Mohon tunggu...
Didno
Didno Mohon Tunggu... Guru Blogger Youtuber

Guru yang suka ngeblog, jejaring sosial, nonton bola, jalan-jalan, hobi dengan gadget dan teknologi. Info lengkap didno76@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Mudahnya Menulis, Sulitnya Mengucapkan Kata Maaf dan Memaafkan

13 Mei 2021   16:11 Diperbarui: 13 Mei 2021   16:13 350 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mudahnya Menulis, Sulitnya Mengucapkan Kata Maaf dan Memaafkan
Saling Memaafkan (Dok. Jogjaprov.go.id)

Meminta maaf sebenarnya mudah tetapi sulit diucapkan pada saat kita sedang marah dan emosi. Begitu juga dengan memaafkan sebenarnya mudah cukup dengan berjabat tangan atau mengucapkan saya "maafkan" tetapi ini sulit dilakukan pada saat hati kita masih ada rasa dendam dan benci.

Membuat ucapan selamat hari raya Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin sangat mudah dengan menulis status, membuat ucapan minta maaf menggunakan aplikasi atau dengan membuat video permintaan maaf kemudian dibagikan di media sosial tetapi sangat sulit untuk meminta maaf dan memaafkan secara langsung.

Ada rasa malu, enggan, gengsi dan lain-lain saat meminta maaf atau mengucapkan kata maaf kepada orang lain yang telah membuat hati kita luka, membuat kita malu, membuat kita marah karena perbuatan orang lain tersebut.  

Namun umat Islam sangat beruntung karena ada hari raya Idul Fitri dimana kita dianjurkan meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain Karena pada hakikatnya semua manusia pasti memiliki kesalahan baik itu sengaja atau tidak sengaja. Baik kesalahan karena lisan, tindakan atau karena tulisan kita di media sosial atau lainnya.

Seorang anak pasti memiliki kesalahan kepada orang tuanya begitu juga orang tua punya kesalahan kepada anaknya. Tetangga memiliki kesalahan juga dengan tetangganya, seorang teman mempunyai kesalahan kepada temannya, seorang bawahan memiliki kesalahan kepada atasannya, begitu juga atasan memiliki kesalahan kepada bawahannya.

Dalam hidup pernah mengalami sulitnya memaafkan orang lain karena telah memfitnah sehingga harus rela keluar dari tempat pekerjaan. Tetapi rupanya Allah SWT memiliki rencana yang luar biasa. Karena dari masalah tersebut saya beralih profesi menjadi seorang pendidik dan mendapatkan pelajaran sangat berharga dalam hidup ini.

Lebih dari 13 tahun akhirnya baru memahami semua jalan hidup ini, orang yang telah memfitnah tersebut akhirnya didemonstrasi oleh pekerja yang lain dan dia harus mengundurkan diri secara tidak hormat.

Teman-teman dulu yang dulu pernah terkena hasutan dia, sekarang mengetahui bahwa selama ini dia salah menilai seseorang. Saya tetap berteman dengan mereka walaupun dulu pernah benci kepada saya karena hasutan dan fitnahan tersebut.

Sekarang di tempat kerja dulu mengalami masalah sejak pandemi Covid-19. Tingkat hunian hotel semakin hari semakin menurun. Bahkan untuk menggaji karyawan pun, perusahaan harus mengambil keputusan yang sangat sulit yakni dengan mengurangi waktu kerja dan bayaran sesuai hari masuk kerja.

Perusahaan tidak memutus hubungan kerja atau PHK tetapi dengan cara membayar gaji hanya berdasarkan hari masuk kerja. Dengan kondisi seperti ini banyak pegawai yang keluar dari tempat kerja atau sambil kerja atau bisnis yang lain di luar kerjaannya.    

Setiap rekan-rekan yang dulu satu tempat kerjaan dan bertemu kembali mereka pasti bilang "wah enak sekarang jadi guru PNS, tidak seperti saya yang kalau gajian hanya berdasarkan waktu masuk kerja, tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari".  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x