Deni Mildan
Deni Mildan Geologiwan

Writting is sharing

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Dulu Ditinggalkan, Wisata Area Bekas Tambang Kini Menarik Perhatian

12 Oktober 2018   10:42 Diperbarui: 12 Oktober 2018   18:08 965 1 1
Dulu Ditinggalkan, Wisata Area Bekas Tambang Kini Menarik Perhatian
Sumber: Instagram, @agnesiawalandouw

Pernah dengar ungkapan, "tambang merusak alam" ? Ungkapan itu tidak sepenuhnya benar. Meskipun alami lahan berubah, tambang justru memberikan hadiah menarik setelah tuntas kegiatan penambangan. 

Bekas torehan, galian, dan lubang-lubang menembus bumi saksi kerja keras manusia dan kekuatan alat berat malah menjadi magnet wisata baru yang lain dari dari wisata alam kebanyakan. Beberapa objek wisata bekas tambang yang memiliki catatan sejarah menarik bahkan diarahkan untuk menjadi sarana edukasi bagi pengunjungnya.

Berikut beberapa objek wisata bekas tambang yang menarik untuk dikunjungi menurut penulis.

Danau Kaolin (Bangka Belitung)

Danau Kaolin adalah sebutan bagi kolam-kolam bekas galian tambang timah di Bangka Belitung. Pasca kegiatan penambangan, bekas galian tersebut ditinggalkan hingga terisi air dan akhirnya membentuk kolam-kolam air beraneka warna yang instagramable. Kaolin sendiri merupakan jenis mineral yang dominan ditemukan di sekitar danau.

Brown Canyon (Semarang)

Sumber: Instagram, @icald13
Sumber: Instagram, @icald13
Brown Canyon yang terletak di Desa Rowosari, Tembalang, Semarang ini memiliki nama yang sekilas mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat dan Green Canyon di Pangandaran, Jawa Barat. Seperti namanya, Brown Canyon menyuguhkan pemandangan tebing-tebing batuan berwarna cokelat bekas galian tambang pasir. 

Kolam-kolam kecil yang terisi air limpasan semakin menambah cantik penampilan Brown Canyon. Meski begitu, di beberapa lokasi di sekitar Brown Canyon masih aktif dilakukan penambangan sehingga seringkali pengunjung terganggu debu yang beterbangan.

Tebing Koja (Tangerang)

Sumber: Instagram, @firakwan
Sumber: Instagram, @firakwan
Satu lagi objek wisata bekas tambang pasir yang belakangan ini tengah viral, yaitu Tebing Koja. Tebing Koja terletak di Kampung Koja, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Setelah ditambang, pasir hasil aktivitas vulkanik di masa lampau ini ditinggalkan dan kini sebagian dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Salah satu hal ikonik di lokasi ini adalah bentuk tebing yang mirip kadal mutan raksasa Godzila. Dari sinilah sebutan Tebing Koja Kandang Godzila berasal.

Kota Sawahlunto (Sawahlunto)

Bukan Cuma satu lokasi, tapi satu kota! Kota Sawahlunto adalah satu-satunya kota tambang di Indonesia yang menyajikan wisata tambang bawah tanah yang kaya sejarah. 

Beberapa tahun belakangan, pemerintah daerah Sawahlunto didukung pemerintah pusat dan BUMN gencar mendandani kota agar menjadi idola baru pariwisata Sumatera Barat, bahkan Indonesia. Objek-objek wisata alam dan tambang dibenahi guna mendukung tujuan tersebut.

Sebagai salah satu kota tambang batubara bawah tanah yang Berjaya sejak zaman kolonial Belanda, Sawahlunto memberikan warna berbeda dengan wisata menembus bumi melalui lubang-lubang bekas galian tambang batubara, salah satunya Lubang Mbah Suro.

Lubang Tambang Mbah Soero adalah salah satu objek wisata sejarah yang terletak di kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Indonesia. 

Terowongan sepanjang 185 meter ini dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1898. Keasliannya yang masih tetap dipertahankan, dapat dilihat dari bagian atap dan dinding yang tersusun dari batubara.

Sumber: Instagram, @nitasellya
Sumber: Instagram, @nitasellya
Unit Tambang Ombilin (UPO) PT Bukit Asam yang merupakan BUMN yang beroperasi aktif dalam penambangan batubara bawah tanah di Sawahlunto juga akan berperan dalam pengembangan wisata tambang.

Beberapa lubang milik UPO PT Bukit Asam rencananya akan dijadikan sebagai lokasi edukasi bagi diklat-diklat yang berkaitan dengan tambang batubara bawah tanah.