Sosbud Pilihan

Terbangkan Cita-citamu, Nak, Setinggi Langit

9 September 2018   19:31 Diperbarui: 9 September 2018   19:40 308 0 0
Terbangkan Cita-citamu, Nak, Setinggi Langit
Marsya dan Vira beserta anak-anak lainnya mengikuti lomba menerbangkan pesawat kertas dalam rangkaian perayaan HUT Ke-73 RI di Cluster Sutera Mansion, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu, 18 Agustus 2018, pukul 16.00. FOTO oleh WINDARTO

"Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". (Bung Karno)

Kepercayaan sang proklamator, Soekarno, terhadap anak muda itu seakan direfleksikan para generasi mungil Sutera Mansion, sebuah perumahan kluster di bilangan Pamulang, Tangerang Selatan.

Dengan tatapan mata tajam dan mimik muka serius, Marsya (10) menerbangkan pesawat mini ke udara. Melalui kerja sama yang apik dengan sang ibu, ia menyulap secarik kertas putih polos menjadi pesawat dengan moncong yang lancip.

Tidak kalah tangkas, Vira (7) mengayunkan tangan kanannya dengan penuh keyakinan. Ia menerbangkan pesawat yang dinamai Srikandi. Angin yang bertiup sepoi seakan meningkahi pesawat itu.

"Saya ingin menerbangkan pesawat ini setinggi-tingginya. Saya ingin jadi pilot," ujar Vira, Sabtu (18/8/2018).

Ajang Lomba Menerbangkan Pesawat dalam perhelatan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-73 di Kluster Sutera Mansion, RT 008/RW 009, Jalan Inpres, Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, itu diselenggarakan untuk mengasah kecerdasan anak-anak dalam membuat sebuah kerajinan tangan berupa pesawat terbang dari bahan kertas.

Selain itu, tujuan perlombaan itu untuk menciptakan kecerdikan anak-anak dalam memenangi kompetisi dan tentu saja bergembira bersama.

Panitia tujuh belasan memahami bahwa cara mengisi kemerdekaan di antaranya dengan memfasilitasi anak-anak dan para remaja untuk mengaktualisasikan bakat dan minat sekaligus membentuk karakter baik.

Dalam kesempatan ini, izinkan penulis sekadar menceritakan sedikit tentang Kluster Sutera Mansion. Perumahan dengan sistem "one gate" ini berdiri di atas lahan bekas kebun seluas lebih kurang 1,5 hektar.

Dibangun oleh Pengembang PT Dwijaya Propertindo, proyek properti itu sukses menangkup untung dengan menjual total 76 unit dalam waktu tidak sampai satu tahun.

Perumahan ini bertetangga dengan Perumahan Vila Dago dan Wellington. Penghuni dimanjakan oleh berbagai fasilitas di sekeliling. Sungguh mudah untuk menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, kuliner, rekreasi dan sebagainya di lingkungan ini.

Ada beragam sekolah dari level taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Ada berbagai sarana kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit umum dan rumah sakit khusus ibu dan anak. Ada puluhan sarana pertokoan hingga kuliner dari level kaki lima hingga bintang berkelas.

Bahkan, diproyeksikan Pamulang 2, letak perumahan Mansion, menjadi sentra kesibukan Tangerang Selatan karena pemerintahan Kota Tangerang Selatan ada di wilayah ini. Pun sungguh tidak jauh menjangkau akses kereta rel listrik dan akses pintu masuk tol.

Warga Mansion yang beragam sangat nyaman tinggal di kompleks ini selama lebih kurang enam tahun terakhir. Moto kerja sama dalam persamaan dan toleransi dalam perbedaan selalu menjadi semboyan hidup bersama. Beragam profesi digeluti oleh penghuninya.

Ada warga yang mengabdi sebagai aparatur sipil negara. Ada pula penghuni yang menekuni profesi pekerja swasta, pengusaha. Lengkap rasanya kapasitas warga Mansion karena ada yang menjadi ustadz, dosen, guru, tenaga kesehatan, dan beberapa profesi mulia lainnya.

Dengan beragamnya kapasitas para penghuninya tersebut, tidak butuh waktu lama, Kompleks Mansion bisa mendirikan mushala bernama Al Hariir dan membuat pusat olahraga berupa lapangan basket, lapangan voli, dan sarana olahraga lainnya.

Tentu saja sarana yang dikerjakan swadaya tersebut karena kegigihan penghuninya dan peran serta dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan segenap dermawan yang mulia.

Dalam kesempatan rekleksi HUT Kemerdekaan dan 6 tahun lahirnya perumahan Sutera Mansion, beberapa tokoh Sutera Mansion berkesempatan memberikan testimoni pesan kemerdekaan dalam berbagai perspektif, yang ditujukan bagi penghuni Perumahan Sutera Mansion pada khususnya dan sidang pembaca pada umumnya.

Ismojo ST, MT, pengajar pada Program Studi Teknik Mesin Otomotif Diploma III  Institut Tenologi Indonesia (ITI), salah satu penghuni Perumahan Sutera Mansion yang tinggal di Blok B, mengemukakan, "Penguasaan ilmu pendidikan dan teknologi bagi generasi muda saat ini sangat dibutuhkan agar kita bisa bersaing dengan negara-negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan."

Oleh karena itu, generasi muda diharapkan dapat mengisi kemerdekaan ini dengan cara meniru bahkan menciptakan ilmu pendidikan dan teknologi yang lebih baik daripada negara maju dengan tetap mempertahankan budaya Indonesia sebagai bangsa yang beradab.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2