Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Sate Maranggi, Sate Khas Purwakarta yang Bikin Nagih

10 Juni 2019   00:50 Diperbarui: 10 Juni 2019   01:10 0 2 1 Mohon Tunggu...
Sate Maranggi, Sate Khas Purwakarta yang Bikin Nagih
Sate maranggi disantap polos sudah sedap (dokpri)

Kendaraan baru memasuki kota Purwakarta, aku melihat plang yang memajang tulisan "Sate Maranggi". Aku pun langsung menunjuk dan berseru,"Nanti jangan lupa santap sate maranggi ya,"

Setelah beberapa jam berkeliling kota Purwakarta, maka perut minta diisi. Terakhir makan pukul sepuluh pagi, jadi memang sudah waktunya untuk makan agar perut tak merintih dan jadi sakit.

Aku pun melakukan pencarian sate maranggi terdekat dan kami dituntun ke tempat makan sate yang lokasinya bisa dijangkau dengan jalan kaki dari Alun-alun Kota Purwakarta. Rumah makannya sederhana. Penampilannya biasa saja, rumah makan dengan meja dan bangku kayu panjang tanpa sandaran. Juga ada ruangan seperti kamar yang disulap menjadi tempat makan lesehan. 

Tak ada AC, hanya kipas angin yang menempel di dinding. Dekorasinya juga minimalis. Tak apa-apalah, yang penting bisa makan kenyang dan nikmat.

Kami pun memesan 20 tusuk sate sapi maranggi untuk tiga orang. Sebagai menu pendamping kami memesan sop iga dua mangkok. Sambil menunggu kami mencari-cari minuman dingin. Hawa memang sedang gerah di Purwakarta dan kipas anginnya kurang mampu mengalahkan kegerahan ini.

Tak lama sop dengan asap yang mengepul pun terhidang di meja. Wah penampilannya sungguh menggugah selera. Sop dengan isian irisan tomat merah, daun bawang cincang, dan juga potongan daging dengan dan tanpa tulang. Hemmm aromanya membuatku berselera.

Sop iga yang sedap (dokpri)
Sop iga yang sedap (dokpri)
Sop iga yang hangat dan nikmat. Dagingnya terasa empuk dikunyah dengan guratan rasa manis. Bagian lemaknya juga sedap karena masih hangat.

Menyusul kemudian hidangan utama berupa sate maranggi. Sate sapi ini dihidangkan polosan. Ada wadah dengan bumbu sambal kecap di meja jika suka menyantapnya dengan sambal kecap. Aku memilih versi polosan karena mempertajam kelezatannya.

Daging satenya empuk dan gurih. Kali ini aku jadi ingin menyantapnya dengan nasi. Nasi yang pulen dan hangat berpadu dengan sate yang nikmat. Makan malam yang memuaskan. Sebagai penutup adalah segelas teh manis.

Sate maranggi memiliki cita rasa yang berbeda dengan sate daging pada umumnya. Hal ini dikarenakan bumbunya berbeda. Ada tambahan ketumbar, juga ada bumbu jahe dan lengkuas sehingga rasanya lebih pekat dan menonjolkan rasa manis dari dagingnya. Konon nama penemu resep sate ini adalah Mak Anggi yang kemudian berubah nama jadi Maranggi.

Dapurnya ada di halaman, bagian depan tempat makan (dokpri)
Dapurnya ada di halaman, bagian depan tempat makan (dokpri)
Rumah makan ini meskipun sederhana, begitu ramai oleh wisatawan. Masakannya memang lezat dan harganya pun tidaklah mahal. Untuk sepuluh tusuk sate dihargai sekitar Rp 32,5 ribu. Sedangkan sop iganya semangkuknya Rp 25 ribu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x