Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Mengapa Tidak untuk Menolak Gaji?

1 Agustus 2019   08:24 Diperbarui: 1 Agustus 2019   08:36 123 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengapa Tidak untuk Menolak Gaji?
Ilustrasi menerima gaji pertama. (Metro.tempo.com)

Di sini tidak ada pembicaraan tentang kata syukur. Karena ucapan syukur akan mengarah pada suatu pembicaraan yang sakral; agama. Sehingga, kita tidak berbicara tentang itu. Kita fokus mengulik tentang gaji dan fresh graduate.

Sebenarnya, cukup aneh jika yang menulis artikel ini adalah orang yang belum lulus kuliah. Namun, tulisan ini akan mencoba membahas tentang fenomena yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat Indonesia. 

Yaitu terkait tentang berita heboh dari lulusan UI yang menolak digaji 8 juta rupiah per bulan. Terkait pada perihal pro atau kontra, di artikel ini akan mencoba mengulas kedua sudut pandang tersebut.

Ilustrasi data UMR/UMP di Indonesia. (Centrausaha.com)
Ilustrasi data UMR/UMP di Indonesia. (Centrausaha.com)

Rata-rata masyarakat Indonesia akan berpikir bahwa penolakan gaji 8 juta rupiah per bulan itu aneh. Karena, dewasa ini memperoleh gaji sesuai peraturan daerah (perda) atau upah minimum regional (UMR) masing-masing saja sudah sulit. 

Jika dibandingkan dengan pekerja yang mendapatkan gaji minimal setara dengan perda kota/kabupaten (UMK) setempat, tentu masih banyak pekerja yang belum mendapatkan gaji dengan angka sedemikian. Apalagi jika harus melebihi batas minimal pendapatan di daerah tersebut.

Sehingga, dengan fakta yang sedemikian rupa, tidak mengherankan jika banyak orang menjadi kontra terhadap pernyataan si lulusan baru dari kampus ternama itu. 

Termasuk di artikel ini pun menyatakan bahwa si lulusan itu melakukan hal yang kurang benar. Namun, bukan soal pernyataannya, melainkan bentuk pernyataannya.

Benarkah seorang alumni UI hanya bisa
Benarkah seorang alumni UI hanya bisa "curhat online" dengan bentuk seperti ini? (Cnbcindonesia.com)

Pernyataannya tetap boleh mengungkap hal itu, namun seyogyanya dapat diolah lebih menarik lagi sesuai dengan kapasitas dirinya sebagai alumni UI. 

Apa susahnya seorang alumni UI dapat membuat semacam ilustrasi yang dapat mengungkap tentang relativitas antara gaji dengan kualitas/nama besar kampus?

Atau jika memang ingin menunjukkan kualitas dirinya sendiri, hal itu juga bisa dilakukan. Toh, secara fakta dirinya memang lulusan kampus ternama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x