Mohon tunggu...
Deasy Puspitaningarum
Deasy Puspitaningarum Mohon Tunggu... Selamat membaca semoga bermanfaat

Seorang Mahasiswa Program Studi Komunikasi yang memiliki minat dibidang tulis-menulis

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Artikel Utama

Pemkab Nganjuk Inisiasi Pindahkan Museum Anjuk Ladang

14 Mei 2019   19:40 Diperbarui: 15 Mei 2019   13:18 0 5 0 Mohon Tunggu...
Pemkab Nganjuk Inisiasi Pindahkan Museum Anjuk Ladang
Museum Anjukladang (Dok. Pribadi)

NGANJUK -- Kompasiana - Pemerintah Kabupaten Nganjuk merencanakan pemindahan Museum Anjukladang dari Jalan Gatot Subroto, Nganjuk ke kompleks Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, paling lambat akhir 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk, Drs. H. Supianto, M.M menyampaikan, rencana pemindahan Museum Anjukladang sedang menjadi pembahasan serius di internal Pemkab Nganjuk. 

Hingga saat ini, pemerintah daerah sedang membahas anggaran dan proses pembebasan lahan untuk bangunan infrastruktur di sekitar komplek Candi Lor. Sedikitnya, pemerintah daerah membutuhkan lahan sekitar 1, 5 hektare.  Lahan tersebut di atasnya bakal dibangun gedung utama, perpustakaan, tempat bermain, tempat parkir, pertamanan, replika prasasti, dan sebagainya.

"Gedung utama bisa untuk menyimpan semua koleksi benda-benda purbakala dan bersejarah yang ada di museum. Sedangkan perpustakaan akan diisi koleksi buku dan video atau film tentang sejarah," terang Supianto ditemui di ruang kerjanya, Senin, 13 Mei, 2019.

Hanya, besaran anggaran yang bakal digelontorkan untuk pembangunan museum baru di Candi Lor, Supianto belum bisa memberikan keterangan. Lantaran, hingga saat ini masih berupa rencana dari pemerintah daerah.

"Tapi rencana ini serius," tegasnya.

Lokasi untuk pemindahan museum. (Dok. Pribadi)
Lokasi untuk pemindahan museum. (Dok. Pribadi)
Tujuan pemindahan museum, lanjut Supianto, agar menjadi satu komplek dengan Candi Lor. Lantaran, Candi Lor dipercaya memiliki nilai sejarah cukup tinggi terkait keberadaan sejarah cikal-bakal nama Nganjuk. Sehingga, apabila ada pengunjung yang datang ke museum, mereka dapat secara langsung melihat keberadaan Candi Lor yang konon dibangun pada jaman Raja Medang Pu Sindok, sekitar tahun 937 Masehi silam.

Selain itu, lanjut Supianto, pemindahan museum diproyeksikan sebagai sarana pelurusan sejarah Nganjuk yang sebenar-benarnya. Lantaran, para pengunjung dapat secara langsung menikmati dan mempelajari koleksi yang ada dalam museum. Sehingga, setelah melihat dan mendengar penjelasan dari seorang pemandu yang disiapkan oleh dinas, pengunjung dapat menyimpulkan sendiri.

"Yang jelas, kami ingin meluruskan sejarah Nganjuk melalui koleksi benda bersejarah seperti yang kita miliki di museum," katanya.

Terpisah, Sukadi, budayawan dan penulis novel, "Laskar Pu Sindok, Prahalaya Sima Anjukladang," menyambut baik rencana Pemerintah Daerah Nganjuk memindahkan Museum Anjukladang ke Candi Lor. 

Pasalnya, lokasi museum yang sekarang ini selalu sepi pengunjung. Lantaran nyaris tidak pernah didatangi oleh pengunjung, baik dari lokal Nganjuk sendiri maupun dari luar kota, padahal koleksi yang tersimpan di museum tersebut cukup banyak, bahkan ada beberapa koleksi yang belum sempat tertata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2