Mohon tunggu...
Desy Hani
Desy Hani Mohon Tunggu... Lainnya - Happy reading

Hi, you can call me Desy - The Headliners 2021 - Best in Opinion Kompasiana Awards 2023 - Books Enthusiast - Allahumma Baarik Alaih

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Disinhibition Effect, Kepribadian yang Berbeda di Antara Dunia Maya dan Dunia Nyata

17 Mei 2021   19:24 Diperbarui: 18 Mei 2021   16:04 1303
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi disinhibition effect (sumber: alamy via style.tribunnews.com)

Tidak jarang, komunikasi tersebut terlalu banyak mengandung unsur pencitraan di dalamnya. 

Hal ini sangat wajar bila sering terjadi perbedaan di antara dunia maya dan di dunia nyata. Seperti halnya penilaian yang dilakukan oleh Radit terhadap Rere pada ilustrasi di atas. 

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan akan tetap ada orang yang apa adanya dalam menggunakan media sosial. 

Baik dirinya berada di dunia maya maupun di dunia nyata, semuanya akan tampak sama, tidak ada bedanya. 

Kedua, bebas berkreasi
Tidak jarang, media sosial terkadang menjadi ajang berkreasi. Menampilkan berbagai macam bakat hingga hobi yang ditekuni. 

Kalian semua pasti sering melihat seseorang yang sangat piawai dalam memainkan alat musik di media sosial miliknya, hal ini sangat wajar bila terjadi. 

Mengembangkan bakat akan terus dilakukan oleh seseorang yang memang berniat untuk mengasa kemampuan yang dimilikinya, media sosial salah satu tempat untuk mengapresiasikan semua bakatnya melalui fitur posting. 

Sama halnya yang dilakukan oleh Rere pemilik akun quotesrere, di mana dirinya sering mengabadikan beberapa cuitan yang berkaitan dengan motivasi. 

Hal inilah yang menunjukkan bahwa kita bebas berkreasi di dunia maya. Mau dikenal sebagai apa diri kita di media sosial juga dipengaruhi oleh interaksi kita selama di dunia maya. 

Ketiga, gaya percakapan teks yang multitafsir
Selanjutnya, gaya percakapan seseorang saat berkomunikasi melalui pesan teks bisa menimbulkan berbagai macam persepsi yang berbeda. 

Tidak jarang, kalimat ambigu bisa mencuat sesaat pesan teks tersebut sampai di penerima. Menilai seseorang suka atau tidaknya dengan kita tidak serta merta hanya dinilai melalui pesan teks semata. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun