Kotaksuara

Rapatkan Barisan Para Kader Cianjur, Hasanah Optimis Menang

14 April 2018   00:12 Diperbarui: 14 April 2018   00:44 450 0 0



Sejumlah kader-kader PDI Perjungan yang tersebar di berbagai daerah Jawa Bart, kini sudah merapatkan barisan untuk memenangkan Pasangan Hasanah dalam perhelatan Pilgub Jabar 2018. Sebagai salah satu  daerah yangmenjadi basis suara yang ditaksir akan mendongkrak perolehan suara untuk Hasanah ini, yakni di daerah Cianjur.

Oleh karena itu, TB. Hasanuddin atau yang kerap disapa Kang Hasan melakukan konsolidasi bersama para kader se-kabupaten Cianjur pada hari Juma't (13/04/2018).  

Melihat antusiasme para kader serta kuatnya persatuan para kader di kabupaten Cianjur ini, Kang Hasan pun menargetkan perolehan suara sebanyak 35 persen untuk Hasanah, dari total pemilih di Kabupaten Cianjur.

Kang Hasan yang berpasangan dengan Anton Charliyan (Kang Anton) itu mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah terlebih dahulu mengkaji lebih dalam, dengan melihat situasi dan hasil observasi data yang akurat di lapangan.

"Kami analisa, meninjau ke lapangan, kami menghitung by name by address, dan mendapatkan angka itu dan ditotal target 35 persen di Cianjur, Insyallah," ungkap Kang Hasan, usai menghadiri Konsolidasi Kemenangan Hasanah di Kabupaten Cianjur, Jumat (13/4/2018).

Kang Hasan yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat optimis, akan memenangkan kontestasi pilkada Jawa Barat 2018, dengan kerja keras dan merangkul seluruh elemen masyarakat Jawa Barat, terutama menguatkan dukungan di grassroots.

Tidak hanya itu, yang menjadi kekuatan secara menyeluruh dari pasangan ini, karena adanya 7 program, seperti Bogagawe, Jabar Seubeuh, Jabar Cageur, Imah Rempeg, Sakolagratis, Turkamling dan Budaya serta Molototcom, yang dinilai sangat dekat dengan harapan rakyat, serta diyakini mampu membawa Jawa Barat lebih baik lagi ke depan.

"Dengan latar belakang kami, Saya dan Kang Anton terbiasa membuat program yang terukur dan tdak mengawang awang. Insyallah komitmen untuk merealisasikan program tersebut," jelasnya.

Melihat Kabupaten Cianjur ini, Kang Hasan juga sempat menyoal pembangunan di Jawa Barat yang masih memiliki ketimpangan. Salah satunya masalah ini, yakni terdapat di Kabupaten Cianjur bagian utara dan Cianjur bagian selatan.

Untuk itu Kang Hasan akan mengkaji lebih dalam dan objektif terkait usulan pemekaran beberapa daerah di Jawa Barat. "Manfaat yang akan didapat oleh masyarakat seperti apa?lebih buruk atau lebih baik," ungkapnya.

Menurut Kang Hasan jika pemekaran tersebut berdampak baik serta mampu meratakan pembangunan dan mempermudah akses di segala bidang bagi masyarakat Cianjur, dirinya mendukung adanya pemekaran tersebut. "Misalnya di Cianjur Selatan, Garut Selatan dan Tasik Selatan," imbuh Kang Hasan.

"Dilihat dari letak gegorafis Jawa Barat terlalu berat ke utara, saya sepakat diwilayah Cianjur ada pemekaran, tapi harus melalui survey, kalau survey mengatakan itu bermanfaat, why not, maju mekarkan," tegasnya.

Dengan digelarnya konsolidasi dengan sejumlah para kaader di tiap daerah, pasngah Hasanah ini sudah bisa merangkul basis-basis suara yang akan diperolehnya nanti, selain mesin partainya yang bergerak, para kader PDI Perjuangan  sebagai partai pengusung terlihat sangat solid serta benar-benar bersatu untuk saling bahu membahu memperjuangkan kemenangan Hasanah sebagai Gubernur dan Calon Gubernur 2018-2023.

Beda halnya dengan gaung pasangan lain, dilihat dari mesin partai sebagai pengusung tidak begitu kentara dalam mendorong kemenangan para calonnya, padahal hal tersebut sangatlah penting untuk mendongkrak perolehan suara yang ada di daerah-daerah atau dapil-dapil yang akan memberikan sumbangsih terhadap perolehan suara para calon tersebut.

Pasangan Hasanah justru sangat sadar, dengan melakukan konsolidasi dengan para kader di beberapa daerah, pasangan ini sangat menghargai atas kinerja partai dan orang-orang di sekelilingnya yang telah berjuang keras mendorongnya sejak awal. Ia tak ingin hanya sekedar popularitas semu, tapi dirinya ingin tampil sebagai sosok pemimpin yang bisa merangkul siapa saja, terutama para kader yang telah memperjuangkannya.