Mohon tunggu...
Dewi Nurbaiti (DNU)
Dewi Nurbaiti (DNU) Mohon Tunggu... Dosen - Entrepreneurship Lecturer

an Introvert who speak by write

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Sudah Siapkah Mama Jika Anaknya Sekolah Tatap Muka?

21 Juni 2021   14:52 Diperbarui: 21 Juni 2021   16:09 60 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sudah Siapkah Mama Jika Anaknya Sekolah Tatap Muka?
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Tahun ajaran 2021/2022 akan segera dijelang, dan di tahun ajaran ini digadang-gadang akan segera dimulai sekolah tatap muka terbatas bagi siswa/i Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), atau mungkin berlaku juga bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi (PT).

Sekolah tatap muka yang tentunya akan dilaksanakan secara terbatas tentu akan menjadi keseruan tersendiri bagi anak-anak yang sudah lebih dari satu tahun tidak berjumpa secara nyata dengan teman-teman sekolahnya.

Tapi bagaimana bagi Mama, sudah siapkah? Tentu saja himbauan agar sekolah segera menggelar pembelajaran tatap muka terbatas dari pemerintah khususnya bidang pendidikan ini ditujukan bagi sekolah-sekolah yang di wilayahnya sudah masuk ke dalam kategori zona aman, atau angka penyebaran virus Covid-19 di wilayah tersebut berada dalam tingkat yang amat rendah. Namun bagaimana dengan wilayah yang masuk dalam kategori zona merah? Kita ikuti saja arahan pemerintah terkait ya, Ma! Karena sudah pasti akan diarahkan pada keputusan yang paling baik.

Terlepas dari wilayah tempat tinggal kita masuk dalam zona hijau, kuning, orange, merah atau bahkan hitam, melalui artikel ini penulis mendoakan agar semua selalu dalam lindungan Tuhan YME, sehat-sehat selalu dan dijauhkan dari segala macam penyakit yang berbahaya.

Lanjut pada pertanyaan sekaligus judul artikel ini, siapkah? Ketika sekolah tatap muka terbatas dimulai nanti, tentu sangat banyak hal yang perlu orang tua siapkan dari rumah. Mulai dari membekali anaknya dengan paket kebersihan diri yaitu masker yang dipakai dan masker cadangan, handsanitizer, tissue basah, tissue kering, faceshield serta sabun cuci tangan. Satu anggota keluarga, satu paket kebersihan, jadi jika memiliki anggota keluarga lebih dari 3 orang maka siapkan sejumlah yang dibutuhkan. Buat apa masker cadangan, kan sekolahnya hanya sebentar mungkin hanya 2 jam?

Ya, namanya anak-anak Mam, bisa saja basah terciprat air saat mencuci tangan atau karena hal yang lainnya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa masker yang lembab sebaiknya tidak diteruskan untuk dipakai, itulah pentingnya selalu membawa masker cadangan.

Belum lagi mengingatkan anak tentang kebiasaan mencuci tangan sesering mungkin setiap kali usai memegang benda yang diragukan kebersihannya.

Ini juga perlu dibiasakan dari sekarang, tidak ada kata terlambat. Mungkin selama ini anak-anak terbiasa bermain di dalam rumah sehingga tidak terlalu sering mencuci tangan, namun ketika sudah masuk sekolah nanti kebiasaan ini sangat perlu diciptakan.

Selain mencuci tangan, kebiasaan tidak memegang area wajah dan sisi depan masker juga menjadi hal penting yang tidak boleh dilupakan. Bermain bersama teman, berbicara dengan menjaga jarak juga menjadi bekal-bekal intangibel yang Mama harus mainkan perannya, ingatkan terus menerus jangan sampai anak lupa.

Demikian pula soal bekal makanan, dalam durasi waktu sekolah yang terbilang cukup singkat mungkin bagi sebagian Mama memilih untuk tidak membawakan bekal makanan, hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran anak dalam memakan bekal apakah tangannya sudah cukup bersih atau belum.

Membawakan bekal minum saja mungkin bisa menjadi pilihan tepat, selain air putih bisa juga Mama membawakan minuman kemasan siap minum yang cukup mengenyangkan. Terkait seragam sekolah juga Mama jangan lupa, biarpun sekolah hanya beberapa jam saja tapi seragamnya sebaiknya diganti setiap kali ke sekolah. Kasihan Ananda ya Ma, walaupun sudah disemprot badannya saat akan masuk mobil penjemput atau saat akan masuk rumah tetap saja sedia payung sebelum hujan akan jauh lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN