Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menjadi Insinyur Perempuan Suka Ngeblog dan Gemar Musik Cadas Itu Gue Banget

21 November 2017   22:42 Diperbarui: 21 November 2017   23:08 1369
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jadi berbeda itu tak masalah (dokpri)

 Saat ini masih ada anggapan bidang teknik didominasi oleh kaum adam. Memang sih, realitanya memang demikian. Dari saat aku masuk jurusan teknik di ITS bertahun-tahun silam hingga saat ini aku melihat masih lebih banyak kaum pria yang menimba ilmu di bidang teknik, begitu pula halnya dengan di dunia kerja. Area kerja di bidang teknik seolah-olah dunia kaum pria. Namun, di antara dunia maskulin tersebut juga mulai bertumbuhan insinyur perempuan. Aku jadi salah satunya.

Dari sejak SMA aku menyukai matematika. Ketika kawan-kawan perempuan lainnya rata-rata memilih masuk MIPA, Fisip, dan Ekonomi, ketika lulus SMA aku pun memantapkan diri masuk fakultas teknik. Oleh karena aku gemar matematika dan logika maka aku memutuskan masuk teknik informatika di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Untunglah namaku masuk di daftar nama mahasiswa sehingga aku menjadi satu di antara 103 mahasiswa seangkatanku. Dari seratusan mahasiswa baru tersebut jumlah mahasiswa baru perempuan tidak sampai seperlimanya. Kami menjadi kaum minoritas. 

Masa-masa tersebut ITS masih paceklik mahasiswa perempuan kecuali untuk jurusan Teknik Industri dan Fakultas Mipa. Jurusan teknik mesin malah biasanya hanya ada 1-2 mahasiswa baru perempuan tiap tahunnya. Meski jumlah mahasiswa perempuan sedikit, aku dan teman-teman sesama perempuan baik-baik saja. Malah sebagian dari kami merasa lebih nyaman berada di kampus yang sebagian besar pria. Kami tidak perlu repot-repot berdandan atau memikirkan baju kuliah yang keren. Paling-paling baju kebesaran kami adalah celana dan kaus polo atau kemeja. Bedak dan lipgloss pun juga jarang menghiasi wajah kami.

Hal ini rupanya berpengaruh ke fase dunia kerja. Kami yang biasa hidup dengan lebih mempertimbangkan performa daripada penampilan, mulai kesulitan ketika beradaptasi di lingkungan kerja yang sifatnya umum dan lebih banyak pegawai perempuannya. Sementara temanku yang bekerja di bidang teknik asyik-asyik saja karena situasinya tak beda jauh dengan masa kuliah, pekerja didominasi pria dan mereka juga tak masalah pegawai perempuannya tampil polos tanpa make up. Wah kami juga harus kerja di lepas pantai dan siap sedia untuk angkat-angkat benda yang berat, mana sempat dandan cantik, cerita temanku yang berasal dari teknik fisika dan bekerja di perusahaan minyak.

Setelah berganti-ganti pekerjaan akhirnya aku kembali terjun di lingkungan yang serupa dengan lingkungan masa kuliah. Sebagian besar pegawainya adalah pria. Kami sebagai insinyur perempuan tidak masalah disetarakan dengan pegawai pria, sebagian di antara kami sibuk melakukan koding tak kalah dengan analis dan programer pria, sedangkan aku biasanya melakukan analisa kebutuhan sistem informasi, melakukan audit teknologi informasi dan juga ngeblog hihihi. 

Saat bekerja, kami harus siap diberlakukan sama halnya dengan pria (dokpri)
Saat bekerja, kami harus siap diberlakukan sama halnya dengan pria (dokpri)
Bagi kawan-kawan perempuan yang bekerja kantoran seperti customer service, penampilan kami mungkin terkesan cuek dan tomboy. Apa tidak bisa jadi lebih feminin? Hehehe percayalah kami sudah berusaha, saat berangkat kerja kami juga menggunakan bedak dan lipstik, tapi karena kesibukan bekerja, setelah makan dan beribadah, make up kami pun sudah luntur. Untuk mengaplikasikan ulang bedak dan lipstik terkadang sudah tidak sempat. 

Kalau ada waktu luang saat makan siang, lebih memilih mana dandan kembali atau ngeblog, maka aku pilih yang kedua, kecuali ada kasus khusus yaitu ke kantor klien hehehe. Kalau penampilan kucel saat ke kantor klien, atasan bisa marah dan klien pun bisa kurang percaya ke kami. Ya, setidaknya bedak, lipstik dan sedikit minyak wangi deh. 

Ngeblog itu memang asyik. Aku mulai suka ngeblog sejak tahun 2006 dan makin senang ngeblog pada tahun 2008 dengan memiliki blog pribadi. Ngeblog itu seperti menemukan oase di padang pasir. Ketika penat melakukan analisa, lelah melakukan assesment dan melakukan audit, rasanya menulis artikel di blog itu seperti hiburan. Ngeblog itu bagiku sebuah hiburan yang murah meriah, tidak perlu kemana-mana, cukup ketak-ketik ini itu lalu mengunggah di blog pribadi. Tak penting siapa yang membacanya, aku merasa lega setelah usai mengunggahnya, syukur-syukur yang baca merasa ada manfaatnya hehehe.

Kawan-kawanku dalam lingkungan pekerjaan saat ini kadang heran kenapa aku suka banget ngeblog. Kenapa tidak membuat paper ilmiah, jurnal, atau hal-hal lainnya yang bersifat teknis. Kan lumayan juga menambah poin dan sesuai dengan keilmuan yang disandang.

Kalau untuk paper ilmiah aku sebenarnya kurang minat. Membuatnya lama, mungkin karena aku nggak pandai membuat tulisan ilmiah. Tapi sebenarnya aku juga telah beberapa kali membuat paper dan menjadi presenter di konferensi internasional. Ya, setidaknya lumayanlah portofolio untuk karya ilmiah, meski jika dibandingkan dengan kawan-kawan lainnya masih kalah jauh. Kawan-kawanku sendiri rata-rata suka mencari ide untuk membuat paper ilmiah. Bahkan kadang-kadang akhir pekan pun mereka sibuk menggali tentang ide membuat paper ilmiah.

Memang jika dibandingkan dengan menulis paper ilmiah, aku lebih suka menulis tulisan gaya blog. Lebih mudah dan lebih mudah mengungkapkan apa yang ada di pikiran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun