Mohon tunggu...
Desny Zacharias Rahardjo
Desny Zacharias Rahardjo Mohon Tunggu... Co-Founder of Membangun Positivity

Berkat penelitian neuroscience, kita sekarang dapat memaksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bukan Sekadar Random Acts of Kindness

4 Mei 2020   21:09 Diperbarui: 5 Mei 2020   06:50 108 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukan Sekadar Random Acts of Kindness
source: facebook.com/ARkindness

Banyak dari kita, kerap kali merasa seolah dunia semakin tidak bersahabat. Keras dan sulit. Tekanan hidup semakin kuat mendera, ketidakpastian akan masa depan menggantung tanpa tahu ujungnya. Apalagi pada waktu beberapa bulan belakangan ini, di masa COVID-19. 

Tetapi jika kita mau melihat lebih dekat, baik lewat berita di TV atau pun internet, di jalan, di tempat kerja atau sekolah, selain hal-hal yang tidak menyenangkan, kita juga melihat banyak hal baik. 

Setiap hari kita mendengar cerita baru tentang orang yang mencoba menjadikan dunia tempat yang lebih baik dan belakangan ini kita sering mendengar, bersama-sama kita bisa membuat dunia sedikit lebih ramah bagi kita semua.

Semua kita bisa melakukan bagian kita untuk kebaikan. Dan tahukan Anda, semuanya bisa dimulai dengan hanya satu orang. Anda.

Belakangan ini kita menyaksikan sendiri bagaimana banyak orang tergerak untuk melakukan kebaikan, tidak peduli skalanya. Kita mendengar warga satu kampung yang menyediakan makanan dan keperluan harian bagi tetangga mereka yang positif mengidap covid-19. Hampir setiap hari juga kita melihat sekelompok orang yang mengumpulkan donasi atau membagikan makanan bagi mereka yang kurang mampu, atau bersama-sama membeli APD untuk para tenaga kesehehatan. Para penjahit menjahit ratusan bahkan ribuan masker untuk dibagi-bagikan kepada mereka yang tidak bisa membeli masker. Orang-orang yang monolong ini tidak semuanya hidup dalam kelimpahan. Mereka bukannya sedang tidak tertekan, atau mungkin juga stres. Tapi mereka sepertinya tahu, menolong orang lain sebenarnya menolong diri sendiri juga.

Hal menyenangkan tentang kebaikan adalah bahwa itu adalah satu-satunya hal di dunia yang berlipat ganda ketika Anda membagikannya. Dan itu fakta. Didukung oleh science.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jika Anda hanya melakukan satu random act of kindness, tindakan kebaikan secara acak, setiap hari, Anda tidak hanya akan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi Anda, tetapi tubuh Anda dibanjiri dengan hormon-hormon yang sama, yang membuat Anda dan orang yang telah Anda bantu menjadi lebih tenang, lebih sehat dan lebih bahagia.

Serotonin, hormon penyembuh, membantu Anda rileks dan membuat Anda merasa baik. Endorfin yang mengurangi rasa sakit, dan oksitosin yang menurunkan tekanan darah, dan membuat Anda merasa lebih mencintai dan dicintai. Anda akan lebih berenergi, merasa sakit-sakit di tubuh anda berkurang, lebih percaya diri dan bahkan bisa hidup lebih lama.

Dan jika orang lain melihat Anda membantu orang lain, mereka akan dipenuhi dengan hormon-hormon baik yang sama, yang berarti mereka secara signifikan lebih mungkin untuk pay it forward, juga melakukan kebaikan bagi orang lain. 

Seperti mengambil waktu ekstra untuk menahan lift untuk seseorang, membayarkan kopi untuk orang asing yang uangnya kurang beberapa ribu rupiah, membantu tetangga dengan sekalian membelikan barang belanjaan ketika mereka sedang berbelanja, bahkan bila hanya tersenyum, yang tulus tentunya .

Tidak butuh banyak untuk berbuat baik bagi orang lain, tetapi bisa membuat perbedaan besar bagi semua orang. Orang-orang yang telah Anda bantu akan membantu orang lain dan orang-orang lain itu akan membantu lebih banyak orang, dan tindakan random acts of kindness itu kemudian memulai reaksi berantai yang dapat menyebar ke seluruh komunitas, kota, negara, dan dengan cukup banyak dari kita melakukannya, dunia.

Sekarang bukankah itu dunia yang kita semua inginkan? Dan semuanya dimulai dengan satu orang. Anda.

VIDEO PILIHAN