Mohon tunggu...
carolina destika
carolina destika Mohon Tunggu... menulis sepanjang hari

komitmen untuk senantiasa memperbaiki diri

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

CERBUNG - Cinta Mutiara #2

23 Oktober 2020   14:50 Diperbarui: 23 Oktober 2020   15:13 29 3 0 Mohon Tunggu...



Cinta adalah energi untuk memberi. Ia sumber kekuatan untuk bertahan. Cinta adalah sebuah alasan untuk terus berjuang. Cinta adalah sebuah cahaya yang tak dapat dipadamkan.


*****************************************************



Tak dapat menguasai debar hatinya, tanpa pamit Tiara segera menuju mobilnya. Ia memacu lajunya ingin cepat sampai di rumah.


Sungguh tersiksa membunuh rasa yang mulai tumbuh. CINTA. Sebuah rasa yang telah lama dikuburnya, kenapa sekarang subur bak jamur di musim hujan ?


Sesampainya di rumah ia segera mengemas baju dan barang keperluan menginap selama beberapa hari. Tiara akan mengunjungi sahabatnya di sebuah daerah yang berhawa dingin.


Ia ingin menepi sejenak dari hiruk pikuk kehidupan yang selama ini digeluti. Mengelola beberapa butik, sebagai konsultan bisnis beberapa perusahaan.


Yaahhh...dia hampir melupakan dirinya sendiri. Kesibukan membesarkan dua anaknya yang kini beranjak remaja. Meski tak setiap hari bertemu namun mereka berdua selalu menghuni benak dan hati.


Selepas SMP, Tiara mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sebuah pondok. Kebetulan tempat tinggal sahabatnya dekat dengan pondok tempat kedua anaknya mencari ilmu. Ia telah mengurus segala keperluan berliburnya sejak beberapa hari yang lalu.


Tak lupa Tiara berpesan kepada para karyawannya untuk tidak memberikan informasi keberadaannya kepada siapapun. Tiara benar-benar tak mau di ganggu.



Intan putri pertamanya kini kelas XII, tak lama lagi akan lanjut ke Jepang. Cita-citanya menguasai bahasa Jepang. Intan termasuk siswa berprestasi, berhasil lolos seleksi beasiswa luar negeri.


Zamrud kelas XI, ia telah menyelesaikan hafalan 30 juz dan mendapat syahadah. Sejak sekarang tengah memperdalam bahasa arab untuk persiapan muqobalah selepas SMA nanti. Zamrud ingin memperdalam ilmu Al Quran di kota nabi.


Antara bahagia dan nelangsa. Bahagia dua buah hatinya telah menorehkan mimpi untuk diraih. Satu sisi ia bersiap dalam kesendirian menghabiskan sisa usia entah sampai kapan.


Tiara tak hendak menghambat cita-cita. Pun tak akan menahan lesatnya mereka menuju tanah impian. Namun Tiara mulai merasa gelisah menyadari tak lama lagi segera berpisah.


Lamunannya mengembara pada celoteh Intan dan Zamrud di kantin pondok kala menengok dua bulan lalu.


"Bunda berhenti kerja saja, ikut bersama Zamrud." "Nanti kalo sudah selesai sampai S3, kita pulang kampung....." bujuk Zamrud.


Tiara hanya tersenyum, ia tak punya jawaban yang tepat. Lagian apa iya bisa tiba-tiba tinggal di negeri orang, hatinya berbisik sangsi.


"Bunda ke Jepang aja, bisa lanjut buka butik." "Jadinya Intan ada temennya .... " Intan tak mau kalah.


Tiara menghentikan lamunannya ketika jalan mulai menanjak. Hawa sejuk mulai terasa, Tiara mematikan AC mobilnya dan membuka kaca jendela.

Tiara melambatkan laju mobilnya. Menikmati wajahnya diterpa angin pegunungan yang bersih. Jilbabnya berkibar ditiup angin, sejuknya hawa pegunungan mulai merasuk ke hatinya.


#bersambung

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x