Mohon tunggu...
Desy Pangapuli
Desy Pangapuli Mohon Tunggu... Penulis - Be grateful and cheerful

Penulis lepas yang suka berpetualang

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Budaya Hybird Work, Tren Bekerja di Masa Depan

11 November 2021   00:19 Diperbarui: 11 November 2021   00:51 216
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.workshopwednesday.co/

Kabar baik menurunnya kasus Covid tentu dinantikan oleh kita semua.  Ini artinya kita mulai bersiap kembali beraktivitas seperti semula.  Pelajar berlahan mulai beradaptasi tatap muka.  

Demikian juga dengan dunia kerja yang bersiap kembali bekerja di kantor, alias meninggalkan Work from Home (WFH) menjadi Work from Office (WFO).

Tetapi nyatanya tidak semudah membalik telapak tangan.  Nyaris 2 tahun kita "dipaksa" terbiasa WFH, dan kini seolah kita "dipaksa" WFO kembali.  Memang, seharusnya tidak ada masalah, tetapi ternyata selama ini telah banyak perubahan dan kemajuan yang terjadi dikarenakan WFH.

Kemajuan inilah yang harusnya bisa menjadi pertimbangan tren bekerja di masa depan.  Bahwa pandemi menurun, tidak serta merta membuat WFO menjadi satu-satunya pilihan gaya bekerja.  Mungkin ada baiknya dunia kerja mempertimbangkan budaya hybrid work.

Hybird work adalah konsep penggabungan dari bekerja di kantor dengan bekerja dari rumah atau lokasi lainnya.  Disini perusahaan memberikan keleluasaan kepada para karyawannya untuk bekerja dari mana saja.

Sebagai contohnya selama pandemi, banyak ditemui fakta WFH memberikan kesempatan bagi para wanita karir tetap bekerja, sekaligus mendampingi anak-anaknya yang kebetulan juga selama ini belajar secara virtual.  Hal yang sebelumnya dirasakan tidak mungkin.   Tetapi nyatanya mungkin, karena pandemi telah membuat teknologi menjadi maju begitu pesat, sehingga kini aktivitas bisa dilakukan virtual.

Tidak hanya itu!  Sebab, selama WFH banyak pekerja menemukan peluang bisnis dengan memanfaat teknologi.  Di saat bersamaan pula tetap melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pekerja kantoran karena kecanggihan teknologi. 

Tentu sudah tidak asing saat ini rapat tidak selalu memerlukan kehadiran fisik dalam ruangan.  Melainkan kinii bisa dilakukan di ruang virtual, lengkap dengan tampilan presentasi jika dirasa perlu.

Sehingga artinya hybrid work bisa dipertimbangkan untuk tren bekerja di masa depan.  Terlebih saat ini teknologi telah memudahkan kita beraktivitas.  Serta internet of the things menjadikan kita tidak lagi membutuhkan kehadiran fisik secara totalitas.  Kalaupun kehadiran fisik dirasa perlu, maka bisa diatur tidak untuk setiap posisi, dan bisa diatur hadir secara berkala.

Namun seperti mata uang yang memiliki dua sisi.  Demikian juga hybrid work dengan kelebihan dan kekuranggan, yaitu:

Kelebihan hybrid work

  1. Fleksibel, karena pekerja diberikan kesempatan mengatur jam kerjanya
  2. Meningkatkan kesejahteraan, karena pekerja memiliki work balance atau membagi waktu antara bekerja dan keluarga/ waktu pribadi
  3. Menekan biaya operasional perusahaan, sebab setidaknya bisa dilakukan penghematan listrik misalnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun