Mohon tunggu...
Dian Izza shabrina
Dian Izza shabrina Mohon Tunggu... Ahli Gizi - mahasiswa

unusa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Perjuangan Seorang Nelayan Pulau

30 November 2021   05:41 Diperbarui: 2 Desember 2021   11:11 91 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Perjuangan seorang bapak sebagai kepala rumah tangga tidak akan pernah luntur, walaupun itu harus mempertaruhkan nyawa mereka sekalipun. Mereka bahagia asalkan mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga tercintanya. 

Sahlan seorang bapak rumah tangga berumur 60 tahun, beliau berprofesi sebagai nelayan di salah satu pulau indah di Indonesia ini. Beliau memiliki 4 orang anak yang sudah dewasa dan pergi merantau untuk melanjutkan hidup keluarga masing-masing. Saat ini beliau tinggal bersama sang istri tercinta. 

Walaupun sudah lanjut usia dan memiliki anak yang bisa di bilang mampu untuk menafkahi dan merawatnya, beliau tetap ingin bekerja dan tidak ingin merepotkan anak dan cucunya. Beliau ingin menafkahi istri tercintanya dengan hasil jerih payah beliau sendiri.

Pada pukul 02.00 WIB dini hari, beliau mempersiapkan diri untuk pergi mencari ikan di lautan. Beliau membawa bekal dua bungkus nasi dan botol air minum untuk persediaan, selain itu beliau membawa sarung untuk persiapan sholat di atas perahu kebanggaannya. 

Beliau pergi ke pantai utara salah satu Pulau di Indonesia, lebih tepatnya Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Indonesia. Di pulau Kangean ini banyak warga yang berprofesi sebagai nelayan.

Berprofesi sebagai nelayan merupakan hal yang mulia, mereka mempertaruhkan nyawa mereka melawan badai dan ombak di lautan tanpa gentar sedikitpun. Seperti salah satunya bapak Sahlan ini walaupun sudah berusia lanjut beliau tidak pernah gentar dan takut untuk tetap mencari nafkah di lautan. Setelah pukul 15.00 WIB biasanya para pelaut akan pulang ke rumah mereka, dan hasil tangkapan ikan akan dijual oleh istri dan anak-anak mereka di pasar tradisional terdekat dari desa mereka. Istri bapak Sahlan pun begitu, beliau menjual ikan hasil tangkapan di pasar tradisional di desanya.

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan