Mohon tunggu...
Diva Nabilla
Diva Nabilla Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Be yourself

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Selalu Ada Proses dan Perlakuan Orang Tua untuk Mengembangkan Minat Bakat Anak

2 Desember 2020   23:22 Diperbarui: 2 Desember 2020   23:24 46 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selalu Ada Proses dan Perlakuan Orang Tua untuk Mengembangkan Minat Bakat Anak
shutterstock

Bakat dan minat merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan. Secara tidak langsung bakat dan minat sudah menjadi makanan sehari-hari. Mengapa demikian? Karena dua hal tersebut selalu memiliki hubungan dengan kegiatan sehari-hari. 

minat dikatakan sebagai ketertarikan pada suatu hal, sedangkan bakat merupakan keahlian dan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu dari minat tersebut. Bakat juga sering didefinisikan sebagai kapasitas belajar yang lebih unggul yang membuat anak-anak lebih cepat belajar sesuatu daripada anak lain. Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu. (Maprare dan Slameto; 1988; 62).

Minat menjadi pintu terbesar untuk menstimulasi perkembangan si anak usia dini. Melalui beberapa hal termasuk kegiatan yang mereka sukai, anak-anak bisa melakukan sesuatu dengan senang dan dalam jangka waktu yang lama. Seperti, menggambar, melukis, bercerita,dan masih banyak lagi macam-macam kegiatan. Hal ini dapat mempengaruhi metode belajar yang dapat dilakukan dengan menggunakan minat anak sebagai awal dari pembelajaran anak usia dini. Namun, tak banyak orangtua yang memahami minat dan bakat yang dimiliki anak usia dini tersebut sehingga terjadi kelalaian dalam mengembangkan bakat dan minat pada waktu emas anak usia dini yaitu dari umur 1 hingga umur 8 tahun. 

Sedangkan bakat merupakan karunia dari Tuhan yang sudah merupakan ikatan dari lahir. menurut Gallup (2001) bahwa bakat merupakan pola pikir, perasaan dan perilaku yang berulang-ulang dan dapat meningkatkan produktivitas. Berdasarkan pengertian tersebut, maka bakat itu tidak hanya menyangkut kecakapan tertentu, tetapi juga berkaitan dengan adanya peran untuk mengembangkan. ada 2 jenis bakat, yaitu:
1. Kemampuan pada bidang khusus. Misalnya bakat musik, melukis, dll.

2. Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan khusus , misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang taknik arsitek.

Hal yang sebaiknya orang tua lakukan agar tidak lalai mengenai bakat dan minat tersebut Srbagai berikut.

1. alangkah baiknya orang tua mendampingi anak usia dini saat bermain di lingkungan sekitar karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap minat. Dengan adanya lingkungan yang baik maka, anak usia dini dapat menumbuhkan minat yang baik juga. Sebaliknya jika lingkungan yang didapat tidak baik maka minat yang mereka tumbuhkan juga tidak baik. 

2. Orang tua sebaiknya mengikutsertakan anak usia dini dalam mengapresiasi kegiatan yang baik. Manfaat mengikutsertakan dalam kegiatan tersebut adalah untuk mendukungnya terus bersemangat dalam belajar dan mengembangkan minat dan bakatnya. Meskipun sesuatu yang dihasilkan anak-anak masih jauh dari kata sempurna menurut pandangan orangtua, tetapi tidak ada salahnya orang tua untuk tetap mengapresiasikan hasil karya anak dan menguji agar anak usia dini dapat meningkatkan minat dan bakatnya. 

3. Orang tua menjelaskan kepada anak agar dapat membuka wawasan anak menjadi lebih luas. Ada banyak cara untuk menjelaskan dunia yang beragam kepada anak. Anda bisa menstimulasinya melalui perjalanan atau traveling ke berbagai kota, menonton berbagai jenis film sesuai dengan usia anak, membaca buku seperti buku cerita, cerpen dan juga masih banyak lainnya.

4. Mengajak anak usia dini menghasilkan berbagai karya yang dapat meningkatkan minat dan mengembangkan bakat. misalnya seperti bercerita, bernyanyi, menulis puisi, melukis, atau membuat sesuatu yang menarik lainnya.

5. Memberi dukungan terhadap anak usia dini dan memberi apresiasi keberanian agar anak berani dalam melangkah ke masa depan. Keberanian membuat kita mampu menghadapi tantangan atau hambatan, baik yang bersifat fisik dan psikis maupun kendala-kendala sosial atau yang lainnya. Setelah memberi motivasi agar anak usia dini berani menghadapi sesuatu orang tua dapat memberi latihan sederhana juga menarik dan menyenangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN