Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan TI - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan Artikel Utama

Tambah Ilmu Cuma-cuma di Kursus Online

24 Desember 2014   15:41 Diperbarui: 17 Juni 2015   14:34 581
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_385519" align="aligncenter" width="450" caption="Kursus Online Gratis"][/caption]

Sejak tiga tahun lalu Massive Open Online Course (MOOC) atau kursus online gratis mulai ngetren di kalangan mahasiswa dan ibu rumah tangga yang masih giat menambah pengetahuan. Belajar gratis secara online ini memang seru. Selain materinya yang beragam mulai dari ilmu seputar komputer, sejarah, dasar-dasar matematika keuangan, hingga pengetahuan tentang musik, pengetahuan tentang kontrasepsi, dan fantasi. Belajar pun jadi mengasyikkan dan bisa di mana saja.

Keberadaan kursus online gratis ini diberitahukan kawan saya yang suaminya tengah melanjutkan sekolah ke luar negeri. Ia bercerita jika para istri yang menemani suaminya tugas belajar rata-rata memiliki kesibukan baru, yaitu mengikuti kursus online. Selain materinya yang beragam, penyelenggara kursus online tersebut umumnya adalah universitas terkenal. Ada nama University of Michigan, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of Princeston, Harvard, Stanford, dan masih banyak lagi.

Melihat antusiasnya teman saya bercerita, saya pun mulai tertarik untuk mencobai kursus gratis tersebut.  Kursus gratis ini merupakan bentuk dari pembelajaran jarak jauh (distance learning) dan merupakan bagian dari e-learning.

[caption id="attachment_385520" align="aligncenter" width="500" caption="Udacity Juga Menawarkan Kursus Online Gratis"]

14193833801560660334
14193833801560660334
[/caption]

Ada dua situs favorit yang menawarkan MOCC, yaitu Coursera (coursera.org) dan Udacity (udacity.com). Pada awal 2011, Coursera dan Udacity lebih banyak menawarkan materi seputar komputer. Materi seputar komputer cukup menarik, mulai dari dasar pemrograman, perkembangan hardware, jaringan komputer, serta sejarah internet.

Oleh karena latar belakang saya adalah ilmu komputer, tawaran kursus cuma-cuma tersebut sangat menarik. Selain ingin membandingkan dan melengkapi materi komputer yang pernah saya terima, ada forum diskusi dengan para ‘siswa’ dari seluruh belahan dunia. Jika kesulitan dengan materi, tugas rumah, atau kuis maka bisa bertukar pikiran forum. Ada pula siswa yang ‘nakal’ dengan mengunggah kunci jawaban untuk final exam. Hahaha situasinya seperti kelas riil di mana ada siswa yang jujur dan ada pula siswa yang curang meskipun setiap mendaftar satu kursus ada kode etik untuk berlaku jujur dan sportif.

[caption id="attachment_385521" align="aligncenter" width="500" caption="Ragam Kelas yang Ditawarkan Coursera"]

14193835041657795158
14193835041657795158
[/caption]

Setelah beberapa waktu saya mulai mencoba materi di luar komputer, seperti kelas keuangan (Introduction of Finance) dan fantasi (Fantasy and Science Fiction: The Human Mind, Our Modern World). Meskipun dua-duanya level dasar, rupanya tugas rumahnya cukup susah. Untuk kelas keuangan, ada kuis per minggunya dan ada minimal nilai agar lulus dan mendapatkan statement of accomplishment. Sedangkan untuk kelas fantasi, ada banyak bacaan dari karya sastra klasik hingga modern yang wajib dibaca tiap minggu dan dibuat ulasannya. Dari kelas fantasi saya baru sadar betapa buruknya artikel berbahasa Inggris saya.

