Mohon tunggu...
Dizki Somantri
Dizki Somantri Mohon Tunggu... Jurnalis amatir

looking for new juicy automotive news

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Kehadiran Mobil Listrik di Jakarta 2020

17 Januari 2020   13:56 Diperbarui: 17 Januari 2020   14:05 41 0 0 Mohon Tunggu...

Sudah tidak heran lagi bahwa kita sudah hidup di era baru, dengan perkembangan teknologi yang pesat dan lebih efisien. Kami memulai awal dekade ini dengan kedatangan mobil listrik ke  tanah jawa. Tahun lalu Presiden Joko Widodo telah mengesahkan rancangan Peraturan Presiden (PERPRES) No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. PERPRES Nomor 55 Tahun 2019 ini membuka peluang besar untuk pemasaran mobil listrik di Indonesia. Peraturan ini dirancang untuk mengurangi penghasilan karbon monoksida pada kota-kota sibuk seperti, Jakarta. Pemerintah telah menargetkan tahun 2025 untuk 20 persen dari mobil emisi karbon rendah untuk memulai produksi di Indonesia. Produksi mobil listrik di Indonesia akan berkembang dan mencapai 2 juta unit pada tahun 2030.

 "Kami ingin mendorong agar industri otomotif mau segera merancang, mempersiapkan untuk, ya membangun industri mobil listrik di Indonesia," ujar Presiden Joko widodo.

Tahun ini berbagai manufaktur mobil seperti, tesla, Nissan dan DFSK  ingin sekali memasarkan Mobil zero Emission ke Indonesia ditahun 2020. Manufaktur mobil  Amerika Tesla Motors akan memasarkan mobil listrik termurahnya yaitu, Tesla Model 3 ke Indonesia. Mobil sedan listrik Tesla Model 3 ini akan masuk pemasaran mobil Indonesia dengan tiga package yang tersedia yaitu, Performance package, standard range plus, dan long range. Dengan kapasitas untuk menampung  5 penumpang, mobil Tesla Model 3 ini juga dilengkapi dengan baterai yang berkapasitas besar dengan estimasi 75 kWh. Mobil listrik Tesla Model 3 dengan package Standard Range Plus mampu menempuh jarak hingga 402 Km, sedangkan versi Long Range dapat menempuh jarak sejauh 518 Km. Perusahaan Tesla menawarkan model 3 dengan harga mulai Rp 1,4 miliar.

Nissan merupakan salah satu brand manufaktur mobil yang terkenal di Indonesia. Ditahun 2020 Nissan akan meluncurkan model mobil Hatchback listrik terbarunya, yaitu Nissan Leaf 2020. Mobil listrik Nissan Leaf ini terdiri dari 6 varian, yaitu Model S, Model SV, Model SL, dan versi Plus nya. Mobil ini memiliki baterai dengan kapasitas 110 kWh dengan fitur "quick charge" dan dapat menempuh jarak hingga 363 Km. Dengan ukuran bagasi yang lumayan besar, mobil Nissan ini juga dapat menampung 5 penumpang, fitur  ini merupakan hal yang mengesankan untuk mobil berukuran kecil. Perusahaan Nissan akan menawarkan Model Leaf 2020 dengan harga mulai Rp 432 Juta.

Perusahaan mobil PT. Sokonindo Automobile atau DFSK telah mempertunjukan mobil SUV listrik terbarunya di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yaitu, Glory E3. Mobil listrik Glory E3 ini memiliki baterai berkapasitas 52,5 kWh yang dapat menempuh jarak hingga 405 Km. salah satu keunikan mobil ini adalah fitur colokan "Quick Charge" yang terletak disebelah kanan, sementara terdapat colokan "Standard Charge" disebelah kiri.  Model Glory E3 juga dapat menampung 5 penumpang dengan ukuran bagasi yang besar. Mobil listrik DFSK Glory E3 akan masuk pasar automotif Indonesia dengan harga mulai Rp 394,2 juta, walau harga mobil ini pun belum menentu. DFSK Glory E3 merupakan pilihan mobil Zero Emission termurah di pasar automotif Indonesia sekarang, hal ini menjadi keunggulan dari model Glory E3.

Tahun ini Indonesia telah diserbu oleh berbagai pilihan mobil Zero Emission dengan mobil Tesla Model 3 sebagai pilihan termahal, hingga DFSK Glory E3 sebagai pilihan termurahnya. Kedatangan kendaraan listrik ini membuka jalan baru bagi industry automotif lainnya, seperti Fisker Automotive, Pininfarina Batista,  G-Wiz dan BYD Auto untuk memasarkan mobil listrik di Indonesia.  Kendaraan listrik akan berperan dalam mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, dan pemerintah pun juga memandang kendaraan listrik sebagai solusi dalam mengatasi polusi udara di Jakarta. Meskipun Jakarta membutuhkan kendaraan ramah lingkungan, trasisi untuk penerimaan mobil listrik akan menjadi tantangan yang tidak mudah. Permintaan energi listrik akan meningkat dengan dibutuhkannya sistem Charging Points  sebagai sumber energi mobil listrik disekitar kota Jakarta. Apabila mengikuti regulasi negara Inggris, jarak rata-rata antara setiap Charging Points adalah 6 Km. Pembangunan sistem Charging Points disekitar ibukota Jakarta akan memakan dana yang cukup besar.

Kendaraan listrik berdampak positif bagi lingkungan, namun menurut para ahli kenyataannya sangat berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh ERIA (Economic Research Institute for ASEAN), kehadiran mobil listrik di Indonesia akan memiliki dampak yang kecil terhadap pengurangan emisi karbon dioksida di Jakarta. Hal ini dikarenakan oleh penggunaan batu bara sebagai sumber energi PLN hingga tahun 2025. Perubahan yang ingin diwujudkan dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019, memiliki berbagai tantangan berat didepannya. Bagaimana pemerintah menyikapi perubahan yang ingin dicapai akan menentukan kesuksesan visi dan harapan untuk lingkungan Jakarta yang lebih sehat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x