Mohon tunggu...
Deni Mildan
Deni Mildan Mohon Tunggu... Geologiwan

Geologist | Open Source Software Enthusiast | Blogger | Menulis yang ringan-ringan saja. Sesekali membahas topik serius seputar ilmu kebumian

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Belajar dari Allan Karlsson: Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Hal Baru

29 Januari 2021   20:11 Diperbarui: 29 Januari 2021   21:08 112 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar dari Allan Karlsson: Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai Hal Baru
Sumber: Dokumentrasi Pribadi

Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya dimulai. Pada hari itu Allan akan berusia genap 100 tahun. Karena merupakan kejadian langka, walikota akan ikut hadir di pestanya, diikuti pers lokal dan nasional yang akan meliput. Anehnya, yang berulangtahun justru memanjat keluar dari jendela dan kabur dari panti jompo.

“Lah, terus kenapa kalau ada kakek tua yang memanjat keluar dari jendela?”

Jangan bayangkan kakek tua yang lemah tak berdaya. Meski terkadang lututnya sakit karena terlalu banyak berjalan, Allan masih mampu berkeliling Swedia dengan rekan-rekannya yang juga tidak lagi muda. Tingkahnya yang sembrono dan konyol mampu membuat Allan dan kawan-kawan lolos dari kejaran polisi, media, dan geng motor yang hendak menuntut kembali sekoper penuh uang yang ia curi.

Kisah petualangan Allan Karlsson mengambil latar waktu masa kini dan masa lalu. Dari cerita masa lalunya, kita akan mengetahui bahwa Allan adalah ‘orang gila’ secara alami. Sifatnya menurun dari sang ayah yang seorang simpatisan sosialisme dan alat kontrasepsi. 

Jika pada akhir SMP kita baru bisa mengerjakan beberapa proyek sains sederhana, Allan di usia yang sama sudah mendirikan perusahaan peledakannya sendiri. Eksperimennya dengan bahan peledak membuat tetangga gusar dan tak jarang sapi-sapi mengalami keguguran.

Meski seenaknya sendiri, justru sifatnya itulah yang akhirnya membawa Allan terlibat dalam berbagai peristiwa besar dunia di abad keduapuluh. Keahliannya dalam urusan bahan peledak membuat Allan terjun ke perang saudara Spanyol dan pembuatan bom atom di Negeri Paman Sam. Allan yang tidak mau ambil pusing masalah politik malah berkenalan dengan tokoh besar dari sisi berseberangan, seperti Wakil Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman dan orang nomor satu Soviet Stalin.

Penulis menjabarkan kisah Allan secara rapih dengan cara yang kocak, mengaitkan dengan beberapa kejadian sejarah sungguhan namun dilihat dari sisi humor. Dua lini masa cerita berbeda tetap menampilkan karakter Allan yang masih sama, gila dan tidak suka menghabiskan waktu berpikir terlalu lama.

Secara tersirat, The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared menyampaikan pesan bagi orang-orang yang terkadang menyerah karena jiwa raganya dimakan usia. Allan yang meski di usia rentanya harus mendekam di panti jompo memutuskan untuk keluar dari kekangan dan memulai petualangan. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.

Secara mengejutkan Allan juga dikisahkan pernah tinggal di Indonesia dan kembali lagi, kemudian bertemu presiden SBY. Jangan bangga dulu, karena penulis menyelipkan sindiran tajam untuk negeri kita tercinta, namun dengan cara yang tentunya lucu. Pembaca Indonesia pastinya akan merasa malu sekaligus tertawa karena menyadari begitu cerdasnya penulis mendeskripsikan “budaya” kita.


Informasi Buku

Judul                     :The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared

Penerjemah       :Marcalais Fransisca

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x