Dian Andi Nur Aziz
Dian Andi Nur Aziz Strategic Studies on Public Policy and Peace

Memandang gedung tua sambil menyeruput kopi.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Menulis Saat Tidak Ada Ide

8 Oktober 2018   19:48 Diperbarui: 10 Oktober 2018   08:28 660 1 0
Menulis Saat Tidak Ada Ide
Brian Taylor - www.chronicle.com

"Tidak ada orang, bagaimanapun berbakat dan pandainya, yang dapat menulis draft pertama yang langsung dapat diterima." (Robert, 2004 dalam Emilia, 2012).

Tulisan yang cemerlang, jernih, dan mengalir tidak dihasilkan dalam sakali jadi. Butuh polesan pertama, kedua, bahkan untuk beberapa kali tergantung jam terbang. Ibarat memahat, untuk menjadi karya yang bagus, sebuah tulisan memerlukan 'pahatan' berkali-kali.

Masalah kadang muncul ketika sudah berada di depan papan ketik. Laptop siap, kopi panas mengepul di samping kanan laptop, posisi duduk sudah pewe, tapi jari-jari kaku, tak ada satu kalimat pun yang keluar. Bahkan, parahnya, kata pertama untuk pembuka paragraf pertama tak kunjung ditemukan. Inilah yang disebut dengan writer's block.

Writer's block bisa dialami semua orang. Penyebabnya beragam. Tiap orang memiliki cara berbeda untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan terjadinya writer's block.

Pertama, berambisi membuat karya sempurna di draf pertama (Emilia, 2012). Maunya sekali tulis tanpa diedit langsung jadi. Ini namanya terlalu ambisius. Terlalu lama dan berpikir keras untuk menghasilkan tulisan sempurna pada ketika pertama  menyebabkan otak beku, jari kaku, tak ada kata keluar walau hanya satu.

Kedua, perencanaan isi tulisan yang tidak kokoh. Rancangan tulisan ibarat struktur bangunan. Tembok dan isinya adalah pekerjaan berikutnya. Bila struktur bangunan tulisan sudah selesai maka mudah untuk menyelesaikan bagian-bagian berikutnya. 

Maka, kerangka tulisan sangat penting agar penulis mengetahui bagaimana isi bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

Ketiga, kadang writer's block muncul karena tidak yakin dengan apa yang akan ditulis, merasa tulisannya remeh temeh dan tidak berguna bagi pembaca. Rasa tidak percaya diri bisa juga muncul karena kekhawatiran tulisan yang akan dibuat sudah pernah ditulis oleh orang lain. Atau, bisa juga muncul karena merasa belum ahli sehingga tidak pantas untuk menulis topik tertentu.

Setelah mengatahui penyebab pasti terjadinya gejala writer's block maka saatnya menemukan terapi yang sesuai dengan penyebabnya.

Pertama, Bila tak kunjung menemukan ide menulis karena merasa tidak percaya diri maka diingat bahwa tidak ada tulisan pertama yang langsung sempurna. Kalau perlu ingat kata-kata ini sebelum jari-jemari menempel pada papan ketik.

Kedua, coba ambil pulpen dan kertas. Tuliskan ide-ide besar terlebih dahulu. Keluarkan semua meski sebuah coret-coretan tak beraturan. Diamkan sebentar. Lalu, lihat kembali untuk beberapa saaat. Beberapa ide mungkin akan muncul memperkuat ide yang sudah ditulis di kertas itu.

Tulisan tangan bisa membantu memberikan inspirasi dengan kalimat apa tulisan dibuka dan bagaimana isi kalimat penutup. Tulisan tangan ibarat foto yang menyimpan banyak kenangan dan makna. Meski hanya satu kata dan sejumlah garis dia bisa membantu membangun imajinasi.

Biasanya otak akan bereaksi dan mengingat kembali ide-ide cemerlang sangat melihat kembali tulisan tangan sendiri. Beda halnya dengan ketika di computer. Imajinasi yang keluar tidak sehebat imajinasi saat melihat tulisan tangan sendiri.

Ketiga, cara lain bisa dengan mencoba mengelompokkan gagasan-gagasan yang muncul. Tujuannya agar tulisan itu tidak melenceng jauh dari rencana awal (Emilia, 2012). 

Kesulitan menuliskan kalimat pertama biasanya karena ide-ide tulisan bersliweran dan dirasa semuanya penting untuk dituangkan pada paragraf pertama. Ide-ide berebut dan tumpang tindih. Yang terjadi akhirnya tidak ada satupun kalimat yang keluar di paragraph pertama.

Untuk menghindari writer's block berulang maka nasehat dari Johnson (2003:5) bisa membantu: "menulis secepat mungkin bagaimanapun jeleknya tulisan itu (Emilia, 2012). Nasihat ini sangat cocok karena ide sebagus apapun kalau tidak berhasil dituangkan dalam tulisan maka akan berhenti pada ide, tidak akan lahir sebuah karya yang bisa menginspirasi orang lain.