Mohon tunggu...
Diky Andika
Diky Andika Mohon Tunggu... Freelancer

Sebuah Karya Semata.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Boomingnya Bersepeda di Masa New Normal.

11 Juli 2020   00:22 Diperbarui: 11 Juli 2020   01:24 22 2 0 Mohon Tunggu...

Dimasa-masa pandemi Covid-19 kemarin hampir 4 bulanan masyrakat menjalani Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Dengan hampir 4 bulan berada di dalam rumah banyak masyarakat yang jenuh beraktivitas rumahnya masing-masing. Lalu dengan dicabutnya masa PSBB disetiap daerah yang dianggap sudah ada penurunan kasus positif Covid-19 Pemerintah daerah dapat kembali membebaskan masyarakatnya untuk beraktifitas secara normal namun dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Tidak heran dengan di cabutnya status PSBB dimasing-masing daerah, banyak masyarakat yang tadinya beraktifitas didalam rumah  berbondong-bondong untuk beraktifitas diluar rumah untuk menghilangkan kejenuhannya dengan cara berolahraga. Olahraga yang sekarang sedang booming yaitu bersepeda, banyak masyarakat yang berolahraga bersama keluarganya dengan cara berkeliling menggunakan sepedanya masing-masing. Mungkin dengan cara berkeliling dengan sepeda tersebut banyak masyarakat yang dapat menghilangkan rasa jenuhnya pada saat diperintahkan oleh Pemerintah untuk diaam didalam rumah.

Namun harus diperhatikan dalam berolahraga sepeda ini haruslah mematuhi Protokol kesehatan yang berlaku seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan alat keselamatan pada saat bersepeda. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, ada sejumlah protokol dalam berolahraga di ruang publik. Misalnya, saat Anda bersepeda.

"Apabila bersepeda, jaga jarak kurang lebih 20 meter," ujarnya dalam video virtual yang ditayangkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (9/7).

Selain menjaga jarak kurang lebih 20 meter, pesepeda haruslah taat dalam berlalu lintas, tetap berkonsentrasi dalam bersepeda, pada saat bersepeda secara ramai-ramai atau konvoi sebaiknya diatur secara rapih dan tidak bercanda saat bersepeda dijalan protokol atau jalan raya yang ramai kendaraan umum agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Namun sangat disayangkan juga ketika masyarakat sedang antusias-antusiasnya dengan olahraga bersepeda yang ramah lingkungan ini, fasilitas bersepeda banyak disalahgunakan seperti yang terjadi di Semarang. Dilansir dari kompas.com Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan jalur khusus sepeda di Semarang pernah dibuat di area jalur lambat yakni Jalan Indraprasta dan Jalan Soegijapranata. Tidak hanya itu, jalur khusus sepeda juga pernah diaktifkan pada 2010 di seputaran Jalan Pemuda, Jalan Pahlawan, Simpanglima, Jalan Pandanaran dan Jalan Dr Cipto.

"Kondisi jalur khusus sepeda itu kini telah beralih fungsi menjadi tempat parkir di pinggir jalan. Tidak ada petugas yang melarang," jelas Djoko di Semarang, Jumat (10/7/2020). Djoko menyebut sekarang jalur khusus sepeda hanya ada di Jalan MT Haryono, tapi hanya berupa marka kuning.

Dengan adanya penyalahgunaan tersebut Djoko berharap pembangunan infrastruktur jalur sepeda akan banyak dilakukan oleh pemda untuk mewujudkan jalur sepeda berkeselamatan.

VIDEO PILIHAN