Mohon tunggu...
Dian Oktanty
Dian Oktanty Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Saya merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang program studi Ilmu Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Faktor Penyebab Gen Z Menyukai Food Delivery

27 Desember 2023   14:27 Diperbarui: 27 Desember 2023   14:32 118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Faktor Penyebab Gen Z Menyukai Food Delivery

Niswa Dian Oktanty | 26 Maret 2022

50% dari generasi z lebih menyukai food delivery karena dengan akses layanan media yang semakin canggih dan mudah untuk di gunakan. Tak lepas juga karena gen z generasi yang datang di saat berkembang pesatnya teknologi internet.

Para generasi z lebih menyukai layanan food delivery di karenakan lebih praktis, tidak perlu memasak, berbagai macam pilihan makanan, banyak diskon, bahkan sampai biaya pengirimannya pun terbilang murah, jadi dari sini gen z lebih menyukai food delivery bahkan ada yang setiap hari mengunakan layanan food delivery untuk sarapan samapai makan malam terutama bagi orang yang sering lembur kerja atau orang sibuk.

Selain di mudahkan dengan hadirnya food delivery yang bisa melayani kita dengan mau makan apa saja tinggal memilih tanpa harus menunggu lama dan repot memasak. Tetapi ini juga ada dampak negatifnya yaitu semakin berkurangnya jumlah orang tua yang pandai memasak menjadi faktor pengaruh yang besar. Dalam hal ini pengaruh terhadap penerimaan gen z terhadap cipta rasa.

Dengan kondisi dan keaadan saat ini yaitu pandemi, maka penggunaan jasa food delivery lebih banyak di minati di kalangan gen z bahkan banyak pengguna baru yang menggunakannya. Tidak berhenti sampai jasa food delivery saja namun sekarang banyak juga yang berbelanja melalui media online dan platfrom-platfrom tertentu.

Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Generasi Z merupakan segmen terbesar di Indonesia yang mencakup 27,94% dari total penduduk. Ada yang terbaru yakni, lembaga penelitian Katadata Insight Center (KIC) mengeksplorasi preferensi mereka di dalam layanan digital yang sangat mencakup belanja online (online shopping), layanan pesan-antar makanan (food delivery), dan layanan pengantaran sembako (online grocery) yang dimana survei ini di lakukan di Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya lebih tepatnya 7 kota besar.

Ada juga salah satu responden, seseorang yang profesional beliau bekerja di sebuah perusahaan media yang sempat di wawancarai dia mengatakan bahwa ia sudah terbiasa menggunakan layanan online seperti pensan antar makanan (food delivery), namun tidak berhenti sampai sini setelah adanya pandemi ia juga menggunakan layanan online lainnya seperti belanja harian (grocery) untuk memenuhi kehudapn sehari hari dengan praktis tanpa harus keluar rumah di kondisi yang dibilang cukup tidak memungkinkan.

Dan di layanan online pesan antar makanan (food deliveri) ini ada berbagai macam metode pembayaran misalnya bisa cash (uang tunai) atau menggunakan dompet digital, jadi kita lebih mudah untuk melakukan pembayaran sesuai dengan apa yang kita miliki saat itu.

Banyak juga mahasiswa dan pelajar yang melakukan pembelajaran di rumah atau biasa di sebut daring (online), lebih memilih menggunakan layanan pesan antar makanan (food delivery) karena lebih praktis dan lebih mendorong untuk memesan makanan online, banyak juga berbagai macam pilihan makan dan bisa di sesuaikan dengan mood bahkan dengan cuaca saat itu. apakah mahasiswa dan pelajar di katakana gen z ? iyaa, karena mereka berada mada masa tahun 1997-2012 maka dari itu mereka merupakan gen z.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun