Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Dimulainya Pertarungan 16 Klub Besar di Liga Champions 2018/19

13 Februari 2019   06:45 Diperbarui: 13 Februari 2019   06:48 0 1 1 Mohon Tunggu...
Dimulainya Pertarungan 16 Klub Besar di Liga Champions 2018/19
Ilustrasi Uefa Champions League. Sumber gambar: UEFA.com


Babak 16 besar Liga Champions akan dimulai di tengah pekan ini. Sistem di babak ini akan menggunakan format home-away. Sehingga, faktor kelolosan ke fase berikutnya tidak hanya bergantung pada kemenangan, namun juga agregat skor yang dihasilkan dalam dua laga yang dilakoni oleh masing-masing klub tersebut. 

Termasuk memperhitungkan agresivitas gol tandang yang dapat menentukan langkah tim-tim yang non unggulan untuk memungkinkan langkah mereka lolos dengan mempersulit lawan untuk menang telak sekaligus mencari gol tandang. 

Walau sistem gol tandang banyak diperdebatkan, karena mempersulit langkah tim-tim tertentu yang memang sangat sulit mencetak gol ke gawang lawan saat melakoni partai tandang. 

Namun, di sisi lain, gol tandang menguntungkan bagi tim-tim yang berlaga tandang terlebih dahulu dan memanfaatkan laga kedua di kandang untuk memastikan lolos dengan kemenangan maupun kemampuan mencetak banyak gol di laga kandangnya.

Menyikapi sistem kompetisi yang sedemikian rupa, membuat klub-klub yang berhasil lolos ke fase grup perlu menyiapkan strategi jitu untuk dapat lolos ke fase selanjutnya. Bagi tim besar, mereka membutuhkan para pemain bintang untuk bermain stabil dan tidak absen untuk dapat membuka peluang lolos besar. Sedangkan bagi tim yang minim pemain berkualitas mumpuni, akan memerlukan kekompakan tim dan kemampuan bermain efektif dan kuat dalam bertahan. Hal ini penting untuk mempersulit langkah tim-tim besar yang dihadapi.

Berikut ini adalah daftar 8 pertandingan yang digelar untuk mempertemukan 16 klub yang lolos dari fase grup.
AS Roma v FC Porto
Manchester United v Paris Saint Germain (PSG)
Tottenham Hotspur v Borussia Dortmund
Ajax v Real Madrid
Atletico Madrid v Juventus
Schalke 04 v Manchester City
Olympique Lyon v FC Barcelona
Liverpool v Bayern Munchen


Preview laga dan prediksi tim yang lolos:
Di artikel ini, akan diisi oleh preview dan prediksi untuk laga yang mempertemukan Roma dengan Porto, MU dengan PSG, Spurs-Dortmund, dan Ajax menjamu Madrid.

Di laga antara tim Serie A dan Liga Portugal (Roma v Porto) ini akan menyajikan duel yang cukup sulit diprediksi akan dimenangkan oleh tim yang mana. Namun, pasti akan ada yang lebih unggul pada akhirnya. Melihat secara isi skuad, Roma dapat diunggulkan untuk memenangkan laga, minimal di laga kandang. Namun, mengingat FC Porto bukanlah tim yang mudah ditembus pertahanannya, maka, bukan pekerjaan mudah bagi Edin Dzeko dkk untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan di pertemuan pertama.

FC Porto datang ke Olimpico (markas AS Roma) akan diprediksi dengan strategi 'compact defense' yang terbukti mampu menjadi modal penting Porto untuk dapat lolos dari fase grup dan juga bercokol di puncak klasemen Liga Portugal (Primeira Liga) saat ini. di Primeira Liga, Iker Casillas berada di urutan pertama dengan status sebagai tim yang paling minim kebobolan. 12 gol baru bersarang ke gawang Porto dari 21 laga yang sudah dimainkan. Jumlah kebobolan ini paling sedikit dari 18 tim yang berlaga di kompetisi tertinggi negaranya Cristiano Ronaldo ini.

Menariknya, mereka akan bertemu dengan tim yang tidak terlalu bagus dalam mencetak gol maupun menjaga kedalaman pertahanannya. AS Roma yang kini bercokol di posisi ke-6, bukanlah tim yang istimewa dalam hal bertahan maupun menyerang, pasca ditinggal pergi oleh Mohammed Salah. 

Praktis tumpuan menyerang tim 'Serigala Ibukota' ini ada pada eks penyerang Man. City, Edin Dzeko dan pemain Italia, Stephan El-Shaarawy. Keduanya sangat diandalkan dalam mencetak gol, sedangkan pemain lainnya yang kemungkinan dapat bersinar adalah Javier Pastore, Bryan Cristante, Lorenzo Pellegrini, dan disokong pengalaman besar dari Aleksandar Kolarov sebagai fullback yang tak hanya mampu bertahan namun juga mendukung serangan dari sisi kiri.

Diisi pemain-pemain yang pernah moncer di masa sebelumnya, maka, AS Roma masih bisa diunggulkan untuk dapat meladeni permainan pragmatis-efektif dan cepat dari FC Porto. 

Setidaknya, mereka dapat mencetak gol di Olimpico Roma. Sedangkan, Porto dipastikan dapat membalasnya di partai kandang mereka di pertemuan kedua. 

Artinya, kedua tim kemungkinan akan berupaya lolos dengan mengandalkan agresivitas gol tandang. Minimal, masing-masing berupaya tidak kebobolan lebih dari satu gol di laga tandang, kalaupun seandainya mereka tidak mampu mencetak gol di laga tersebut. 

Sedangkan saat berlaga di kandangnya masing-masing, mereka dipastikan dapat mencetak gol dan berkonsentrasi untuk mengintimidasi lawan.

Prediksi tim yang akan lolos adalah FC Porto. Karena, mereka sedang berasa di fase yang bagus secara mentalitas. Hal ini dapat dilihat dengan fakta mereka berada di puncak klasemen liga domestik. 

Berbekal itu, maka, mereka lebih memiliki cara yang tepat untuk mengalahkan Roma dengan cara memaksimalkan laga kandang di pertemuan kedua (second leg) dan meminimalisir gol dari lawan saat di laga pertama.

Beralih ke laga selanjutnya yang mempertemukan Manchester United (MU) dengan PSG. Laga ini tak kalah menarik, walau ini akan lebih menarik dibandingkan laga antara Roma v Porto. Mengapa? Secara taktikal, MU dan PSG akan lebih kompleks dan secara mentalitas kedua tim juga berbeda dengan Roma ataupun Porto.

MU lolos ke fase 16 besar adalah peninggalan terakhir yang bagus bagi Mourinho. Sehingga, hal ini juga akan diupayakan oleh Solskjaer untuk dapat diteruskan dengan lebih baik. 

Mengingat mereka masih menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dapat lolos dari 16 besar. Namun, yang menjadi permasalahan bagi MU adalah menghadapi PSG. Tim asal Paris dan ternyata masih dominan di Ligue 1, walau berganti pelatih beberapa kali dan saat ini memiliki banyak pemain bagus.

Memang di laga pertama 16 besar ini, PSG kemungkinan besar tanpa Neymar Jr dan Edinson Cavani. Namun, tim asuhan Thomas Tuchel ini pastinya tidak ingin dipermalukan secara prematur di laga pertama (first leg). 

Tidak dipungkiri bahwa bukan hal mudah saat harus bertandang di Old Trafford. Artinya, bagi Tuchel, PSG harus disiapkan untuk bermain bukan dengan gaya mereka saat berkompetisi di Ligue 1, namun, harus dengan pola main yang berhati-hati.

Bermain bertahan memang bukan gaya PSG, walau mereka selama ini di Liga Champions seringkali kesulitan untuk lolos ketika bertemu dengan tim besar lainnya seperti Barcelona ataupun Real Madrid. Namun, bertahan itu perlu sekali-sekali digunakan, apalagi melawan tim yang berada di fase penuh semangat seperti MU.

Walau di liga domestik, MU bukan tim unggulan untuk juara, namun, secara permainan, mereka sudah dapat memberikan jaminan untuk dapat meraih poin. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2