Mohon tunggu...
Devi Ervika
Devi Ervika Mohon Tunggu... Lainnya - Long life hallucinations

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Apakah Akhir Bulan Juli Kita Bahagia?

31 Juli 2022   14:24 Diperbarui: 31 Juli 2022   14:32 73 15 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tak terasa sudah memasuki hari terakhir di bulan Juli. Drama-drama kesayangan sudah separuh jalan dan sebentar lagi tamat. Kisah drama sudah berkembang kemana-mana, tapi mengapa kisahku tidak ? Itu yang selalu menjadi kegelisahanku.

Apakah hidupku berantakan ? Aku rasa tidak. Beberapa bulan terakhir jam tidurku memang berantakan. Tapi aku tetap menghabiskan malam-malam insomnia dengan produktif. Jadi saat jam 6 pagi aku otw tidur lagi, itu karena pekerjaanku sudah beres.

Sampai di akhir bulan, deretan target-target sederhana sudah tuntas. Namun tujuan besarku masih jauh. Masih butuh waktu berbulan-bulan lagi hingga target itu selesai. Mungkin hal itulah yang membuatku terus cemas meski telah melakukan banyak hal.

Tapi nggak papa, aku hanya perlu menyiapkan semangat baru untuk menyambut Agustus. Kebetulan bulan baru ini diawali dengan hari Senin. Hari yang pas untuk mulai mengerjakan target-target baru.

Reminder Juli

Tahun ini, Juli menjadi bulan paling dilematis. Ada hal baru yang ingin kucoba, namun ada hal yang membuatku harus tetap tinggal. Benar bahwa semua yang terjadi dalam hidup adalah hubungan sebab akibat. Dan hal dilematis bulan ini kuanggap sebagai akibat. 

Namun yang membuatku kesal adalah karena penyebabnya bukan aku. Tapi nggak papa karena kita hidup saling terkait dengan orang lain. Terkadang kita memang harus menerima konsekuensi dari apa yang dilakukan orang lain.

Dari sini aku semakin menguatkan prinsip untuk tidak percaya pada siapapun, termasuk keluarga. Maksudku tidak percaya berlebihan dan selektif dalam mengambil setiap keputusan. Karena sekali kita lengah, dampaknya akan panjang.

Juli adalah bulan perelaan

Harusnya Juli menjadi bulan bersejarahku ditahun ini. Tapi ternyata justru menjadi bulan paling mengerikan. Lucu sekali memikirkan bahwa apa yang terjadi dalam hidupku adalah keputusan orang lain. Bukankah kita bebas menikmati setiap keputusan ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan