Mohon tunggu...
Syaiful Anwar
Syaiful Anwar Mohon Tunggu... Dosen - Dosen FEB Universitas Andalas Kampus Payakumbuh

Cara asik belajar ilmu ekonomi www.unand.ac.id- www.eb.unand.ac.id https://bio.link/institutquran

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Dunia Kerja Impian Gen-Z

14 Juni 2024   07:33 Diperbarui: 14 Juni 2024   07:35 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Generasi Z, atau yang lebih dikenal dengan Gen Z, adalah generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Mereka adalah digital natives, tumbuh dalam dunia yang sudah terkoneksi oleh internet dan teknologi digital. Dalam konteks dunia kerja, Gen Z memiliki aspirasi dan harapan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Disini Kita akan membahas bagaimana dunia kerja impian Gen Z dilihat dari sudut pandang ilmu ekonomi, disertai data pendukung, kutipan, serta matriks dan appendiks terkait.

Karakteristik dan Harapan Gen Z

Gen Z dikenal dengan karakteristik yang unik dalam hal pilihan karier dan ekspektasi terhadap lingkungan kerja. Menurut laporan McKinsey (2021), Gen Z cenderung lebih menghargai fleksibilitas, keseimbangan kerja-hidup, dan memiliki minat yang tinggi terhadap keberlanjutan serta tanggung jawab sosial perusahaan. Mereka juga cenderung mencari pekerjaan yang memberikan makna dan dampak positif terhadap masyarakat.

Dari sudut pandang ekonomi, fenomena ini bisa dijelaskan melalui Teori Pilihan Konsumen, di mana Gen Z memaksimalkan utilitas mereka bukan hanya dari kompensasi finansial, tetapi juga dari aspek non-materi seperti kesejahteraan mental dan nilai sosial. Hal ini didukung oleh data dari Deloitte (2022), yang menunjukkan bahwa 80% Gen Z lebih memilih bekerja di perusahaan yang mendukung keseimbangan kerja-hidup dan memiliki kebijakan keberlanjutan yang jelas.

Preferensi Pekerjaan dan Pasar Tenaga Kerja

Preferensi pekerjaan Gen Z mencerminkan perubahan struktural dalam pasar tenaga kerja. Mereka cenderung memilih industri yang menawarkan fleksibilitas kerja, seperti teknologi informasi, media digital, dan industri kreatif. Laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (2023) mengungkapkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam jumlah pekerja Gen Z di sektor-sektor tersebut dalam lima tahun terakhir.

Dari perspektif ekonomi tenaga kerja, hal ini mendorong terjadinya pergeseran permintaan tenaga kerja. Teori Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja menyatakan bahwa peningkatan permintaan tenaga kerja di sektor-sektor ini akan mendorong peningkatan gaji dan kondisi kerja yang lebih baik, untuk menarik dan mempertahankan talenta muda. Perusahaan-perusahaan besar pun mulai beradaptasi dengan menawarkan kebijakan kerja jarak jauh dan waktu fleksibel, yang sangat dihargai oleh Gen Z.

Implikasi Ekonomi

Perubahan preferensi dan harapan kerja Gen Z membawa implikasi luas bagi ekonomi global. Perusahaan yang gagal beradaptasi dengan tuntutan ini bisa menghadapi kesulitan dalam menarik dan mempertahankan talenta muda. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan peningkatan biaya rekrutmen. Sebaliknya, perusahaan yang berhasil menyesuaikan diri akan mendapatkan keuntungan kompetitif yang signifikan.

Menurut Teori Modal Manusia, investasi dalam kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja-hidup dan keberlanjutan dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Studi oleh Gallup (2022) menemukan bahwa karyawan yang merasa didukung oleh perusahaan dalam hal keseimbangan kerja-hidup 21% lebih produktif dibandingkan dengan mereka yang tidak merasakan dukungan tersebut.

Kutipan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun