Mohon tunggu...
Delianur
Delianur Mohon Tunggu... a Journey

a Journey

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Gold", Indonesia dan Hoaks Terbesar Tambang Emas Abad 20

1 Agustus 2020   22:34 Diperbarui: 1 Agustus 2020   22:51 497 14 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Gold", Indonesia dan Hoaks Terbesar Tambang Emas Abad 20
wikipedia

Pulang ke Kanada, Walsh meminta persetujuan Alberta Stock Exchange, pasar saham tempat Bre-X didaftarkan, untuk menaikan harga saham Bre-X dari 10 sen menjadi 40 sen dollar Kanada. Upaya Walsh berhasil.

Meski hanya bermodal potongan surat kabar berisi potensi emas di Kalimantan yang sedang disasar Bre-X. Kenaikan saham ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 200 ribu dollar Kanada atau setara Rp 2,1 Milyar. Cukup untuk pembiayaan tahap awal proses eksplorasi.

Sampai menjelang akhir 1993, Guzman dan tim nya sempat putus asa karena tidak kunjung menemukan emas yang dicari. Namun pada Desember 1993, Guzman menemukan emas. Semula Guzman menaksir bahwa kandungan emas di Busang ada 1 Juta ounce atau 28,3 ton. 

Namun seiring waktu, taksiran Guzman terus berubah menjadi lebih besar. Pada Januari 1996, David Walsh  mengumumkan ada potensi emas sebesar 30 Juta ounce atau 850,5 ton di tambang yang sedang kelola.

Namun beberapa bulan kemudian, angka itu berubah lebih tinggi lagi menjadi 200 Juta ounce atau 5,670 ton emas. Angka ini tidak hanya melampui kandungan emas di Gresberg Papua yang dikuasai Freeport McMoran, tetapi juga menjadikan Busang sebagai tambang emas terbesar di dunia.

Bre-X memiliki 8% cadangan emas dunia. Guzman dan Fedelhorf menjadi selebritis di dunia pertambangan. Sampai diberi penghargaan sebagai "Pencari Tahun Ini" pada tahun 1996.

Temuan ini pastinya menggelembungkan nilai saham Bre-X. Saham yang semula hanya berharga 40 sen Kanada perlembar menggelembung menjadi 170 dollar Kanada atau Rp 1,7 Juta per lembar.

Masyarakat dan perusahaan pengelola keuangan berbondong membeli saham Bre-X. Di antaranya adalah tiga lembaga publik Kanada;  The Ontario Municipal Employee Retirement Board menginvestasikan dananya sebesar $45 Juta. The Quebec Public Sector Pension Fund menginvetasikan sebesar $70 Juta. Sementara The Ontario Teachers Pension Plan sebesar $100 Juta.

Perusahaan besar tambang dunia pun juga tidak ingin ketinggalan. Mereka mengeluarkan segala daya dan upaya untuk mendapat keuntungan dari emas Busang. Barrick Gold Corporation misalnya. Salah satu raksasa tambang ini, bernegosiasi dengan Walsh untuk menjadi pemegang saham mayoritas Bre-X. Namun tawaran itu ditolak Walsh.

Ditolak Walsh, Peter Munk Chairman Barrick, melakukan gerilya lobby politik ke pemerintah Indonesia. Melalui Brian Mulroney, mantan Perdana Mentri Kanada yang mempunyai 500 ribu saham di Barrick, Peter Munk berhasil merangkul Mentri Pertambangan dan Energi.

Tidak cukup sampai di tingkat Mentri, Peter Munk juga mengajak anak pertama Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, untuk terlibat dalam proyek Busang dengan Hotel Grand Hyatt sebagai kantornya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x