Mohon tunggu...
Derby Asmaningrum
Derby Asmaningrum Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Alumnus Fikom (Jurnalistik) Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta || Pernah bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai asing || Classic Rock addict || derby.asma12@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Andy Liany: Sang Legenda Rock N' Roll dengan Akhir Kisah Tragis

18 April 2020   01:30 Diperbarui: 18 April 2020   10:33 52572 71 34 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Andy Liany: Sang Legenda Rock N' Roll dengan Akhir Kisah Tragis
Andy Liany, musisi rock yang meroket di era 90-an. Foto: dokumentasi pribadi Al Hafez Saleh Rachim (Oj Rock)

Terima kasih kepada adik kandung alm. Andy Liany: Al Hafez Saleh Rachim (Oj Rock) yang telah bersedia menjadi narasumber. 

***

Pada tahun 80-an hingga tengah tahun 90-an dunia musik Indonesia dihajar oleh banyak band beraliran rock dengan tampilan para musisinya yang berambut gondrong. 

Jaman itu, kalo nggak gondrong gak kereenn (selera, boleh dooong!). Salah satu talenta yang ikut meramaikan belantika musik cadas saat itu adalah Andy Liany yang selamanya akan selalu menjadi musisi, rockstar tanah air kebanggaan saya. 

Tentu saja saya tidak salah karena selain keren, sang idola memanglah seniman berbakat, pekerja keras, berprestasi namun tak disangka, perjalanan karirnya berujung tragis meninggalkan masterpiece sebuah power ballad berjudul Sanggupkah (1993) yang akhirnya menakhtakan namanya menjadi legenda rock n' roll Indonesia.

Tak pernah ciut nyali
Penuh mimpi dan ambisi, pengembaraan bermusik Andy Liany dimulai sejak bertemu Parlin Burman alias Pay (eks gitaris Slank, sekarang gitaris BIP).

Dirasakan memiliki kesamaan visi, akhirnya mereka membentuk Chivas Band yang juga beranggotakan Indra Qadarsih (eks keyboardis Slank, kini pemain keyboard BIP). 

Sepak terjang Chivas Band segera dibuktikan dengan memenangkan Djarum Fiesta Music Contest di Jakarta tahun 1988 setelah menyingkirkan lawan-lawannya yang tidak sembarangan. Andy pun menyabet gelar vokalis terbaik yang membuat dirinya perlahan mulai dilirik.

Pemuda asal Tanjungpinang, Provinsi Kep. Riau itu selanjutnya bergabung dengan band cadas Z Liar di mana dua lagu mereka berjudul Bumi Bergoncang dan Fitnah nangkring di album kompilasi Indonesian Rock and Metal 1 (1990).

Andy yang memang bergaul dengan anak-anak Gang Potlot dan kerap dipanggil Brother Jack ini sempat menyumbangkan lengkingan suaranya di lagu Suit-Suit... He-He (Gadis Sexy) dari album perdana Slank yang berjudul sama, dirilis 1990. 

Pantang menyerah mencari jati diri sebagai seorang musisi, Andy kembali bersatu dengan Pay, kali ini di bawah nama Fargat 727 yang beranggotakan Once (yang nantinya menjadi vokalis Dewa 19 menggantikan Ari Lasso) dan Ronald Fristianto (calon drummer Gigi).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x