Mohon tunggu...
Almadi
Almadi Mohon Tunggu... Jurnalis

Lihat sekitarmu

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Prof Dr Syahrial Bhaktiar Akui Kesalahannya terhadap Olahraga Sumbar

22 Juni 2021   07:38 Diperbarui: 22 Juni 2021   07:53 331 4 0 Mohon Tunggu...

"Cairrrr..cairr, cahia," demikan jeritan hati Rino Effendi salah seorang atlet senam Sumatera Barat yang disiapkan untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Artinya hancurnya hati seorang atlet terhadap pengurus KONI yang diketuai Agus Suardi, karena sejak Januari 2021 haknya tidak diterima.

Begitulah segelintir persoalan yang muncul di kepengurusan KONI SUMBAR yang dipimpin Agus Suardi dengan panggilan kesayangannya Abien. Belum lagi masalah asusila yang memalukan dunia olahraga tanah Minang. 

Diam-diam Prof DR Syahrial Bhaktiar mengikuti masalah yang dihadapi atlet, seperti belum diterimanya uang bulanan, gemuknya kepengurusan KONI, Kambing hitam yang sudah disiapkan jika gagal capai target, hingga kasus asusila yang dilakukan Abien.   

Tokoh olahraga nasional tersebut mengkritisi satu persatu, bahkan dia menilai kok pers diam saja melihat keadaan olahraga SUMBAR seperti ini. "Prihatin ya lebih prihatin, tidak pernah terjadi keadaan macam sekarang," ujarnya.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) tersebut secara sportif mengakui semua adalah kesalahannya. Dia tidak menduga Abien selaku Ketua KONI SUMBAR telah berbuat malu dan mencoreng dunia olahraga Ranah Minang. Pertama telah mengecewakan atlet karena belum dibayarnya hak mereka, sedangkan PON diambang pintu, Kedua, perbuatan tidak bermoral dengan isteri orang.

"Saya ikut bersalah karena mendukungnya sebagai Ketua KONI,": ujarnya penuh penyesalan karena pada pemilihan Ketua KONI SUMBAR dia ditunjuk sebagai pimpinan sidang. "Alasan memilih Abien karena dia orangnya gubernur, sebab terkait masalah dana APBD untuk olahraga," jelas mantan Ketua KONI SUMBAR itu.

Namun apa yang terjadi, sampai saat ini atlet belum menerima uang bulanannya, sedangkan medan laga sudah di depan mata. Wajar atlet kecewa, dan banyak yang prihatin dengan kondisi sekarang."Harusnya Abien bisa mencari dana talangan buat atlet. Tapi dia tidak melakukannya, saya kecewa," ucapnya. 

Prediksi Profesor olahraga tersebut target 16 emas dan masuk 10 besar PON XX Papua hanya sebuah impian saja. Tapi Abien cs cukup pintar mancari Kambing hitam. Mereka sudah siapkan sejak sekarang yaitu cabang olahraga (cabor). Kenapa cabor yang dikorbankan?  

Cabor diberi tanggungjawab untuk melaksanakan Pelatihan provinsi (Pelatprov) seandainya gagal mencapai target adalah tanggungjawabnya. Pengurus KONI SUMBAR lepas tangan, karena sudah diserahkan kepada cabor. Hebat nian, strategi mereka buat menghindar dari tuntutan masyarakat."Jelas sekali pengurus KONI tidak punya konsep dan program yang matang," kata Ketua Pelti SUMBAR.

Sebelum cabor dikorban, sesepuh olahraga nasional tersebut akan mengumpulkan praktiksi dan ketua Pengprov mengatasi cara-cara busuk itu."Kita jangan sampai dijadikan korban KONI SUMBAR. Seandainya gagal meraih target mereka harus bertanggungjawab dengan konsekwensinya mundur," ujar Syahrial Bhaktiar yang melihat sudah mulai tidak sprortif lagi.

Lalu bagaimana dengan kasus asusila yang mencoreng muka olahraga. Pendiri Kadispora SUMBAR tersebut berjanji akan menelpon Abien agar menjelaskan." Beri waktu tiga hari saya akan temui Abien, jika dia tidak melakukan perbuatan asusila silahkan klarifikasi kepada masyarakat lewat pers. Kalau melakukan dia harus mundur dari Ketua KONI, karena tidak pantas lagi sebagai pemimpin olahraga," ujar mantan pelatih tenis PON SUMBAR itu. (almadi)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x