Mohon tunggu...
Dean Ruwayari
Dean Ruwayari Mohon Tunggu... Human Resources - Geopolitics Enthusiast

Belakangan doyan puisi. Tak tahu hari ini, tak tahu esok.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Sampah Makanan: Penyebab, Efek, dan Solusi

10 Desember 2020   03:03 Diperbarui: 28 Desember 2020   10:16 1284
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi sisa makanan dijadikan kompos. Cara ini bermanfaat untuk mengurangi sampah makanan. (SHUTTERSTOCK/JCHIZHE via Kompas.com)

Pada tahun 2011, Organisasi Pangan dan Pertanian FAO mempresentasikan perkiraan bahwa sekitar 1/3 dari makanan dunia terbuang setiap tahun. Sejak itu, banyak yang berubah dalam persepsi global tentang masalah tersebut. 

Kehilangan dan pemborosan pangan memang menjadi isu yang menjadi perhatian publik yang besar. Dalam beberapa tahun terakhir, limbah makanan telah menjadi fenomena kompleks yang menarik perhatian ilmuwan, konsumen, dan aktivis.

Hal ini telah menjadi paradoks global, peningkatan hasil pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan namun kemudian sepertiga dari semua makanan yang diproduksi berakhir jadi limbah. 

Menurut laporan FAO (Organisasi makanan dan pertanian di bawah naungan PBB) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa limbah makanan secara global berjumlah sepertiga dari total makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia, sekitar 1,6 miliar ton per tahun.

Alasan mengapa hal ini menjadi perhatian besar adalah biaya ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terkait dengannya. FAO mendefinisikan limbah makanan sebagai limbah (food waste) atau kehilangan makanan (food losses) yang terjadi selama industri pengolahan, distribusi, dan konsumsi. 

Oleh karena itu, memahami dan mengakhiri limbah makanan telah menjadi prioritas di antara organisasi nirlaba dan pemerintah yang mengarahkan kita pada topik tentang penyebab, efek, dan solusi limbah makanan. Indonesia sendiri merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.

Mengurangi limbah makanan merupakan cara yang lezat untuk menghemat uang, membantu ketahanan pangan dan melindungi planet ini.

Berbagai Penyebab Pemborosan Makanan

1. Membeli dan menyiapkan makanan terlalu banyak

Seringkali, makanan terbuang percuma karena membeli atau menyiapkan terlalu banyak. Jika kita membeli atau menyiapkan makanan terlalu banyak dari yang dibutuhkan, maka jelas makanan berlebih di piring akan terbuang percuma. Dalam skenario seperti itu, sisa makanan dan sebagian makanan bekas menjadi penyebab makanan terbuang percuma.

Hal lain, makanan yang sebagian sudah kita makan kadang-kadang diletakkan di bagian belakang lemari es dan tidak pernah dihabiskan. 

Hal yang sama berlaku untuk pembelian berlebih yang akhirnya melewati tanggal kedaluwarsa dan karena itu penampilan, rasa, dan baunya tidak enak. Pada akhirnya, semua kelebihan berakhir sebagai sampah makanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun