Mohon tunggu...
Dewi Nurbaiti (DNU)
Dewi Nurbaiti (DNU) Mohon Tunggu... Lecturer at Kalbis Institute

an Introvert who speak by write

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Haru Biru Pembukaan Asian Games, Bukti Indonesia Satu

19 Agustus 2018   19:46 Diperbarui: 19 Agustus 2018   19:57 562 2 0 Mohon Tunggu...

Kita masih sama bergetarnya saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, bukan?

Siapa yang tidak terpesona dengan semarak dan indahnya acara pembukaan Asian Games ke 18 pada Sabtu (18/8) malam lalu? Berjuta pasang mata berdecak kagum saat acara berlangsung, salah satu alasannya adalah mengagumi kentalnya budaya Indonesia yang disajikan malam itu dalam sebuah kemasan yang begitu apik bagi perhelatan olahraga bergengsi ini.

Malam itu hingga hari ini seakan seluruh masyarakat Indonesia sepakat bahwa konsep yang diusung dalam acara pembukaan Asian Games ke 18 ini begitu matang sehingga mampu menimbulkan rasa haru bagi siapa saja yang menyaksikannya. Tidak ada suara sumbang di luar sana, semua mata yang memandang sepakat bahwa perhelatan semalam sungguh berhak atas acungan jempol dari rakyat Indonesia.

Wishnutama, seorang Bapak penyandang jabatan terpenting dalam pergelaran semalam yang bertindak di belakang layar, mungkin belum banyak masyarakat yang mengenal sosok beliau. Siapa beliau sebenarnya, bagaimana sepak terjangnya dalam dunia pertelevisian dan bidang-bidang lainnya, namun hari siapa yang tidak mengagumi hasil kerjanya?

Masyarakat di berbagai belahan nusantara sepakat pria ini telah memberikan suatu hasil karya di atas rata-rata, tanpa banyak bicara.  Sebagian besar masyarakat memberikan penghargaan tinggi pada acara tadi malam, tetapi bisa jadi hanya sebagian kecil saja masyarakat yang mengenal siapa orang dibalik layar yang menjadi ujung tombak kesuksesan acara.

Pembukaan Asian Games ke 18 malam lalu menjadi cermin bagi bangsa Indonesia yang sebenarnya kita adalah satu, bukan kita yang terpecah belah seperti akhir-akhir ini karena perbedaan yang tidak penting untuk bahas.

Bukankah Tuhan memang menciptakan perbedaan pada setiap manusia? Mulai dari perbedaan fisik, perbedaan keyakinan, hingga perbedaan cara pandang. Lantas mengapa perbedaan-perbedaan tersebut yang sejatinya ada, diunggah sedemikian rupa hingga mampu memecah belah bangsa yang sebenarnya kita bisa bersatu?

Kekaguman atas pergelaran acara yang sarat dengan budaya Indonesia, atau rasa haru dan bergetar saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Berangkat dari kenyataan ini sesungguhnya kita masih memiliki rasa cinta yang sama terhadap Tanah Air Indonesia dan memiliki kebanggaan yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Lantas mengapa masih saja ada yang membuat kita terpecah belah. Saling ejek, adu nyinyir hingga perang dingin di dunia maya.

Kita tidak mengenal Wishnutama, tetapi kita bisa mempercayakan dia memegang peranan penting untuk memimpin acara yang skalanya cukup besar. Lalu mengapa kita tidak menjadikan hal ini sebagai cerminan untuk memberikan kepercayaan kita kepada siapapun yang akan menjadi pemimpin Negara ini suatu hari ini.

Dapat dikatakan juga mengapa kita tidak memberikan kepercayaan kepada seseorang yang tengah menjadi pemimpin saat ini. Biarkan dia bekerja, dan kita tunggu hasilnya. Dalam sebuah perhelatan pasti ada menang dan ada yang kalah, dan sangat tidak adil jika suatu pihak memaksakan kehendak agar menjadi pemenang atau melakukan upaya-upaya tertentu untuk menjatuhkan pihak lainnya yang menjadi pemenang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x