Kosakata saya dikritik masih terbatas dan gaya bahasanya masih kaku. Wah jadi perlu banyak berlatih nih membuat artikel berbahasa Inggris. Akhirnya saya lulus juga kelas fantasi dengan nilai standar. Sedangkan untuk kelas keuangan, saya malah gagal di final exam. Saya tak sempat mengikuti ujian akhir karena saat itu internet di rumah bermasalah dan gagal terkoneksi. Huuhuu saat itu sedih sekali karena semua kuis mingguan lulus dengan nilai memuaskan. Dan saya merasa kalah sebelum bertanding. Untunglah tahun berikutnya saya lulus dengan nilai memuaskan juga mendapatkan sertifikat mendapatkan statement of accomplishment.

Tahun 2012 adalah masa-masa saya rajin mengikuti kelas MOOC di luar kesibukan bekerja. Materinya semakin beragam dan universitas penyelenggaranya semakin banyak. Saya mencoba mengikuti kelas musik dunia (Listening to World Music), sejarah dunia (The Modern World: Global History since 1760), dasar perencanaan keuangan (Fundamentals of Personal Financial Planning), hingga ilmu seputar film Hollywood (The Language of Hollywood: Storytelling, Sound, and Color). Ada yang lulus, ada pula yang gagal karena nilai yang tidak memenuhi standar kelulusan.

Mendengar cerita dan antusias saya mengikuti kursus online, pasangan saya mulai tertarik untuk mengambil kelas yang menarik sebanyak-banyaknya, terutama yang terkait dengan dunia kerjanya saat ini dan minatnya terhadap e-Learning. Karena ia ingat pepatah bijak jika ilmu itu harus dipelajari sepanjang hayat dari mana saja dan dengan terus belajar maka pengetahuan akan terus bertambah dan termutakhirkan.

1419383653108483586
1419383653108483586

Salah Satu Contoh Kursus Online untuk 2015

Oleh karena saya sudah pernah mengikuti kursus online ini, maka saat ini adalah giliran suami untuk mencoba mengikuti berbagai kelas yang ditawarkan di kelas online. Saat ini ia tengah sibuk untuk merancang e-learning dan  Knowledge Management System (sistem manajemen pengetahuan) di lingkungan kantornya, maka saya mengusulkan kepadanya untuk mengikuti kelas e-Learning Ecologies dan materi lainnya seputar pembelajaran jarak jauh dansistem manajemen pengetahuan. Materi seputar e-learning dan sistem manajemen pengetahuan sangat penting di dunia kerja agar pengetahuan di perusahaan/organisasi tersebut tetap eksis, dapat diestafetkan ke generasi berikutnya, dan mudah dimutakhirkan.

Materi di kursus online umumnya berupa video di mana satu video rata-rata berukuran di atas 10 MB. Untuk materi per minggunya ada sekitar 3-5 video untuk satu macam materi. Jika suami mengambil tiga kelas, per minggunya maka ia perlu mengunduh minimal 150 MB, belum termasuk materi pendamping seperti jurnal/paper dan artikel. Wah agak berat juga jika mengandalkan koneksi internet kami saat ini.

Ya saat ini paket internet kami berdua masih terbatas. Untuk mengunduh satu video memerlukan waktu lama, bahkan kadang macet atau gagal karena kecepatan aksesnya kadang melambat atau habis paket datanya. Belum lagi jika ada kuis atau final exam yang bersifat real time. Wah saya jadi ingat dengan final exam kapan hari yang gagal gara-gara koneksi internet yang gagal atau video yang gagal saya unduh karena paket internet yang sudah habis.

Seandainya saya mendapatkan paket internet gratis unlimited dari program "I Want it Now"  Indosat maka pasangan tercinta bisa puas dan tenang dalam mengikuti kelas-kelas online. Dan rupanya dua keponakan saya yang suka bertandang ke rumahl juga tertarik untuk mengikuti kelas online khusus anak-anak seperti Kidsone dan Founding Dreams, dimana ada pembelajaran matematika dengan metode belajar yang menyenangkan juga ebook berisi dongeng anak.

Dengan rajin mengikuti kursus online, maka pengetahuan suami bisa terus berkembang serta dapat diaplikasikan di pekerjaan dan lingkungan sekeliling, juga ditularkan ke orang-orang di sekitarnya. Keponakan kami juga dapat mengasah kemampuan bahasa dan imajinasinya

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun