Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Bagian 2: Review dan Preview Babak 16 Besar Liga Champions 2018/19

20 Februari 2019   22:22 Diperbarui: 20 Februari 2019   22:24 0 2 0 Mohon Tunggu...
Bagian 2: Review dan Preview Babak 16 Besar Liga Champions 2018/19
Babak 16 besar UCL 2018/19. (Sports.sindonews.com)

Bagian 1

Review:
Dua hasil imbang yang terjadi di dua laga dini hari tadi (20/2), membuat pertarungan di laga kedua nanti akan berjalan sangat sengit. Barcelona memang dipastikan akan lolos di Camp Nou saat bergantian menjamu Lyon. Sedangkan, duel Bayern Munchen v Liverpool akan lebih dekat ke kubu Jerman. Hasil imbang bagi Liverpool di Anfield memang menjadi hal yang buruk. Sedangkan Munchen akan berupaya memaksimalkan peluang lolos di kandang sendiri.

Uniknya dua pertandingan ini sama-sama berakhir dengan tanpa gol, alias 0-0. Apa penyebabnya?

Di pertandingan antara Olympique Lyon vs Barcelona, 0-0 terjadi karena bukan pada minimnya peluang tim tamu (Barcelona), melainkan efisiensi serangan yang tidak bagus. Dembele, Messi, Suarez, bahkan Coutinho, sama-sama berhasil merangsek masuk ke dalam kotak penalti. Namun, mereka tidak mampu mengarahkan tendangan ke gawang dengan tepat ataupun dengan power yang tepat.

Satu-satunya peluang yang seharusnya terjadi gol adalah saat di babak pertama. Messi yang mendapatkan bola dari belakang, sukses berlari mendekati kotak penalti Lyon. Namun, sebelum benar-benar menyerah kotak penalti, kapten Barcelona itu dilanggar. Sehingga peluang untuk mencetak gol melalui akselerasi digantikan dengan peluang melalui tendangan bebas. Namun, eksekusi tendangan bebas yang sangat dekat dengan gawang itu justru melayang di atas gawang lawan.

Selebihnya, permasalahan eksekusi Barcelona ada pada timing dan akurasi tendangan. Dembele, Coutinho, apalagi Jordi Alba, tidak bisa menghasilkan tendangan yang akurat dan mengancam gawang tuan rumah. Namun, dengan bekal imbang 0-0 ini, Barcelona masih bisa membuka peluang lolos di pertemuan kedua nanti.

Permasalahan dari Barcelona adalah kesulitan mereka untuk tampil apik ketika bertandang ke Prancis (di kandang PSG ataupun kini di kandang Lyon). Taktik Barcelona juga terkesan aneh. Karena, dibilang dominan juga tidak efektif, ketika dilihat tampil pragmatis dengan serangan balik, juga tidak akurat. Sehingga, Barcelona di laga ini seperti 'membunuh diri sendiri' selain karena permainan Lyon dalam bertahan mampu mengganggu konsentrasi pemain-pemain Barca.

Beralih ke laga kedua yang jauh lebih seru. Liverpool vs Bayern Munchen di Anfield. Memang skor akhir adalah 0-0. Namun, di dalam laga tersebut sebenarnya banyak serangan dan peluang yang dimiliki oleh kedua tim. Permasalahannya bagi Liverpool adalah permainan mereka dalam menyerang dapat diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Munchen. 

Faktor ketidak-beruntungan dalam menghadapi peluang juga beberapa kali terjadi. Khususnya, di babak pertama. Sedangkan bagi Munchen, kebuntuan mereka lebih ke orientasi bermainnya. Apalagi, kerja sama antara lini depan dan lini tengah tidak berjalan dengan baik. Praktis, Munchen di laga ini terlihat seperti hanya fokus bertahan. Khususnya di babak pertama.

Sedangkan di babak kedua, permainan Liverpool menjadi kurang menarik ketika masuknya pemain di depan sebagai target man. Klopp mungkin mencoba melepaskan Salah agar dapat bergerak bebas. Namun, hal ini sepertinya diketahui oleh Munchen. Apalagi Munchen memiliki dua bek tengah yang berpengalaman dan mampu menggalang pertahanan cukup rapi. Sehingga, semakin sulit bagi Liverpool untuk membuka celah, walau dengan kombinasi bola-bola atas.

Melihat hasil ini, kubu yang diuntungkan adalah Bayern Munchen. Mereka pulang dengan bekal yang sama untuk memulai second leg di Allianz Arena. Artinya, skor 0-0 di leg pertama menjadikan laga kedua dimulai tanpa adanya agregat yang membebani Bayern Munchen secara berlebihan. Artinya mereka harus fight untuk menjadikan leg kedua adalah final. Hasilnya 100% ditentukan di laga kedua tersebut.

Melihat situasi ini, maka, dipastikan Liverpool akan tampil berani dan totalitas agar dapat mencetak gol dan mempersulit langkah Munchen. Secara pengalaman, kedua tim memiliki pengalaman yang sama untuk berjaya di Eropa. Namun, kali ini kita akan disuguhkan pada kesiapan strategi yang tepat. Walau Liverpool diuntungkan dengan keberadaan Klopp yang pernah berkarir di Bundesliga. Namun, Munchen bisa menghadang pengalaman itu dengan penyegaran taktik dari pelatih baru Munchen musim ini, Niko Kovac.

Mengenai peluang lolos, Bayern Munchen dengan hasil imbang dan tanpa gol di leg pertama membuat mereka memiliki kendali yang lebih baik. Memang 90 menit itu panjang, namun, dengan strategi menyerang yang lebih baik. Gnabry dan pemain-pemain lainnya harus meningkatkan efisiensi dalam mengeksekusi peluang. Maka dengan begitu, mereka dapat mencetak keunggulan.

Namun, kita perlu mengakui bahwa lini belakang Liverpool juga bagus. Koordinasi Joel Matip dan Virgil van Dijk dapat membuat kesulitan lawan untuk menjumpai penjaga gawangnya. Pemain-pemain Bayern yang memiliki kecepatan seperti Serge Gnabry bisa diandalkan kembali untuk membongkar pertahanan Liverpool sekaligus mengombinasikan permainan di lini tengah untuk mendorong mundur garis pertahanan Liverpool.

Prediksi 1:
Barcelona (70%) dan Bayern Munchen (60%) akan lolos.

Preview:
Di sisa pertandingan first leg (pertemuan pertama) babak 16 besar adalah Schalke 04 vs Man. City dan Atletico Madrid vs Juventus.


Melihat secara performa di liga domestiknya, maka, Manchester City tidak akan kesulitan untuk menghadapi Schalke baik di laga kandang maupun tandang. Berbekal pada pengalaman Josep 'Pep' Guardiola yang pernah melatih Bayern Munchen, maka, kemungkinan besar Pep akan kembali menemukan formulasi yang tepat untuk mengalahkan Schalke. Walau, dengan tim yang berbeda dan pemain-pemain yang berbeda.

Sedangkan bagi Schalke, mereka harus meminimalisir potensi kebobolan. Pressing tinggi harus dihindari, karena kecepatan pemain sayap City akan sangat merepotkan ketika City dapat momentum membangun serangan dari belakang. Selain itu, menumpuk pemain di tengah juga dapat dilakukan untuk menjauhkan bola dari pertahanan. Berbekal pada cara main mereka di kompetisi ini---Liga Champions, seharusnya di pertemuan pertama, mereka dapat mencuri poin dan gol agar di pertemuan kedua mereka bisa lebih bermain pragmatis.

Beralih ke laga kedua yang lebih menarik, yaitu Atletico Madrid vs Juventus. Di atas kertas, keduanya memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pertandingan maupun lolos ke fase selanjutnya. Namun, jika menilik pada performa di liga domestik akhir-akhir ini, maka Juventus akan memiliki peluang lebih untuk menang. Apalagi jika mereka bermain di kandang sendiri.

Dibandingkan tim-tim Italia lainnya, Juventus memiliki skuad yang solid dan imbang antara tim utama dan lapis kedua. Ditambah dengan keberadaan Cristiano Ronaldo yang semakin membuat lini serang Juventus semakin menjanjikan. Adanya Ronaldo membuat penyerangan Juventus diisi oleh kombinasi energi dan pengalaman. 

Energi tentunya dimiliki oleh Paulo Dybala, sedang Ronaldo menawarkan kematangan berkat pengalamannya di Madrid. Di Spanyol dia secara langsung harus dapat menunjukkan performa terbaik agar dapat membawa Madrid berprestasi termasuk menjadikan dirinya sebagai pemain terbaik lainnya selain Lionel Messi.

Menariknya, di Juventus, juga terdapat pemain-pemain tengah yang sangat mendukung permainan Ronaldo. Para pemain Juventus kebanyakan adalah tipe pekerja keras dan ini sedikit meringankan beban Ronaldo dalam mencari peluang. 

Hal ini sedikit berbeda dibandingkan di Madrid yang pemain pekerjanya hanya Modric yang sedikit stylist, sehingga mungkin akan mengandalkan Marcelo atau Carvajal, maupun pemain muda seperti Lucas Vazques. Sedang di Juve, karakter Mandzukic mirip Benzema. Hanya, produktivitas Mandzukic lebih baik, ditambah dengan keberadaan Dybala---yang secara kualitas individu---sebenarnya, menyetarai pemain-pemain terbaik di dunia.

Usianya yang masih muda, membuat performanya terkadang tidak stabil. Namun, dengan keberadaan Ronaldo, maka, ada dorongan besar bagi Dybala untuk membuktikan diri sebagai pemain yang berkualitas dan siap bahu-membahu dengan tim untuk membawa Juve meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Apalagi, dengan keberadaan CR7 di Juventus, peluang untuk juara Liga Champions bukanlah hal yang mustahil.

Sedangkan bagi Atletico Madrid, duel dengan Juventus adalah suatu hal yang menarik. Karena, mereka tidak akan merasa minder secara kualitas dan pengalaman tim. Namun, keberadaan Ronaldo di Juve akan menjadi pressure tersendiri bagi pertahanan Los Rojiblancos. Mengingat pengalaman Derby Madrid bagi Ronaldo cukup besar. Maka, Atletico harus dapat membangun pondasi bermain yang benar-benar kuat, agar dapat menyulitkan Juventus. Baik di first leg maupun di second leg.

Untuk laga tandang (leg kedua), memang peluang menang Atletico tidak besar. Bahkan mereka akan menjadi underdog di laga tandang ke Turin. Namun, untuk di leg pertama, mereka akan punya peluang besar untuk menang. Walau bukan berarti mereka dapat lolos ke fase selanjutnya dengan mudah.

Berkaca pada pengalaman Juventus dan adanya Massimiliano Allegri, maka, peluang lolos Juventus juga besar. Namun, perjudiannya ada pada perang taktik. Berbicara soal filosofi taktik pelatih Italia, maka, Diego Simeone juga bukan orang baru. Karena, dia juga pernah bermain di Italia saat masih menjadi pemain. Sehingga, dia akan cukup tahu bagaimana filosofi bermain pelatih Italia. 

Namun, tantangan terbesar baginya adalah beranikah Atletico bermain high-pressing? Atau justru, Atletico akan bermain menunggu di belakang dan mengandalkan counter-attack?

Jika di laga tandang, kemungkinan besar taktik kedua dapat digunakan Simeone. Namun, untuk di laga kandang, hal ini akan minim untuk dilakukan. Atletico akan dipancing untuk dapat menguasai jalannya pertandingan, namun, akan dicuri dengan counter-attack cepat dari flank Juventus. Sehingga, pertandingan antara Juventus dan Atletico ini akan menyajikan permainan yang sulit ditebak hasilnya.

Kecuali ada satu di antara mereka mampu merubah situasi permainan yang signifikan. Misalnya, secara mengejutkan Juventus menang di Wanda Metropolitano, maka, di leg kedua Juve dapat bermain aman. Sedangkan Atletico akan berusaha memaksimalkan kesempatan di leg kedua. Termasuk memainkan pola serangan balik yang disukai oleh Antoine Griezmann.

Prediksi 2:
Manchester City lolos* (80%), Juventus lolos* (60%).

Malang, 20-02-2019
Deddy Husein S.


Tambahan:
* ) kedua tim dapat lolos dengan prosentase demikian jika berhasil memenangkan pertandingan di pertemuan pertama.