Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Menikmati "Full Moon" di Malam Tahun Baru

1 Januari 2018   19:31 Diperbarui: 1 Januari 2018   19:56 983 4 2
Menikmati "Full Moon" di Malam Tahun Baru
Full Moon alias Bulan Purnama (Dokpri)

Malam pergantian tahun tak harus selalu dirayakan di tempat ramai atau di luar kota. Setelah bertahun-tahun merayakan tahun baru di perjalanan, di luar kota, bahkan di luar negeri, baru kali ini saya bisa menikmati tahun baru di halaman rumah sambil menyaksikan kembang api bertaburan di langit. Namun malam tahun baru kali ini lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan purnama alias full moon.

Berdasarkan kalender bulan atau Hijriyah, tanggal 1 Januari 2018 bertepatan dengan tanggal 14 Rabiul Akhir 1439 H yang berusia 29 hari. Jadi tanggal tersebut merupakan awal mula bulan purnama terbit hingga dua hari ke depan. Momen tersebut tak disia-siakan dengan mengabadikan permukaan bulan yang benar-benar bulat. Kali ini saya mencoba kamera Nikon Coolpix P-900 yang konon dalam iklannya mampu memotret guratan muka bulan yang konon penuh jerawat alias lubang-lubang meteor.

Ukuran Normal Tanpa Zoom (Dokpri)
Ukuran Normal Tanpa Zoom (Dokpri)
Kamera ini termasuk unik karena lensanya mampu memaksimalkan perbesaran hingga 83 kali! Padahal lensanya tertanam di tubuh kamera bukan lensa lepasan seperti kamera DSLR atau Mirrorless. Sejujurnya saya termasuk awam dalam dunia fotografi termasuk perkameraan, jadi memilih yang praktis saja daripada membeli kamera dan lensa yang mahal. Kamera ini bukanlah jenis DSLR atau Mirrorless, namun kemampuannya boleh dibilang nyaris setara namun pas bagi pemula seperti saya ini.

Perbesaran Maksimal Bulan Purnama (Dokpri)
Perbesaran Maksimal Bulan Purnama (Dokpri)
Penasaran akan kebenaran iklan tersebut, saat momen bulan purnama benar-benar saya coba untuk menangkap gambar permukaan bulan yang penuh dengan jerawat. Awalnya saya gunakan tangan lepas untuk memotret, namun semakin besar zoom semakin sensitif getaran tangan mengganggu ketepatan jepret obyek. Kadang nemplok di atas, kadang bergeser ke bawah. Baru setelah saya sandarkan ke dinding pagar, getaran relatif berkurang dan pengambilan gambar dapat berlangsung dengan sedikit leluasa.

Permukaan Bulan Tampak Jelas Dalam Potongan Gambar (Dokpri)
Permukaan Bulan Tampak Jelas Dalam Potongan Gambar (Dokpri)
Gambar yang dihasilkan memang benar-benar cukup memuaskan dahaga saya. Memang jangan terlalu berharap hasilnya sebaik lensa berharga, namun untuk pemula seperti saya hasilnya cukup luar biasa. Guratan jerawat permukaan bulan tampak jelas setelah diperbesar dan dipotong gambarnya. Artinya apa yang dipromosikan hasilnya mendekati kenyataan.

Senja di Rest Area KM 88 (Dokpri)
Senja di Rest Area KM 88 (Dokpri)
Sore hari sebelum malam tahun baru, saya sempat mampir di rest area KM 88 tepat saat mentari terbenam dan mencoba mengambil gambar saat momen tersebut. Dipadu dengan genangan air pasca hujan lebat sore harinya menghasilkan gambar mirror yang cukup unik. Sebuah warung tampak terbalik bersama baliho dan tiang PJU.

Sinar Kembang Api dari Atap Rumah (Dokpri)
Sinar Kembang Api dari Atap Rumah (Dokpri)
Namun kelemahan kamera ini adalah sulitnya memperoleh fokus yang tepat untuk obyek bergerak atau fotografernya bergerak seperti saat mengambil gambar dari pesawat atau mobil. Walaupun sudah beberapa kali dicoba namun tetap saja hasilnya kurang memuaskan. Saat mengambil gambar kembang api dimana nyala api bergerak dengan cepat, fokusnya jadi menyebar dan tidak jelas bentuk gambarnya.

Jadi, malam tahun baru tak harus ke luar rumah, namun bisa memanfaatkan momen terbaik di halaman rumah sambil menikmati secangkir kopi.