Mohon tunggu...
Marintan Irecky
Marintan Irecky Mohon Tunggu... Lainnya - ENG - IND Subtitler and Interpreter

Indonesian diaspora who has been living in Saudi Arabia since 2013. Currently interested in topics about women, family and homemaking, and female intra-sexual competition.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Jangan Jadi Penonton yang Menyebalkan!

14 Agustus 2012   07:23 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:48 678
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
13449288071512584140

[caption id="attachment_206704" align="aligncenter" width="640" caption="sumber foto: julianstark-moviesandotherthings.blogspot.com"][/caption]

Apa tujuan orang nonton film di bioskop? Selain ingin mengapresiasi film yang ditonton, jawabannya pasti karena ingin mendapatkan pengalaman menonton film yang lebih nyaman dan menyenangkan. Sayangnya, acara nonton di bioskop kerap terganggu dengan kehadiran sejumlah penonton yang menyebalkan. Wah, sudah bayar tiket mahal-mahal, eh nonton film bukannya jadi senang malah bikin gondok. Pasti kesal dong?

Kita tentu tidak ingin menjadi penonton yang menyebalkan. Tapi terkadang kita sendiri tidak menyadari bila kelakuan kita saat menonton film di bioskop mengganggu penonton lainnya, setidaknya penonton yang berada di sebelah kanan dan kiri kita. Supaya kita tidak dipelototi atau ditegur penonton lain saat di bioskop, ada beberapa hal yang perlu dicermati saat nonton.

1. Buat yang nonton sendirian

Going solo jadi favorit para pengunjung tetap bioskop tipe ini. Biasanya mereka memilih nonton sendiri karena beberapa alasan. Satu, nggak punya temen dengan selera film yang sama. Dua, nggak pengen diganggu dengan komentar temen pas lagi nonton. Tiga, biasanya kritikus / pengamat / sutradara / penulis review film yang butuh konsentrasi untuk mengamati detail dalam film. Sayangnya, karena nonton sendirian, banyak yang nggak nyadar bahwa terkadang mereka melakukan hal-hal yang kurang menyenangkan. Yang paling sering terjadi adalah mengomentari adegan dalam film dengan suara keras. Kalimat-kalimat macam, “Bego banget sih!” atau “Ih, efeknya murahan” sudah sangat lumrah meluncur dari penonton tipe ini.

2. Buat yang nonton bareng pacar / gebetan / pasangan

Nonton film mungkin jadi pilihan kencan paling banyak ditemui sejak beberapa tahun terakhir. Suasana teater yang gelap dan dingin sering kali mengundang pasangan untuk mencari kehangatan. Mulai dari pegangan tangan biasa sampai bersandar di bahu pasangan sambil memeluk lengan. Okelah, itu masih bisa diterima. Tapi ‘nambah adegan’ ciuman di bioskop dengan suara kecupan yang terdengar jelas rasanya sudah kelewatan. Ya, kalau memang mau ciuman ya mbok pilih bangku yang paling atas biar tidak mengganggu pemandangan penonton lain. Penonton pasangan juga harus bisa menentukan film yang mau ditonton sebelum mengantri di depan loket. Jangan sampai membuat antrian mengular hanya karena sibuk dengan dialog, “Terserah kamu mau nonton apa, say”, “Ah, kamu aja deh yang pilih filmnya, yang.” Ini bikin gondok penonton yang jomblo ngantri.

3. Buat yang nonton bareng keluarga

Membawa anak-anak nonton di bioskop tidak ada salahnya. Yang salah bila orang tua mengabaikan kategori film yang akan ditonton bersama anak-anak. Film “The Raid” sudah pasti bukan tontonan yang cocok untuk anak-anak, jadi jangan salahkan produser, sutradara, atau siapa pun bila seluruh adegan dan dialog di dalamnya tidak sesuai bagi anak-anak. Pun bila menonton film bertema keluarga, usahakan agar anak bisa duduk tenang di bangkunya, bukan melompat-lompat atau menendang-nendang bangku penonton di depannya.

4. Buat yang nonton sama kelompok pertemanan / komunitas (nobar)

Nonton bareng memang asik banget. Apalagi kalau seluruh peserta nobar adalah pecinta film, biasanya tidak jarang ada yang sudah menonton filmnya terlebih dulu sebelum bergabung dengan grup. Kalau sudah begini, setiap orang yang ada di dalam grup harus mengingatkan agar anggotanya yang sudah menonton film sebelumnya tidak cerewet. Waktu nonton The Amazing Spiderman pertama kalinya, saya merasa sangat terganggu dengan kelakuan salah satu penonton yang sepanjang film berlangsung selalu berkomentar. “Nanti abis ini The Lizard dateng ke sekolahnya Peter!”, “Kalau di komiknya sih, Gwen bakalan mati. Gue rasa adegan itu bakalan ada di sekuel film ini deh”. Huh, rasanya pengen mengambil lakban dan menyumpal mulutnya supaya berhenti ngomong!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun