Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Menulis untuk Menumbuhkan Percaya Diri

24 Oktober 2020   05:24 Diperbarui: 25 Oktober 2020   11:26 405 56 17 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis untuk Menumbuhkan Percaya Diri
Ilustrasi menulis (Gambar: Pexels/Ivan Samkov)

Sebagai orang yang sepertinya tidak dimodali rasa percaya diri yang cukup, nyaris sepanjang waktu saya habiskan untuk menumbuhkan rasa itu. Tentu saja tidak mudah, tetapi seiring berjalannya waktu saya mulai menemukan resep-resepnya.

Sebenarnya belum banyak resep yang saya miliki atau yang sudah saya yakini kemanjurannya. Tetapi, setidaknya ada satu resep utama yang dapat saya pegang. Khususnya untuk saat ini.

Resep itu adalah menulis.

Awalnya, saya belum yakin apakah mampu melakukannya. Tetapi, ketika saya membangunnya dari cara yang menurut saya benar, maka keyakinan itu bertumbuh pelan tapi pasti. Apa itu?

Membeli buku dan membaca. Dua hal ini sangat berkaitan dengan erat, khususnya dalam kacamata saya. Kebetulan, saya lebih suka membaca buku karena saya punya bukunya, daripada membaca buku tapi hasil dari meminjam.

Bukan bermaksud sombong, tetapi hanya perihal kenikmatan, kepuasan, dan tanggung jawab. Tiga poin ini sudah mendarah-daging di pikiran saya tanpa perlu saya buat-buat. Buat apa berlagak demikian, jika uang jajan saya pas-pasan?

Ketika saya memiliki buku, maka membaca buku itu akan nikmat. Saya tidak akan terburu-buru untuk menyelesaikan buku itu jika ternyata isinya sangat menarik dan sayang untuk segera dituntaskan.

Pada perihal kepuasan, saya kaitkan dengan kecenderungan orang zaman sekarang yang sering mengunggah segala sesuatu di akun media sosialnya. Bukan berarti yang bermodalkan pinjaman itu tidak bagus.

Hanya, bagi saya itu seperti menunjukkan perkakas milik orang lain tetapi di rumahnya sendiri. Menurut saya itu agak aneh.

Walau demikian, di perihal tanggung jawab, saya justru mengacungkan jempol kepada mereka yang berani meminjam buku orang lain. Karena, saya cenderung kurang berani meminjam buku orang lain. Kalau perpustakaan sekolah--dulu, iya.

Ketika meminjam buku, maka tanggung jawabnya seperti meminjam uang. Harus dikembalikan. Kalau uang harus senominal yang dipinjam, kalau buku juga harus dikembalikan dalam keadaan sesuai dengan bentuk sebelumnya. Jangan sampai dirusakkan!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
24 Oktober 2020