Mohon tunggu...
Ambardewi
Ambardewi Mohon Tunggu... Pecinta seni, buku dan musik

Menulis adalah selera... Mengembangkan ide yang menjadi sebuah tulisan yang menginspirasi adalah tabungan ilmu yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri melainkan untuk orang lain.. Jangan memenjarakan ide.... keluar,,, dan tulislah!

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya - Ajahn Brahm

17 Januari 2020   00:31 Diperbarui: 17 Januari 2020   00:58 28 0 0 Mohon Tunggu...
Resensi: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya - Ajahn Brahm
dokpri

Judul Asal : Opening the Door of your Heart
Pengarang : Ajahn Brahm
Alih Bahasa: Chuang
Penerbit : Awareness Publication
Cetakan : ke-36, Agustus 2018
Tebal buku : 307 halaman

Pernahkan diantara keramaian, kita merasa kesepian dan tiba-tiba suasana menjadi lebih hening dari sebelumnya? Pernahkan kita secara tiba-tiba merasakan emosi yang tidak tertahankan antara amarah dan bahagia kemudian kita merasa sedih?

Ataukah pernah diantara kita yang memiliki perasaan yang kurang damai mengenai hal apapun yang menyangkut kehidupan, kesuksesan, kesehatan bahkan masalah asmara? Rasanya secara 90 % rata-rata manusia yang hidup diera serba canggih seperti saat ini pernah mengalami fase-fase hidup yang saya utarakan tersebut.

Sebagai manusia yang memiliki kehidupan berdampingan dengan individu lainnya, dirasa sangat penting untuk dapat mengolah perasaan untuk dapat berdamai minimal dengan diri kita sendiri.

Olah perasaan dan pikiran ini paling mudah dilakukan dengan cara bermeditasi ataupun melakukan yoga selama 3 kali seminggu. Trauma, rasa sakit hati, kekecewaan, takut, khawatir adalah beberapa perasaan yang seringkali menghantui kehidupan manusia hingga tidak jarang menyebabkan penurunan kesehatan.

Beberapa emosional negative tadi dibahas tuntas dalam sebuah buku yang didominasi dengan warna coklat dan dengan sampul seekor cacing dalam seeonggok kotaran. Ya, tebakkan anda tepat, buku dengan judul asli "Opening the Door of Your Heart" atau " Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" (judul buku di Indonesia) memiliki keajaiban dengan 108 cerita pembuka pintu hati yang tentunya meraih 5 bintang di situs amazon.com.

Buku yang memiliki kekuatan pikiran ini karya seorang International Best Selling Author dari London yang bernama Ajahn Brahm. Brahm merupakan seorang sarjana fisika teori Universitas Cambridge dan memutuskan untuk menjadi bhikkhu di usia 23 Tahun di hutan Thailand.

Sosok yang ramah, murah senyum dan damai ini memiliki puluhan karya yang mampu untuk mendamaikan setiap hati yang membacanya, seperti Hello Hapiiness,Superpower Mindfulness, Hidup Senang Mati Senang,Trilogi Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya (1,2 dan 3), Horee! Guru Si Cacing dating dan masih banyak lagi.

Tampilan buku luar biasa ini sangat menarik perhatian saya ketika saya melihatnya berjejer dengan 2 rangkaian buku trilogy cacing dan kotoran kesayangannya di rak buku.

Saat pertama kali membuka buku ini, terlihat beberapa testimoni dari beberapa orang-orang hebat Indonesia seperti Jacob Oetama, Jaya Suprana, Susy Susanti dan masih banyak lagi yang membenarkan bahwa buku ini benar-benar dapat memberikan efek positif bagi orang yang membacanya.

Apapun yang kamu lakukan, pintu hartiku akan selalu terbuka untukmu- Megacinta, Ajahn Brahm.

Sinopsis

Buku ini merupakan kumpulan dari cerita-cerita yang pernah disampaikan Brahm dalam seminar dan meditasi di beberapa negara dan kota selama kurang lebih 20 tahun.  Cerita yang dikemas secara apik, tutur Bahasa lugas dan penuh makna dibiarkan tersaji dan berbicara sengan sendirinya oleh Brahm yang dimaksudkan agar semakin banyak pembaca menggali dan memahami cerita yang disampaikan, semakin banyak pula kebenaran yang terungkap.

Dalam uraian pengantar dari penyunting, dikatakan bahwa buku ini merupakan perwajahan ulang dari buku " Membuka Pintu Hati" yang pernah diterbitkan oleh Penerbit Karaniya-Ehipassiko (2005). Judul ini diambil dari urutan cerita ke 108 yang berjudul Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya memiliki filosofi tersendiri.

Cacing diibaratkan sebagai manusia, kotoran diibaratkan nikmat kehidupan duniawi. Manusia berpandangan bahwa nikmat dunia fana tersebut dapat kita peroleh dan usahakan dari segala cara sementara manusia lebih bersikap apatis, apriori dan pesimis terhadap jenis kebahagiaan lain yang lebih luhur ketimbang kebahagiaan yang fana.

Trilogy buku yang pertama ini memiliki 11 pokok bahasan yang dibagi dengan beberapa sub. Topik-topik pilihan seperti kesempurnaan dan kesalahan, cinta dan komitmen, rasa takut dan rasa sakit, kemarahan dan pemaafan hingga penderitaan dan pelepasan tersaji secara berurutan dan sangat mudah untuk dirasa dan dipahami.

Kelebihan
Buku ini disisipkan dengan gambar-gambar cacing lucu yang merepresentasikan cerita yang sedang dibaca. Bahasa buku cenderung seperti Bahasa tutur sehingga lebih menyatu dengan pembaca. Cerita yang diangkat adalah cerita keseharian yang manusia pada umumnya seringkali merasakan dan cenderung untuk mencari solusi yang terbaik. Isi buku ini inspiratif, menyadarkan dan membantu pembaca untuk minimal dapat berdamai dulu dengan hati.

Kekurangan:
Tidak ada

Diantara puluhan testimoni dari pembaca di buku ini, ada satu diantaranya yang menuturkan, awalnya dia ingin mengakhiri hidup, hingga ia membaca buku ini. Seberapa ajaibnya buku ini dapat membantu orang banyak? Mari kita buktikan.

Sumber Bacaan :

Ajahn Brahm, 2018, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, Jakarta, Awareness Publication.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x