Mohon tunggu...
Diah Nur Robbaniah
Diah Nur Robbaniah Mohon Tunggu... Guru - menanam.makna

Seorang ibu, guru, pencinta flora, dan hobi fotografi

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Salam Manis dari Amaryllis

22 Juli 2021   07:27 Diperbarui: 22 Juli 2021   07:33 55 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Salam Manis dari Amaryllis
ilustrasi: bunga amarylis (dokpri)

Bunga ini, walau tak menebarkan bau wangi tapi mampu memanjakan netra.
Dari bentuknya, warna mahkota, dan lebih lagi perawatannya, mudah. Bunga yang tak manja.

Amaryllis memiliki daya tahan  yang sangat kuat. Mampu beradaptasi dalam sinar terik mentari, tak mudah busuk walau hujan menyerang tiap hari. Apalagi serangan hama, sepertinya tiada pernah berupa.

Bunga murah tapi tidak murahan ini konon tumbuh berkembang demikian eloknya hingga menjadi sebuah cerita legenda.

Konon katanya, dalam sebuah legenda Yunani, Amarilis adalah jelmaan darah peri Amaryllis yang tertolak cintanya. 

Peri Amaryllis jatuh hati kepada seorang gembala bernama Alteo. Konon, ketampanan pemuda ini digambarkan seperti Apollo dan memiliki kekuatan seperti Hercules.

Tapi, apalah daya. Cinta Peri Amaryllis bertepuk sebelah tangan. Karena cinta yang begitu kuat, Peri Amaryllis terus berusaha mendapatkan sang pemuda. Sang peri pun akhirnya meminta nasihat kepada seseorang bernama Oracle di Delphi.

Akhirnya, sesuai petunjuk, Amaryllis muncul di depan pintu Alteo dengan mengenakan gaun putih serta menusuk hatinya dengan panah emas. Begitu seterusnya, hingga hari ke-30, barulah Alteo membukakan pintunya. Alteo pun terkejut. Pemuda tampan itu menyaksikan bunga-bunga cantik berwarna merah bermekaran di sepanjang jalan.

Itulah awal mula cerita bunga Amaryllis.

Bagi orang Yunani, bunga ini berarti kemegahan atau berkilau. Bagi pria, bunga ini menyimbolkan kekuatan dan kepercayaan diri sedangkan bagi wanita menyimbolkan kecantikan.

Bunga yang memiliki mahkota indah dan besar seperti terompet ini memiliki berbagai macam warna. Ada warna merah, merah muda, jingga, putih, ungu, dan kuning. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN