Mohon tunggu...
Fransiskus Xaverius
Fransiskus Xaverius Mohon Tunggu... -

I see the whole world from my extraordinary perspective

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Budaya Tahunan Warga Indonesia

15 Agustus 2012   08:07 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:44 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Setiap tahun, warga muslim Indonesia merayakan lebaran di tahun baru hijriah. Setiap tahun itu pula Indonesia diwarnai berbagai macam suasana lebaran. Benar, lebaran memang merupakan hari raya (bisa disebut) paling besar dirayakan oleh warga Indonesia. Begitu pula kesibukan rutin warga Indonesia terus berulang setiap tahunnya antara lain :

Naiknya harga kebutuhan pokok (dan lain-lain)


Sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi warga Indonesia bila harga pokok melonjak pada saat menjelang puasa dan hari raya lebaran tidak hanya barang pokok, seolah Indonesia mengalami inflasi rutin tiap tahunnya. Uniknya, permintaan pasar tidak pernah turun mungkin benar juga apa yang dikatakan pada ilmu ekonomi bahwa harga naik jika permintaan naik

Maraknya iklan bumbu masakan dan syrup di televisi

Yang ini sebenarnya bukan budaya lebaran tapi anehnya sungguh terjadi, iklan syrup dan bumbu masakan sangat gencar ditayangkan di televisi, sungguh aneh tapi nyata.

Padatnya pusat perbelanjaan di berbagai tempat, diskon promo lebaran dimana-mana

Tradisi berbelanja disaat menjelang lebaran sangat booming akhir-akhir ini, padahal beberapa tahun yang lalu, saat lebaran tidak ada toko yang beroperasi, namun di masa kini sangat mudah ditemukan spot untuk menghabiskan uang THR. Hehe

Touring Massal alias Mudik Lebaran

Sebenarnya ini yang sangat marak disiarkan di layar TV, jalur lintas kota lintas provinsi macet, stasiun dan terminal penuh sesak dan mobilitas warga Indonesia meningkat dengan pesatnya baik saat arus mudik maupun arus balik.

Tradisi bermaaf-maafan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun