Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Freelancer - Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Garuda Lumpuh, Penumpang Terlantar

9 Juli 2015   09:04 Diperbarui: 9 Juli 2015   09:04 3193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kebakaran yang melanda salah satu restoran di bandara Soetta pada hari Minggu (5/7) ternyata berakibat sangat fatal bagi maskapai penerbangan kebanggaan kita. Betapa tidak, ribuan penumpang terlantar di bandara Soetta, belum lagi di bandara tujuan dimana menanti para penumpang yang hendak menuju Jakarta seperti saya ini terdampar di bandara Hang Nadim, Batam. Hampir seluruh penerbangan Garuda pada hari itu terlambat sebagai akibat terbakarnya server yang berdampak pada gangguan sistem check in penumpang. Check in akhirnya dilakukan secara manual yang mengakibatkan antrian panjang di bandara.

Hal ini menjadi pelajaran penting baik bagi Garuda sebagai operator penerbangan dan Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara. Ada beberapa hal yang harus segera dibenahi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, antara lain:
  1. Server adalah barang yang harus terlindung dari berbagai kemungkinan bencana seperti api, air, gempa, dan sebagainya, sehingga harus diletakkan terpisah dan jauh dari hal-hal yang dapat mengakibatkan bencana tersebut. Peletakan server dekat dengan dapur tentu bakal mengundang bencana terutama api. Untuk itu pihak Angkasa Pura II harus merelokasi ulang tata letak serta desain ruang di bandara agar ruang server tidak berdekatan dengan dapur, serta instalasi listriknya juga harus terpisah dengan jaringan utama lain.
  2. Garuda sebagai operator penerbangan seharusnya memiliki cadangan listrik yang segera menyala sesaat setelah jaringan listrik utamanya mati, serta backup data yang dapat diakses cepat manakala server utama terjadi kerusakan. Di samping itu jadwal penerbangan Garuda dari Soetta sudah terlalu padat sehingga perlu pemecahan database dan beberapa server cadangan agar tidak terulang kembali kejadian tersebut.

Saya sendiri tidak tahu persis apa yang terjadi di Jakarta, tapi yang jelas harus ikut menanggung akibat kejadian tersebut. Jujur saja, saya cukup kaget dengan kejadian tersebut, karena ternyata sistem IT Garuda sangat rapuh sehingga ketika ada musibah sedikit saja sudah mengakibatkan delay hampir di seluruh penerbangannya. Mungkin untuk penerbangan langsung atau connecting dengan pesawat Garuda lain masih bisa diatasi, tetapi kasihan para penumpang yang connecting dengan operator penerbangan lain yang jadwalnya tidak terkena delay, seperti foto penumpang di atas yang akan terbang ke luar negeri dan connecting beberapa penerbangan sekaligus, tiketnya hangus sudah dan harus beli tiket baru.

N.B. Kronologis kejadian di Hang Nadim saya ceritakan di bawah ini.

Pukul 15.00 -18.00

Pesawat yang saya tumpangi seharusnya berangkat pukul 16.45 WIB, namun saat check in diberitahu petugas terjadi keterlambatan satu jam. Saya pikir ini kejadian biasa dan tidak perlu dikhawatirkan, walaupun di berita kabarnya kebakarannya cukup besar. Tanda-tanda ketidakberesan mulai terlihat ketika sudah lebih dari satu jam pesawat belum mendarat juga. Petugas konter keberangkatan Garuda mulai tampak panik menjawab pertanyaan para penumpang, dan mencoba menawarkan alternatif penerbangan dengan maskapai lain. Beberapa penumpang mengambil kesempatan tersebut, namun saya masih beranggapan bahwa kita akan berangkat malam ini juga, karena waktu kejadian kebakaran hutanpun saya delay sekitar 7 jam dan tetap diberangkatkan hari itu juga.

Pukul 18.00 - 21.00

Perasaan mulai was-was setelah berbuka puasa, dan saya coba tanyakan petugas apakah masih bisa ganti maskapai. Terlambat, karena hari Minggu sore merupakan peak season, pesawat keburu penuh. Saya cuma bisa pasrah, sambil tetap berharap pesawat tiba malam itu juga. Sementara penumpang lain mulai emosi, nyaris terjadi perang mulut, untung ada penumpang lainnya mengingatkan bahwa ini bukan kesalahan kru lokal, tapi dari Jakarta. Suasana kembali tenang setelah pihak Garuda memberikan kompensasi keterlambatan lebih dari 4 jam, namun tetap belum bisa memberikan kepastian terbang.

Pukul 21.00 - 01.00

Penumpang mulai resah karena pesawat tak kunjung tiba, sementara lampu landasan sudah mati. Akhirnya pihak Garuda menyediakan hotel sambil menunggu penerbangan esok harinya karena tidak mungkin lagi mendarat hari ini. Pukul 01.00 para penumpang dibawa menuju hotel, sementara sebagian yang merupakan warga Batam memilih tinggal di rumah sendiri.

Senin 09.00 - 11.30

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun