Mohon tunggu...
Dinda Maria
Dinda Maria Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Presentasi Diri pada Konten Edukasi di Media Sosial

9 April 2021   11:19 Diperbarui: 9 April 2021   11:29 23 0 0 Mohon Tunggu...

Media sosial saat ini makin memberi ruang bagi pengembangan diri secara individu, salah satunya adalah pemanfaatan internet dalam beragam bentuk self-presentation. Bentuk presentasi diri di media sosial online pun makin beragam dengan pelaku yang tak hanya orang populer di media massa. Media sosial pula sudah menjadi gaya hidup baru yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia tidak terkecuali oleh masyarakat Indonesia. Banyaknya aktivitas yang dapat digunakan pada media sosial ini yang menjadi salah satu faktor pesatnya perkembangan media sosial. Selain itu, kita juga hidup di era digital yang dimana setiap orang memiliki kebebasan mengakses media online.


Dilansir oleh Hootsuite dan We Are Social bahwa pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2020 sudah mencapai 160 juta pengguna. Dan platform yang paling banyak diakses adalah youtube yaitu sebanyak 88% dari jumlah populasi. Saat ini, tercatat ada 170 juta jiwa orang Indonesia yang merupakan pengguna aktif media sosial. Rata-rata dari mereka menghabiskan waktu 3 jam 14 menit di platform jejaring sosial. Dari hal itu dapat dilihat bahwa pengguna media sosial setiap tahunnya selalu meningkat dan youtube dipilih sebagai platform paling banyak diakses dikarenakan keberagaman fitur dan konten yang dimilikinya.


 Dalam buku Jean Burgess dan Joshua Green yang berjudul " Youtube Digital Media And Society Series " Chan Hurley, Steve Chen and Jawed Karin mengatakan, " YouTube was one of a number of competing services aiming to remove the technical barriers to the widespread sharing of video online. The website provided a very simple, integrated interface within which users could upload, publish, and view streaming videos without high levels of technical knowledge, and within the technological constraints of standard browser software and rela-tively modest bandwidth". (Jean Burgess and Joshua Green : 1, 2009).
Tak hanya penggunaan YouTube yang makin masif, namun konten yang sangat beragam, mulai dari hiburan, life style, sampai edukasi menjadikan youtube sebagai salah satu media yang digunakan untuk melakukan presentasi diri, dan hal itu menjadikan fenomena ini makin menarik untuk diamati.
 Selain itu, konsep dari presentasi diri yang sebenarnya adalah sebagai manajemen kesan, dimana setiap individu berusaha untuk menciptakan kesan positif dihadapan orang lain (Zarghooni, 2007). Dari konsep tersebut dapat diartikan bahwa seorang yang memanfaatkan media sosial akan membuat kesan yang mereka harapkan dan juga dapat mempengaruhi pengikutnya. Presentasi diri (self-presentation) mengacu pada keinginan kita untuk menampilkan sebuah gambaran yang diinginkan, yaitu terhadap penonton eksternal (orang lain) dan terhadap penonton internal (diri sendiri). 

Self-presentation adalah sebuah tindakan dari mengekspresikan diri dan berlaku dalam jalan-jalan yang dibuat untuk menciptakan kesan yang menyenangkan atau sebuah kesan yang berhubungan dengan sesuatu yang ideal menurut seseorang.
Banyaknya sarana komunikasi berbasis internet yang menyediakan kesempatan baru untuk self-presentation, secara khusus melalui situs jejaring sosial, sehingga memberi kesempatan secara strategis menciptakan laman profil (custom), dan presentasi diri dalam ranah identitas menjadikan kita memiliki pertimbangan atas konten yang akan ditampilkan. Pertimbangan akan seleksi konten tersebut dapat terlihat dari beberapa aspek mulai dari pakaian sampai partisipasi yang terlibat dalam produksi konten. Selain itu konten yang dihadirkan juga akan mempengaruhi presentasi diri orang yang membuat konten dari viewersnya. Konten tema edukasi akan membuat orang yang membuatnya memiliki presentasi diri yang berbeda, dan walaupun konten edukasi tidak sepopuler yang lainnya, namun konten-konten edukasi yang menarik dan disajikan dengan tampilan visual kekinian akan mempengaruhi pengikut konten tersebut. Konten edukasi membuat viewers dari content creator yang membuatnya mengetahui apa yang belum diketahui sebelumnya. Oleh karena itu, penggunaan konten edukasi dalam membentuk presentasi diri penting untuk dilakukan.
Seberapa pentingnya konten edukasi dalam pembentukan presentasi diri:


pertama pada konten edukasi dapat memberikan kepercayaan (trust) pada pengikut media sosialnya, pengikut dari content creator yang memberikan konten edukasi tersebut akan merasa yakin bahwa dari apa yang disampaikan pasti berpengaruh dan bermanfaat baginya.


Kedua, content creator akan membantu menciptakan pengikut (viewers) yang cerdas sehingga meningkatkan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat baginya.


Ketiga, konten edukatif mendukung dalam upaya meningkatkan presentasi diri untuk mempengaruhi pengikut (viewers).


Dari penjelasan diatas, saya mengambil contoh selebriti internet yaitu Jerome Polin. Presentasi diri Jerome Polin dalam menyampaikan informasi melalui video mengenai konten edukasi memberi pengaruh pada viewers yakni yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan yang tidak tertarik menjadi tertarik. Cara penyampaian Jerome Polin dalam memberikan informasi sangat mudah dipahami dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Penggunaan media sosial sebagai media presentasi diri adalah guna menyampaikan informasi, ide, gagasan atau pengaruh sekalipun saran kepada pengguna media sosial untuk terus menjadi insan yang kreatif dan mampu menjadi pengaruh positif bagi banyak orang. Tidak hanya sebagai sarana presentasi diri, jauh daripada itu media sosial dapat dioptimalkan fungsinya sebagai sarana pengasil impact positif untuk khalayak apabila para content creator sadar betul dengan fungsi dan tujuan dibuatnya konten itu sendiri.

Referensi
Jean Burgess and Joshua Green. (2009). Youtube: Online Video And Participatory Culture. UK. Polity Press

https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report-2020/

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN