Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan featured

Awas!Jebakan Batman Harga Diskon di Mal

9 Juni 2018   13:55 Diperbarui: 26 Mei 2019   18:35 0 4 1 Mohon Tunggu...
Awas!Jebakan Batman Harga Diskon di Mal
Salah Satu Mal di Bandung (Dokpri)

Lebaran sebentar lagi tiba, pusat perbelanjaan mulai ramai pengunjung untuk membeli pakaian baru maupun pernak-pernik lainnya. Apalagi THR dari pemerintah sudah turun dan libur panjang sudah dimulai, para abdi negara tentu mulai berburu barang di pusat-pusat perbelanjaan di kotanya. Parkiran mulai penuh dan mal ramai oleh pengunjung mulai dari hanya sekedar melihat-lihat, ngabuburit, hingga memang benar-benar belanja.

Di musim menjelang lebaran ini biasanya para tenant di mal mulai menebar diskon dan promosi besar-besaran, bahkan ada yang berani hingga 90% dari harga normal. Setiap tenant besar bersaing menurunkan harga barang dalam mal yang sama. Hal ini dilakukan untuk menarik pembeli agar tidak hanya sekedar melihat-lihat saja tapi berbelanja sebanyak-banyaknya. Iklan yang eye-catching membuat pengunjung kalap hingga tidak berfikir dua kali untuk membeli.

Barang Promosi di Gerai Swalayan (Dokpri)
Barang Promosi di Gerai Swalayan (Dokpri)
Lalu benarkah harga-harga yang didiskon itu memang benar diskon atau hanya akal-akalan tenant untuk menarik pembeli? Berdasarkan pengamatan saya, ada yang memang benar-benar diskon, tapi ada pula yang harganya dinaikkan terlebih dahulu baru didiskon. Ciri-cirinya sebenarnya mudah ditebak, antara lain:

1. Barang menjelang expired

Biasanya barang-barang yang menjelang masuk kadaluarsa seperti makanan, atau model pakaian yang sudah tidak terkini, memang benar-benar didiskon untuk mengosongkan gudang. Daripada menumpuk barang di gudang dan belum tentu bisa dikembalikan ke pabriknya, lebih baik harganya diturunkan hingga mendekati harga dasar dengan keuntungan sedikit. Biasanya harga diskonnya maksimal 50% dari harga normal untuk makanan, dan 20-30% dari harga normal untuk barang lain.

2. Harganya wajar sebelum didiskon

Coba cek harga normalnya, paling tidak kita bisa mengukur dengan bahan yang digunakan berapa pantasnya harga pakaian tersebut. Misalnya menurut kita harga normalnya sekitar 150 - 200 Ribu, lalu diskon 10-20% berarti memang benar diskonnya. Namun apabila harganya tertulis 400 - 500 Ribu untuk bahan yang sama, lalu didiskon hingga 70%, ini berarti diskon akal-akalan alias barang tersebut sebenarnya dijual dengan harga normal. 

3. Diskon tidak melebihi 30%

Ciri lainnya kalau diskon beneran biasanya tidak sampai 30%, rata-rata 10-20% saja. Hal ini karena setiap tenant rata-rata mengambil margin sekitar 40-50 % dari harga distributor. Jadi mereka masih ada untung 10-20% dari harga dasar. Kenapa marginnya besar? Karena tenant juga harus mengeluarkan biaya untuk sewa tempat, bayar karyawan, dan biaya operasional lainnya serta keuntungan perusahaan.

Clearance Sale di Sebuah Toko (Dokpri)
Clearance Sale di Sebuah Toko (Dokpri)
4. Menghabiskan stok

Kadang walau masih jauh masa kadaluarsanya atau modelnya masih kekinian, diskonnya lebih dari 30%. Biasanya ini terjadi kalau ada gerai yang mau tutup selamanya seperti kejadian baru-baru ini dimana banyak tenant besar menutup gerainya karena tidak menguntungkan secara bisnis. Sebaiknya cari informasi kira-kira gerai mana yang bakal tutup mumpung menjelang lebaran sekalian clearing stock.

Salah Satu Gerai Tutup (Dokpri)
Salah Satu Gerai Tutup (Dokpri)
* * * *

Jadi telitilah sebelum membeli di mal atau tenant besar. Periksa kondisi barang termasuk masa kadaluarsanya. Ingat, harganya pas dan tidak bisa ditawar-tawar lagi serta tidak bisa ditukar setelah dibayar. Jangan terjebak euphoria THR jadi gila belanja tanpa memerhatikan kondisi barang dan harga yang sebenarnya.