH-YO. (Buletin SAPE’, JMPKB Yogyakarta).







NAMA PARTAI




JUMLAH

KURSI DPRD




JLH SUARA

PEMILU 2009




KETERANGAN






1.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

2.Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)

3.Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)

4.Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)

5.Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)

6.Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)

7.Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

8.Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)

9.Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura)

10.Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan)

11.Partai Bulan Bintang (PBB)




6 (enam)

3 (tiga)

1 (satu)

1 (satu)

1 (satu)

1 (satu)

1 (satu)

1 (satu)

1 (satu)

-

-




32.209

13691

7183

6593

3202

4849

2479

6661

8034

1463

0




Partai Pengusung

Partai Pendukung

Partai Pendukung

Partai Pendukung

Partai Pendukung

Partai Pendukung

Partai Pendukung

PartaiPendukung

Partai Pendukung

Partai Pendukung

PartaiPendukung






Jumlah




16




86.364










Kerja berat dan besar menunggu, masyarakat berharap kolaborasi pasangan ini mampu secara perlahan memperbaiki dan menata kembali Sanggau. Masyarakat yang ulet dan penyabar, dengan bangga menyambut duet pimpinan ini sambil mengawasi dan mengawal kerjanya. Sebuah kerja yang tidak mudah, namun bukan mustahil untuk dilakukan.Memang pasangan ini akhirnya dimenangkan oleh animo besar masyarakat yang sudah menyaksikan karya mereka berdua lebih dari kurun waktu 5 tahun atau lebih di bidangnya masing-masing, bukan karena uang, persekutuan mistis atau gerakan negatif mendiskreditkan pasangan lawan. Mereka pasangan alamiah yang secara kodrati memang telah digariskan bagi Sanggau saat ini.
Berlanjut ke bagian dua