Mohon tunggu...
Desya DillaYahdini
Desya DillaYahdini Mohon Tunggu... desya

Hallo!

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi Novel "Komet Minor"

29 Januari 2020   21:56 Diperbarui: 29 Januari 2020   22:04 1970 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Resensi Novel "Komet Minor"
gramedia.com

MELAWAN SI TANPA MAHKOTA

Judul Buku: Komet Minor
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gagas Media
Genre: Fiction
Cetakan: Maret, 2019.
Ketebalan: 376 Halaman
ISBN: 978-602-0623-399
Novel yang berjudul Komet Minor karya Tere Liye ini merupakan bagian ke-tujuh dalam serial buku pertamanya yang berjudul Bumi. Masih dengan pemeran utama yang sama, yaitu Raib, Ali, dan Seli. Di bagian ini, mereka bertiga bertualang ke klan komet minor yang dalam serial sebelumnya telah berhasil mereka temukan dengan penuh perjuangan, kini mereka memiliki misi untuk menghentikan rencana jahat si  Tanpa Mahkota yang ingin menguasai seluruh dunia paralel.

Hal yang sangat istimewa pada seri kali ini adalah Raib, Ali dan Seli dibantu oleh Batozar untuk mengalahkan si Tanpa Mahkota, petarung paling hebat yang sangat sulit untuk dikalahkan. Akaankah mereka berhasil mengalahkannya?

Si Tanpa Mahkota pergi ke klan komet minor dengan caranya yang licik yang sudah diceritakan sebelumnya di buku yg berjudul Komet, dia hendak mencari tiga pecahan atau potongan tombak hebat yang pernah dibuat oleh Finale, salah satu anggota pemburu hebat di klan komet minor.

Bila si Tanpa Mahkota berhasil menemukan tiga pecahan tombak pusaka tersebut maka dia akan berhasil menguasai seluruh duniap paralel. Dan, tentu saja itu merupakan hal yang sangat berbahaya, banyak pihak akan mendapat kerugian besar, termasuk seluruh penghuni klan Bumi.

Raib, Seli, Ali serta Batozar berusaha sebaik mungkin melakukan dan mengorbankan banyak hal agar mereka lah yang berhasil mengumpulkan tiga pecahan tombak tersebut. Perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan, karena si Tanpa Mahkota selalu selangkah lebih maju dari Raib dan teman-temannya.

Di novel ini, kekuatan Raib, Ali dan Seli bertambah kuat dan hebat, rasanya selalu mengesankan setiap kali mereka berhasil mengeluarkan kekuatan di detik-detik terakhir yang menegangkan. Begitu juga dengan kekuatan Batozar yang sungguh hebat dan banyak membantu tiga sekawan tadi.
Si  Tanpa Mahkota memang sangat cerdik dan kuat, berkali-kali Raib, Ali dan Seli berpikir untuk menyerah, tapi Batozar dan rasa persahabatan mereka selalu membuat mereka bangkit kembali dengan penuh semangat.

Ah, sungguh, akhir dari buku ini sangat mengejutkan dan memuaskan, aku sungguh berterimakasih kepada penulis karena telah membuat akhir cerita yang hebat dan mengesankan. Tapi, seperti biasa, akhir cerita bukanlah akhir yang benar-benar akhir, karena justru malah memunculkan pertanyaan baru yang lebih membuat pembaca penasaran dan tak sabar akan serial buku selanjutnya. Karena, perjuangan mereka masih panjang dan banyak hal yang masih belum terpecahkan.

Keuunggulan buku ini sangat banyak, saya benar-benar tak habis pikir bagaimana cara Tere Liye membuat alur cerita yang sangat menakjubkan, darimana kah asal imajinasi penulis yang tak terbatas ini?. Dan saya sangat menyukai cara penulis menyelipkan berbagai macam pengetahuan umum dalam cerita, seperti, di pusar manusia ternyata terdapat kehidupan selebat hutan tropis, saya baru mengetahuinya ketika membaca novel ini.

Bahkan di enam serial sebelumnya pun Tere Liye selalu memuat pengetahuan unik yang tidak banyak orang mengetahuinya. Seiap lembar buku ini, selalu membuat pembaca tidak sabar membuka lembar berikutnya karena sangat seru dan membuat penasaran.

Untuk kelemahannya, saya rasa hanya terleak pada akhir cerita yang selalu menggantung dan membuat pembaca terpaksa untuk menunggu lama lagi. Selebihnya, tidak ada kekurangan dalam buku ini, buku yang sangat mengagumkan dari awal sampai akhir cerita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x