Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Laga 100 Menit yang Tidak Mampu Membuat Persebaya Menang

22 Mei 2019   15:30 Diperbarui: 22 Mei 2019   15:34 21 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Laga 100 Menit yang Tidak Mampu Membuat Persebaya Menang
Osvaldo Haay dikawal Kevin dan OK John. (Football5star.com)

Laga yang berlangsung di Gelora Bung Tomo tadi malam (21/5), ternyata berlangsung selama 100 menit lebih. Pertandingan ini mempertemukan Persebaya dengan tim promosi dari Liga 2, Kalteng Putra yang harus berakhir imbang 1-1. Gol kedua tim pun terjadi di babak pertama. Praktis di babak kedua, baik Persebaya maupun Kalteng Putra berusaha keras untuk mencetak gol keunggulan. Namun, keduanya tak berhasil.

Khususnya bagi Persebaya, ini merupakan hasil yang tak maksimal. Karena, mereka tampil di kandang dan sebelumnya sudah tumbang di laga pertama. Maka, ini adalah upaya penebusan. Mereka harus menang untuk mengarungi kompetisi Liga 1 dengan start yang---masih dapat disebut---cukup baik.

Namun, kenyataannya mereka harus berhadapan dengan tim pragmatis yang sebelumnya juga mampu menang di laga tandang. Kalteng Putra dengan pelatih baru, Willy Gomes de Oliviera sukses mereguk 4 poin di dua laga awal Liga 1 musim ini. Tentunya ini menjadi start yang bagus bagi tim promosi untuk memulai asa bertahan di Liga 1 musim depan.

Bermain melawan Persebaya tentu bukanlah hal yang mudah bagi Kalteng Putra. Namun, permainan mereka yang sporadis, sukses membuat permainan Persebaya naik-turun selama pertandingan berlangsung. Hal ini yang membuat Persebaya gagal mengintimidasi lawan dan gagal menang.

Sempat unggul cepat melalui gol spektakuler Misbakus Solihin, namun Persebaya gagal membendung serangan cepat dari Kalteng Putra dan melahirkan gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Patrich Wanggai. Skor 1-1 menjadi penghias papan skor di Gelora Bung Tomo sampai di menit 102.

Betul! Laga ini berlangsung sampai 100 menit lebih. Namun, hal ini tak membuat Persebaya menang. Mengapa?

Pertama, Persebaya tidak segera 'panas' ketika masih ada Amido Balde. Bermain dengan target-man, Persebaya tidak kunjung mampu membangun serangan yang tersistematis sesuai dengan formasi yang diturunkan.

Di awal pertandingan, Amido Balde masih terisolir, meski umpan-umpan silang diperagakan oleh dua full-back, Novan Sasongko dan Ruben Sanadi. Terkhusus pada Ruben Sanadi, pemain ini sangat berperan aktif dalam membangun serangan untuk Persebaya. Namun, karena keaktifannya pula, lini pertahanan sisi kiri Persebaya dapat dieksploitasi oleh pemain dari Kalteng Putra, Diogo Campos.

Kedua, kerja sama Amido Balde dan Manukhcer Jalilov tidak terlihat. Sehingga, pertahanan Kalteng Putra dapat fokus mengawal pergerakan tanpa bola kedua pemain ini. Di sini, poin terbaik Persebaya hanya ada pada pergerakan Osvaldo Haay yang terkadang tak terkawal. Sedangkan untuk Damian Lizio, peran pemain ini sudah cukup bagus namun tidak cepat panas, sehingga dukungannya terhadap dua pemain depan Persebaya masih belum terlihat.

Ketiga, Persebaya harus kehilangan Amido Balde yang mengalami cedera, ketika Tim Bajul Ijo ini mulai pelan-pelan menemukan ritme permainan yang tepat. Sehingga, ketika Lizio dkk sukses mengreasikan serangan, mereka tidak memiliki sosok target-man. Memang, keluarnya Balde tersebut membuat Jalilov menjadi target-man, namun tipikal kedua pemain ini tidaklah sama. Sehingga, kebutuhan Persebaya terhadap peran target-man tidak terlihat di laga ini---secara keseluruhan.

Keempat, Persebaya tidak memiliki koordinasi yang bagus di lini pertahanan. Duet Hansamu Yama dan Rahmat Irianto seperti berjalan sendiri-sendiri dalam mengemban tugas melindungi pertahanan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa blunder yang dilakukan kedua pemain ini yang terlihat atas dasar ingin menyelamatkan pertahanan dengan perannya sebagai individu bukan sebagai duet. Sehingga ketika satu di antara keduanya melakukan kesalahan, maka satu diantaranya juga tak mampu 'menambal' kesalahan tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x